Misteri Pernikahan Remaja

Misteri Pernikahan Remaja
Misteri Pengantin Remaja


__ADS_3

Tiga Minggu


setelah ritual kesucian Renata.


Akhirnya, hari itu ditunggu tunggu oleh kaum siluman Panda terjadi juga.


Awalnya rencana itu. Akan dilaksanakan seminggu atau pas bulan purnama tiba.


Tapi, kerena kondisi yang tidak memungkinkan.  Akhirnya, acara pernikahan di batalkan. Kerena cuaca, tidak mendukung sama sekali.


Ya, akhir akhir ini hujan, terus turun dengan derasnya.


Sampai sampai, siluman panda merasa Frustasi.  melihat cuaca yang tidak mendukung.


Ketua siluman, punya firasat. Mengatakan kalau ritual itu gagal. tapi, melihat Renata tidak berkutik,


ia merasa nyakin, kalau ritual itu berhasil. Tapi, kalau memang ritual itu berhasil. Seharusnya, seminggu setelah penyerahan kesucian, tidak terjadi apa apa.


Itu hanya dugaan.


Tapi, kenyataannya malah  sebaliknya. tiga Minggu berturut turut hujan deras,


tanpa henti.  Akhirnya minggu ke empat. Mereka, membuat pesta pernikahan, yang diadakan di malam Jum'at kliwon.


Malam itu, bertepatan dengan malam Minggu pertama.


Para siluman panda, mempersiapkan pelaksanan pernikahan yang meriah. menurut mereka.


Daging segar.  Sebagai makanan utama, telah disediakan. Jadi, korban bayi bayi tanpa dosa.  telah di culik oleh para pengikut siluman panda.


Para pengikut siluaman, berupa manusia manusia laknat. Mereka malam itu, berpesta pora. Dengan riangnya.


Minuman, telah disediakan dengan mudah.


Bayi bayi yang hidup di sembelih, darahnya ditampung di sebuah wadah yang besar.


Darah,  mereka kemas dengan  wadah yang unik untuk memikat para undangan yang datang.


Renata dan Rey, duduk dengan santainya.


Renata hanya diam saja. Wajahnya agak pucat.  Saat ia sendiri, melihat penyembelihan bayi bayi tanpa dosa. Harus di sembelih dan dikorbankan.


Apalagi, saat ia melihat dengan kepala sendiri.  Tangisan bayi, yang haus minta asi. Bukan diberikan ASI, malah dibunuh sedemikian rupa.


Ia menangis. melihat melihat tubuh mungil, tanpa dosa harus diiris sedemikian rupa.


Tapi, kekuatan yang ada dalam tubuh Renata.  membuat ia bertahan, untuk menyelesaikan tugas yang diberikan Rey untuk dirinya.


Ia berusaha, untuk memberikan yang terbaik buat dirinya dan semuanya.


"Keberhasilan kita, adalah kerjasama yang harus dikerjakan sama sama, Ren." kata Rey sebelum ritual itu terjadi.


"Bukan korbannya kami, tapi kamu juga yang akan jadi korban."lanjut Rey memberikan dukungan pada Renata..


Renata waktu itu, hanya bisa mengangguk saja. Jadi, ia ingin sekali menyelesaikan pekerjaaan ini sebaik baiknya.


"Ren, kenapa?" ujar Rey memegang pundak Renata dengan lembutnya.


"Nggak apa apa kok!" hindar Renata, menepiskan tangan Rey.


Rey hanya menatap wajah Renata, ia merasakan sesuatu yang berbeda pada diri Renata.  Tidak seperti Renata yang dikenalnya.


Pesta pernikahan, yang penuh dengan kelap kelip lampu.  sebenarnya menambah keindahan malam.


Tapi, menurut Renata keramaian ini. bukan miliknya. Pikiran ia melayang ke memory dimana ia mengenal Rey.


Rey yang penuh canda, bukan Rey yang ada dihadapan dirinya.


Di tempat yang lain. Rey, pak Iskandar, Gio dan Mbah Mardi.  sedang menunggu waktu yang tepat, untuk melakukan sesuatu untuk terakhir kalinya.


Dan Rey berjanji,  malam ini adalah malam penentuan.  penyelamatan Renata dari lingkungan siluman panda.

__ADS_1


Pak Iskandar pernah meminta pada Rey untuk membantu Renata,


tapi Rey melarang kerena ini akan beresiko fatal, pada Renata maupun yang lainnya.


Pak Iskandar akhirnya mengikuti apa yang di katakan Rey untuk mematuhi apa yang di katakan.


Rey juga tidak ingin, semuanya jadi korban.  keganasan siluman panda.


Renata mendesah. Suara musik memekakkan telinga.


Api dijadikan permainan.  Serta joged dilakukan oleh para siluman panda, ah! bosan bisik Renata.


Tatapan matanya, hanya memandang kegelapan yang ada.


Cahaya yang didapat, hanya sinar Dewi malam serta kelap kelip lampu yang dipasang begitu saja.


Tarian  juga dilakukan. entah tarian apa namanya membuat teling bising..


