Misteri Pernikahan Remaja

Misteri Pernikahan Remaja
Rencana 2


__ADS_3

Mendengar itu dari mbah Mardi, Rey merinding kalau itu sampai terjadi pada dirinya dan Renata. Rey merasa heran kenapa ayahnya harus menikahkan dirinya dengan Renata kalau ayah tahu Renata itu adiknya.


Pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan dalam hatinya tanpa menjawab sepatah katapun.


"Nggak mungkin kalau aku dan Renata Adik dan kakak?


Kami hanya terpaut 5 bulan saja saja." kata Rey saat pria tua menceritakan apa yang terjadi pada keluarga Rey.


"Tapi, kalian bukan satu ibu. Bisa jadi, Rey." ujar Mbah Mardi menepuk  bahu Rey dengan tulusnya.


Mau tidak mau Rey harus menerima kenyataan. Renata adik kandungnya. Kalau beda ibu pasti terjadi, Rey hanya menarik nafas dalam dalam saat Mbah Mardi cerita kalau ia dan Renata beda ibu, Rabu tidak bisa menolak nya.


Ia tidak menyangka itu semuanya.


Seminggu Rey memikirkan ucapan Mbah Mardi.


Tiba tiba dalam hatinya ingin sekali menolong ayahnya juga adiknya biarpun beda ibu.


Ya sejak bertemu dengan Renata.


ia merasakan bahwa wajah Renata mirip dirinya.


mungkin hanya rambut yang berbeda.


Kalau Renata lurus hitam sedangkan ia ikal.


"Mbah, terimakasih Mbah telah memberi tahukan ini sama saya, saya tidak bisa membalas semua yang mbah lakukan."


ujar Rey pada Mbah Mardi dengan tatapan tulus.


"Apa yang Mbah lakukan kerena Mbah sayang sama kamu dan Renata." kata Mbah Mardi menatap Rey dengan penuh kasih sayang yang tulus.


Belum sempat Rey angkat bicara.


Tiba tiba sebuah sosok menghampiri kedua orang yang berbeda.


siluman Panda datang dengan muka yang beringas.  Dan  hampir mencabik tubuh Rey.


Kalau saja Mbah Mardi tidak mendorong cowok remaja itu ke sisi kanannya.


Rey kaget, lalu ia tersungkur.


Hampir kepalanya membentur dipan yang ada di sebelahnya.


Siluman Panda gusar melihat mangsanya lepas. Ia berbalik kearah Mbah Mardi.


Tiba tiba siluman itu berbalik arah menyerang Mbah Mardi.


Pria tua itu tidak tinggal diam ia menentang siluman panda itu.


Tanpa menunggu lagi, keduanya mengeluarkan jurus yang sangat asing di mata Rey.


Merak sama sama kuat, sama sama seimbang.


Babak akhir, Mbah Mardi meniupkan sesuatu ke wajah siluman panda.


Siluman itu yang tidak menyangka langsung menutup matanya dan berteriak histeris.


Di matanya siluman itu merasakan sakit dan perih saat matanya di tiup oleh mbah Mardi dengan lembut.


Di mata siluman itu keluar darah merah yang kental dan berbau manis.


siluman itu akhirnya pergi meninggalkan tempat itu. Rey langsung memburu Mbah Mardi.


"Mbah, Mbah tidak apa apa?" tanya Rey dengan cepat menolong pria tua itu.


Mbak Mardi menatap wajah Rey dengan senyuman manis.

__ADS_1


ia menggelengkan kepalanya sambil dituntun Rey, Mbah Mardi langsung menuju dipan disisi pondok.


Rey mengambilkan minum buat Mbah Mardi.


pria tua yang sudah keriput kulitnya begitu menyukai Rey anak yang baik dan ramah ucap dalam hati.


Tapi sayang remaja itu akan menjadi korban keganasan siluman panda.


Kalau saja Mbah Mardi tahu dari sejak lama, mungkin ia akan menolong permasalahan yang dihadapi pak Hamdi.


Untuk sementara waktu Mbah Mardi menjaga Rey di hutan itu, untuk mencegah datangnya siluman panda yang buas.


Untung ia tadi mengucapkan mantra mantra yang ditakuti oleh siluman panda.


Jadi untuk sementara Rey aman dalam lindungannya.


Mbah Mardi membalas pelukan Rey dengan hangatnya. Rey merasakan pelukan dari laki laki tua itu nyaman sekali.


Angsana 12 Agustus 1998


Tawa siluman terdengar nyaring dan renyah.


Apalagi rencana pernikahan Renata dan Rey telah ditentukan oleh ayahnya sendiri.


