
Panimbang Raya.
Renata tertegun sejenak.
Menatap bangunan SMU Panimbang yang berada di Teluk lada.
Sebuah bangunan pendidikan yang pertama berdiri di Panimbang.
Dengan status negeri.
Ada memory yang muncul tapi tidak bisa terungkap begitu saja.
semua banyangan yang muncul hanya sekilas.
Renata tidak bisa melakukan itu..
mengingat semua yang pernah terjadi, dalam diri. Tapi, ada sesuatu yang menuntun dirinya. untuk ingat sesuatu..
Renata berusaha melupakan. Ia rileks kan pikirannya untuk tidak mengingat sesuatu yang tidak perlu..
Jadi, ia membiarkan otaknya untuk menginstal kembali ingatan tanpa, memaksakan diri untuk berpikir keras.
Sebuah memory yang saling bergantian ingin disingkap.
Tapi Renata tidak berusaha untuk mengingat memory itu.
Ya, ia tidak berusaha mengingatnya.
Mungkin untuk mengingatkan kembali ia harus melepaskan orang yang ia sayangi.
Semilirnya angin. Begitu indah saat dedaunan yang di halaman SMU berguguran.
Daun beringin yang tumbuh di depan SMUN I Panimbang. Tersapu oleh angin dan daun daun itu berserakan.
Halaman luas. dengan tanaman yang tumbuh subur, dan terawat.
menambah ke indahan SMU. Beberapa kali ia mendesah saat ada satu lintasan ingatan yang timbul tengelam bersama seseorang.
Saat dipikirkan ia hanya menggeleng saja.
Renata gadis dengan rambut sepinggang datang ke SMU negeri Panimbang untuk pertukaran belajar mata pelajaran IPA.
Awalnya ia menolak, tapi gurunya yang mengirim Renata ke SMU itu dengan ongkos ditanggung oleh sekolah. Ayahnya marah saat tahu ia terpilih menjadi salah satu pertukaran siswa di Panimbang.
Tapi, Renata langsung menanyakan alasannya, ayahnya pak Iskandar tidak bisa menjelaskan apa apa pada Renata.
Akhirnya kerena tidak ada penjelasan yang masuk akal, Renata meminta izin pergi ke Panimbang. Hati pak Iskandar cemas tapi ia hanya bisa melihat gadis kecilnya pergi.
Biarpun dalam hati masih merasa trauma kalau Renata di Panimbang apalagi Panimbang dekat dengan Angsana, jarak antara Panimbang Angsana paling 30 menit perjalanan. Apa yang dikhawatirkan oleh pak Iskandar terbukti.
Renata harus bertemu dengan Rey kembali. Renata merasa familiar melihat wajah Rey, tapi gadis itu tidak bisa menceritakan apa yang terjadi. Ia ingin sekali cerita banyak tapi ia merasa segan untuk melakukan itu apalagi dalam pikiran Renata ia dan Rey baru bertemu sama Rey.
jadi ia merasa sungkan untuk menanyakan.
Tapi Rey sendiri mengenal Renata dengan baik. kerena sebelum bertemu pun Rey telah memikirkan Renata untuk dijadikan pengantin itu perjanjian dengan siluman Panda.
Rey mengikuti anjuran siluman panda, ia pura pura tidak mengetahui dan tidak kenal dengan Renata.
Tapi Rey telah meniupkan mantra yang diberikan oleh siluman panda pada Renata.
Rey juga menyapu rambut Renata dengan cairan yang diberikan oleh siluman panda padanya.
Jadi tidak heran kalau Renata ingin sekali dekat dengan Rey biarpun pertukaran siswa telah selesai Renata selalu mengejar Rey.
Apalagi saat ia melihat keluarga Rey yang rukun dan damai. Ia ingin merasakan keluarga yang utuh.
Sejak ibunya meninggal Renata merasa kesepian, setelah mengenal keluarga Rey, Renata seperti menemukan keluarga utuhnya kembali.
Ibu Risnawati pun menyambut Renata, bukan seperti ibu pada anaknya tapi sebagai mertua pada menantunya termasuk pak Hamdi.
"selamat datang anakku," ujar ibu Risnawati mencium.oioi Renata dengan lembutnya.
pak Hamdi juga memeluk Renata. Ia merasa senang saat Renata datang.
Rey membawa Renata ke sebuah kamar. Tapi itu hanya pandangan Renata saja. Ia, melihat kamar Rey yang mewah.
kasur tertata rapi. bantal dan guling pun tersusun dengan rapi. pokonya bersih dan harum..
Tapi, itu hanya penampakan Renata saja.
penolakan yang sebenarnya. Tempat itu gudang, penuh dengan tikus yang berkeliaran, kecoa, dan berbagai binatang lainnya.
Binatang binatang yaang hidup makmur di gudang, kerena disana juga penyimpanan daging busuk yang membuat perut mual..
wajah Renata berseri. wajahnya tersenyum.melihat kerapihan kamar cowok itu.