Tapi, Renata merasa aneh pada semua siluman.


Mereka sangat menikmati nuansa yang bingar bingar dan suara gaduh seperti itu.


Renata, ingin menutup telinga rapat rapat.  tapi ia berusaha untuk tidak melakukannya.


Rey, beberapa kali menyentuh tubuh Renata, tapi Renata menghindar.


Ia, merasakan saat tubuhnya disentuh. Seperti menyentuh tebing tembok es. dingin sekali.


Beberapa kali, bulu kuduknya berdiri. Ia masih ingat ketika ia bertemu dengan nenek tua yang haus darah.


Ia membayangkan merinding sekali.  Apalagi kini tubuhnya di sentuh oleh siluman.   Menyerupai Rey.  hanya untuk menikahinya.


Di kamar yang di persiapkan.


Rey, mengajak Renata untuk masuk kamar. Tapi Renata menolaknya.


"Ren,  ada apa? apa yang terjadi?"


Pernikahan ini tidak Syah." ujar Renata tegas.


"Ren, kenapa kamu bicara seperti itu!" teriak Rey marah


"Kita saudara kandung, Rey, kau kakak aku."


PLAK!


Sebuah pukulan mendarat di pipi kanan Renata dengan kerasnya.


Terlihat sebuah tanda jari Rey di pipi Renata.


Gadis itu menangis, merasakan perih di hatinya. ia  masih bisa menahan rasa sakit, di pipinya. tapi hatinya.


Saat ia akan keluar pak hamdi menghampirinya.


"Apa yang kalian lakukan?"


"Dia tidak mau diajak." adu Rey.


"Bapak belain Rey, kerena dia adalah anak bapak, sedangkan aku?" tantang Renata.


"Apa yang kau katakan?" saut pak Hamdi mendelik.


"Bapak yang menginginkan ini kan?


menikahkan anak anak bapak.


Tanpa ada penjelasan apapun?" teriak Renata geram.


Pak Hamdi, syok. Mendengarkan, kata kata Renata.


"Diam!" teriak pak Hamdi marah.

__ADS_1


ia hampir saja memukul Renata kalau saja tidak seseorang menarik tangannya.


Pak Hamdi, menatap sama orang yang menarik tangannya.


ia tertegun.  Sesaat ketika ia.melihat wajah yang dikenalnya.


"Iskandar!" ucapnya.


Ya pak Iskandar lah, yang menolong Renata. Dari amukan Pak Hamdi dan Rey.


Saat yang tepat. Gio juga muncul, mbah mardi muncul dan sosok Rey muncul.


Pak Hamdi terbelalak, melihat apa yang terjadi.


Mereka tidak menyangka.  Apa yang dilihatnya, dan yang paling terkejutnya ada dua Rey disana..


"Kalian sebenarnya siapa?" tanya pak Hamdi menatap wajah pak Iskandar dan Rey.


"Ayah, seharusnya aku yang bertanya kenapa ayah seperti ini?


Kenapa, Ayah tidak menyadari ini ayah,"


kata Rey yang berada di samping pak Iskandar.


"Ayah, ayah tidak ingat pada dia.


Dia putri ayah,"lanjut


Rey menyentuh pundak Renata lembut.


"Bohong!


Kalian hanya merusak kesenangan saja!"


teriak Rey yang berasa di belakang pak Hamdi.


Pertengkaran tidak bisa mencegahnya.


Rey sang siluman panda menyerang Rey yang berada di samping pak Iskandar.


Dua Rey berguling guling, saling cakar, saling pukul.


Pak Hamdi ingin membatu. tapi pak Iskandar mencegahnya.


Pak Iskandar, membiarkan dua Rey bertengkar dengan kekuatan masing masing.


Renata juga.  awalnya ingin menolongnya.  tapi gio, meraih tangan Renata dengan cepat. Gio tidak ingin


Renata jadi korban atas kebiadaban siluman panda.


Renata, hanya bisa melihat apa yang terjadi. pertengkaran antara dua Rey menjadi tontonan gratis.


Para siluman panda yang tahu, ada yang bertengkar.  akhirnya menghampiri mereka.


betapa terkejutnya sang ketua siluman saat ia melihat dua Rey berada disana.


Siluman panda murka sekali. Ada dua Rey disana.


Pak Hamdi ditariknya.


Ia, tanpa ba bi bu lagi langsung menghajar beberapa pukulan di tubuh pak Hamdi.


Pak iskandar akan menolongnya.  Tapi, Mbah mardi menggelengkan kepalanya.


Akhirnya..


Mereka, akhirnya hanya melihat saja. Siluman panda, dengan membabi buta memukul dan membuat tubuh pak Hamdi koyak.


Renata, hanya mampu melihat tanpa berdaya. Rey, yang di samping Renata terpaku. Melihat adegan mereka.


Rey siluman panda hanya diam. Ia merasakan, kalau ia sumber masalah. Ia, memandang Rey. Dan hampir menubruknya.

__ADS_1


Tapi, Mbah Mardi menghalanginya. Rey siluman panda terpental*


__ADS_2