Pak Hamdi hanya diam saja mendengar tawa itu.


tawa yang di dengar seperti tawa yang mengolok olok dirinya.


tapi pak Hamdi hanya membisu saja.


Siluman panda merasa menang..


Kerena, tidak ada seorang pengikutnya yang berani membantah.


Siluman Panda, dalam hatinya berjingkrak jingkrak melihat pak Hamdi hanya diam saja..


Siluman panda. Melakukan ritual itu kerena ingin mencicipi ke keperawanan Renata, tanpa ada perlawanan dari keluarganya..


Atau dari ayahnya sendiri.


Ayah. Bisik hati Pak Hamdi. Ayah mana yang ingin menghadirkan anaknya, kecuali dirinya sendiri..


Ayah, yang belum.pernah Menganti celana anaknya. Belum pernah bermain dengan anaknya.


Anak yang belum pernah menyebut dirinya ayah.


Ayah yang ingin menang sendiri.


Ayah yang marah saat tahu istrinya hamil..


Dan membuangnya. Begitu saja tanpa ada konfirmasi.


tes DNA membuktikan.


tapi ia dengan angkuhnya merobek. membuang kertas itu.


sekarang ia sendiri yang akan merusak anaknya.


anak yang tidak pernah ia biayai.


pantaskah?


aku di sebut ayah oleh gadis itu.


Ayah, Renata yang sesungguhnya adalah Iskandar.


Biarpun Renata bukan benih darinya. Tapi, Iskandar berani dan jantan mengurus Renata. Membiayai, menyayangi.

__ADS_1


Iskandar yang berkorban banyak.


sedangkan dirinya?


Pak Hamdi, hanya mendesah saja. Dadanya terasa penuh.


Ia hanya bisa menangis. ingin cerita. cerita sama siapa?


istrinya?


tidak!


ia akan memendam semuanya. Biar semuanya terkubur bersama jasadnya suatu waktu nanti.


Tapi, disisi lain pak Hamdi membohongi istrinya Risnawati.


Ya, pak Hamdi merasa berdosa. pada istri yang telah mengorbankan hidupnya, untuk mengabdi.


selamanya untuk dirinya.


pak Hamdi, hanya bisa meneteskan air mata.


kalau saja istrinya tahu, mungkin ia bakal dimarahin oleh istrinya.


kerena telah memberikan informasi masalah perjanjian dengan siluman Panda.


Pak Hamdi gamang.


Cerita pada Vinda? Iskandar?


Mustahil!


Jangankan cerita sama orang lain. Cerita pada istrinya juga, ia tidak berani.


Istrinya gembira dan  senang hati. mendengar kalau siluaman panda, menerima tawaran pemutusan perjanjian pernikahan Renata dan Rey.


Tapi itu hanya tak tik pak Hamdi supaya sang istrinya tidak memikirkan apa yang terjadi.


Pak Hamdi tidak ingin istrinya. menanggung apa yang ia alami. Biar dirinya sendiri.


Mendengar perjanjian batal, ibu Risnawati tersenyum.


Ia bangga sama suaminya. Kerena suaminya bisa keluar dari kemelut yang terjadi.


Pak Hamdi sadar. kalau misalkan istrinya tahu, istrinya akan menyalahkan dirinya..itu yang tidak ingin pak Hamdi lihat.


menurut dirinya. Masalah yang terjadi bukan atas kesalahan istrinya, tapi dirinya juga salah.  salah memilih jalan yang dilaluinya.


ibu Risnawati sangat bersyukur sekali kalau memang perjanjian itu batal. Kalua tidak batal dirinya yang salah.


Seharusnya dirinya lah yang menanggung derita suaminya..


Kalau ia tidak membujuk suaminya. Suaminya tidak mungkin, ikut sebagai anak buang siluman panda.


Kerena dirinya lah. Pak Hamdi harus terperosok ke lembah yang dalam.


sebelum mendengar. Perjanjian telah selesai, ibu Risnawati juga merasa salah. Dan selalu menyalahkan dirinya.


Dan ia selalu meminta maaf pada suaminya.  Itu yang pak Hamdi tidak inginkan. Tiap ketemu istrinya, istrinya minta maaf.


ia tahu kalau istrinya menyesal..


Tapi menurut pak Hamdi. Dirinya juga salah, kerena terbawa nafsu semata. kalau saja, ia menjadi rem buat istrinya.


Tidak mungkin semuanya terjadi.


Mungkin hidup sederhana itu lebih baik, yang penting makan cukup. Dengan uang seadanya. ya, gara gara ia.*

__ADS_1


__ADS_2