Rey pun tersenyum manis.
mereka senang sekali Renata masuk ke kehidupan mereka.
Pak Iskandar. awalnya tidak tahu, tapi lama lama ia curiga.
__ADS_1
Dari Widya akhirnya ia tahu kalau Renata dengan Rey.
Pak Iskandar sungguh syok saat tahu kalau Renata bersama Rey.
Renata tidak tahu kalau Rey adalah kakaknya. dan Renata juga tidak tahu kalau Rey sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.
Pak Iskandar tidak ingin membuat Renata terjerumus.
Dalam.pikiran panjangnya. Ia akhirnya mencari tahu dukun yang sakti, untuk bisa membantu dirinya untuk keluar dari sarang siluman.
MBAH MARDi!
Nama dari seseorang kenalannya. Kata temannya Mbah Mardi dukun terkenal kesaktiannya..
Tanpa syarat. Ya, Mbah Mardi terkenal sebagai dukun kondang. Tanpa minta syarat yang bikin kepala pusing.
Setelah kenalan pak Iskandar menyebutkan alamatnya. Maka, pak Iskandar tidak menunggu lama lagi.
Ia mendatangi mbah Mardi di suatu tempat. Tempat yang pernah ia kenal
Akhirnya pak Iskandar bertemu secara langsung sama Mbah Mardi.
Mbah Mardi, yang mendengarkan cerita pak Iskandar hanya mengeram marah.
kerena kalau ritual berhasil itu akan membuat para siluman melakukan apa yang dilakukan oleh siluman panda.
Dengan mantra mantra yang diramalkan oleh mbah Mardi akhirnya keputusan final sebelum terjadi ritual kesucian Renata harus punya pendamping.
Ya Renata akhirnya di jodohkan dengan Gio salah satu cucu Mbah Mardi.
Gio yang mendengar itu hanya bisa menerima dengan perasaan campur baur.
Ada marah, sedih, terpukul, dan paling sakit jadi korban. Gio hanya bisa meneteskan air mata. kalau orang tuanya masih ada?
Ya, Gio yatim dan piatu sejak kecil. Ayahnya meninggal ketika ia, masih di kandungan ibunya.
Sedangkan ibunya meninggal ketika melahirkan Gio. Akibat, kehabisan darah..
menurut mbah Mardi. Darah ibu Gio dihisap oleh kuntilanak yang haus darah..
Waktu ibunya Gio lahir. Mbah Mardi lupa, untuk meminta pada roh roh baik, untuk menyelamatkan ibu.
Gio kadang pusing. Cara pandang Mbah nya. tidak pusing bagaimana, kata Mbah, siluman itu dibagi dua. satu siluman jahat dan siluman baik.
kalau siluman baik..Selalu menolong manusia, dari kesialan, perbuatan yang tidak baik..
Sedangkan, siluman jahat. siluman yang membuat jahat pada manusia, yang sering menganggu manusia.
ia ingin sekali ngobrol dengan mbah nya, dengan sesuatu yang berbeda..
Jadi, kata kata Mbah Mardi. menurut Gio salah. Kerena ia di sekolah belajar agama.
kadang kalau Gio merasa buntu..Ia.lebih baik meninggalkan Mbah Mardi di pondok itu.
Mbah Mardi hanya tersenyum atau kadang bigung melihat gio seperi itu.
Jadi, kalau Gio tidak bicara. Atau mengajak ngobrol, Mbah Mardi lebih baik di dalam peraduannya..Ia bercengkrama dengan siluman siluman yaang baik hati.
"Ibu, Ayah kalau kalian masih disini
mungkin aku tidak akan merasakan kehidupan keras.." ujar Gio..
tidak keras bagaimana, ia hidup di hutan. terpencil. tanpa teman. Hanya kesunyian yang ada.
Biarpun ia tercatat sebagai siswa SMU.
tapi aktifitas lebih banyak di hutan. sekolah hanya kegiatan selingan saja..
Kalau tidak job banyak..
Gio sekolah. kalau job banyak lebih baik di hutan.
Mbah Mardi, kakeknya lebih mementingkan Gio menjadi dukun daripada sekolah.
Menurut Mbah Mardi, sekolah hanya menghabiskan uang..
Sedangkan dukun, menghasilkan banyak uang..
pikiran yang sederhana menurut Gio..
menurut pak Rudi guru di sekolah Gio. Sekolah itu penting. sekolah menambah ilmu, ilmu kita gunakan untuk kebaikan..
Kita sekolah, bukan nyari uang. tapi mencari ilmu untuk bekal masa depan. dengan bekal ilmu kita bisa kerja..
kerja profesional.
kata pak Rudi menasehati Gio sebelum.oulang sekolah.
Jadi, kalau ngomong pentingnya pendidikan pada mbah. Mbah tidak akan paham. Jadi, gio hanya diam saja. Tanpa membantah..
Ia tidak mungkin meninggalkan wanita yang telah di pacari olehnya.
__ADS_1
dan harus menikah dengan gadis yang belum dikenalnya. dalam kegundahan akhirnya Gio menyetujuinya pernikahan itu.
Ia hanya sekedar menolong Renata. Setelah ia mendengarkan cerita apa yang terjadi pada Renata.
Gio luluh saat Mbah Mardi sedikit cerita kalau Renata harus kehilangan ingatan itu yang membuat ritual penyerahan kesucian akan dilakukan oleh siluman panda.
Dan siluman panda tidak tahu kalau ingatan Renata menghilang, mereka hanya menyangka kalau Renata lupa sama Rey kerena ilmu yang diberikan siluman panda Rey telah bereaksi..
Siluman Panda sampai sekarang tidak tahu kalau kecelakaan yang merenggut nyawa Rey juga merenggut memory ingatan Renata.
Itu yang siluman panda tidak tahu, dari kehidupan Renata.
Siluman panda hanya tahunya Renata terkena ilmu yang diberikan Rey itu saja.
Entah kalau saja Renata tahu Rey sudah meninggal tidak mungkin Renata akan dekat dengan Rey.
Jadi siluman panda hanya bisa mengontrol Renata melalui Rey itu saja tidak lebih.
Mereka tidak akan berani melakukan ritual kalau Renata mempunyai ingatan yang utuh.
Kerena kalau ingatan Renata utuh otomatis ia akan mengingat Rey yang telah meninggal kerena kecelakaan yanag terjadi bersama dirinya.
Beberapa tahun yang lalu.
Kerena ingatan Renata tidak utuh maka ritual itu hanya berhasil luarnya saja. Jadi keberhasilannya sangat lah tipis.
Ada yang berhasil, tapi itu hanya akan membuat masalah baru buat Rey dan Renata sendiri.
Intinya siluman Panda ingin ritual ini 100% berhasil sempurna.
Gio akhirnya bertemu dengan Renata.
Tapi Gio tidak mengungkapkannya, pada Renata.
Gio ingat kata kata Mbah Mardi, biarlah pertemuan ini Natural bukan di buat buat.
Gio akhirnya mengikuti apa yang dikatakan Mbah Mardi padanya.
Gio hanya bisa menemani Renata di pondok yang telah di persiapkan oleh Mbah Mardi.
Mbah Mardi juga melarang Gio untuk menyentuh gadis itu, takutnya semua ilmu yang ada di tubuh Renata terserap langsung oleh Gio.
Jadi selama menemani Renata, Gio hanya menyentuh bahu dan tangan Renata tidak lebih.
Renata memeluk Gio tapi Gio tidak membalas pelukan Renata, laki laki muda itu lebih mementingkan Renata di bandingkan mementingkan pribadi dirinya.
wajah Renata mirip seseorang yang pernah ke pondok itu! ya Gio masih ingat Rey cowok putih itu wajahnya mirip dengan Renata.
Ketika tahu kalau Renata adalah korban dari siluman panda dan akan di nikahkan dengan Rey. Giomerinding mendengarkannya.
Ia tidak sanggup kalau saudara harus menikah. Perjanjian yang harus di musnahkan.
perjanjian yang akan dijadikan alasan mereka yang bernafsu menikahi adik kandung sendiri.
tanpa melihat akibat terjadi. mungkin ini hanya ritual saja. Tapi kan kini banyak manusia malah mempercayai dukun dari pada Tuhan..
Gio pernah membaca sebuah berita di koran.
ada seorang kakak menikahi adiknya. Dan yang lebih jijiknya lagi, mereka menikah kerena mereka tidak mau menyakiti satu sama lainnya..
Intinya, mereka pernah punya pacar. Tapi ditinggal sama pacarnya.
Tapi, apapun yang namanya menikah se darah tidak harus di lakukan.
Gio hanya menarik nafas. Dan, menghembuskan kembali. Ada sesak, saat membaca koran itu.
Apalagi. Renata dan Rey, mereka satu manusia, satunya bukan. Apa ada adik menikah dengan orang yang meninggal?
Gio mengambil nafas dalam dalam.
"rumit juga ya kehidupan siluman. Dikasih enak malah bikin susah sendiri, diberi hukum. Tapi malah di rusak begitu saja.''
gumam cowok itu sambil geleng geleng kepalanya.
Apalagi kini Rey telah pergi dan tidak akan kembali lagi.
Kasihan bisik hati Gio.
Di pondok itu!
Gio menatap wajah Renata dengan perasaan campur baur, ia mengakui kalau Renata cantik, manis,
tapi kehidupan yang dialami lebih pahit dibandingkan kehidupan orang lain.
Gio meneteskan air mata,
tapi cowok itu langsung mengusapnya takut gadis itu tahu kalau ia menangis untuknya.
Mbah Mardi menyekap.
Renata bukan kerena apa apa. Ia hanya melindungi Renata dari siluman panda, tapi dengan cara salah.*
__ADS_1