
Rey yang tidak tahu orang tuanya pergi, Rey masih di kamar mengerjakan tugas dari sekolah.
ya, ia adalah salah satu siswa kelas 1 SMP negeri l Angsana yang berada di Citoke.
Rey, anak yang pintar sekali, dari SD selalu mendapat peringkat pertama.
Rey juga anak yang baik, sopan dan ramah pada siapa saja, hanya kehidupannya yang kurang.
Tapi menurut Rey kehidupan ini begitu mengasikkan kerena punya orang tua yang sayang padanya.
orang tua yang selalu ada disaat Rey membutuhkan. pokoknya hampir sempurna kehidupannya.
Tapi kehidupan sederhana bukan impian dari pak Hamdi, ia ingin punya kehidupan yang gemilang dan bersinar seperti kehidupan pak Iskandar. Biarpun mengikuti ajakan istri menyimpang dari norma agama.
Di sisi lain orang tua Rey telah sampai ditempat yang mereka tuju, sebuah rumah beratap daun ilalang yang dianyam untuk dibuat genting.
seorang wanita tua berparas menakutkan sedang duduk tanpa bergeming. Bakaran dupa sangat lah menyengat tercium oleh pak Hamdi dan ibu Rey.
Mereka berdua duduk berhadapan. di depan mereka hanya ada dupa.
Sebelum pemilik gubuk itu angkat bicara.
Pak Hamdi langsung mengutarakan maksud dan keinginan datang ketempat itu. Nenek tua itu tertawa nyaring sekali membuat bulu roma berdiri tegak.
"Mbah!" suara pak Hamdi bergetar.
"panggil aku mbah ijem," suara wanita itu serak tapi terdengar mencekam.
Bulu kuduk pak Hamdi berdiri seketika. sang istri hanya memandang Bakaran dupa yang ada dihadapan nenek tua itu.
bau kemenyan menyengat sekali di hidung ibu Rey.
Ia langsung menutup hidung dengan tangannya.
"Mbah Ijem, kedatangan kami berdua kesini," suara istrinya pak Hamdi terdengar nyaring.
"Ya ya, aku tau kalian kesini untuk minta kekayaan. kerena tender kamu kalah oleh Iskandar,"tawa Mbah Ijem.
Kedua manusia itu sedikit terkejut mendengar kata kata nenek tua itu, nenek tua itu tahu kalau pak Hamdi kalah tender oleh pak iskandar.
Tapi akhirnya keduanya mengangguk membenarkan apa yang dikatakan sang nenek.
Hatinya sudah dirasuki iblis tidak bisa memandang mana yang baik dan buruk jalan yang ditempuhnya.
Pak Hamdi lupa daratan, mudah dibujuk dan dirayu oleh sang istri.
Mbah Ijem menceritakan sekelumit siluman panda yang menginginkan tumbal seorang bayi merah yang baru lahir.
setelah terjadi persetujuan akhirnya deal antara perjanjian mereka.
Mereka tidak tahu sama sekali, kalau perjanjian dengan siluman panda bukan hanya jadi bumerang orang lain tapi dirinya yang akan menjadi korban siluman panda.
Itu yang mereka tidak tahu sama sekali, sahabat ibu Risnawati tidak menceritakan kalau mereka pernah menyesal berhubungan dengan siluman panda yang telah menghancurkan keluarganya.
Bukan hanya bayi yang baru lahir saja yang jadi tumbal tapi janin yang masih di rahim pun akan jadi tumbal keserakahan siluman panda.
sahabat ibu Risnawati juga tidak cerita kalau adik mereka juga pernah jadi tumbal bukan hanya adik tapi hampir semua orang yang disayangi akan menjadi tumbal.
Ibu Risna hanya tahu tumbalnya bayi yang baru lahir.
__ADS_1
Beberapa bulan kemudian, setelah pak Hamdi dan istrinya mengikat perjanjian dengan siluman panda. Sejak itu, pak Hamdi dan istrinya datang ke siluman panda, mereka benar benar berubah.
Rumah yang tadinya hanyalah gubug tua kini terganti bagai istana.
perabotan serba megah. Rey dan masyarakatpun hanya bisa melihat perubahan yang signifikan kehidupan mereka.
Kehidupan yang silau bukan membuat pak Hamdi ramah pada tetangga, tapi ia angkuh suka mengejek.
Melihat itu semuanya Rey sebagai anaknya sedih frustasi sekali.
Mereka tidak tahu, saat mereka berbuat kesalahan pada anak anak atau orag tua di sekitarnya,
Rey lah orang yang mendapat perilaku yang tidak baik.
Cowok itu sedih sekali.
Perubahan terhadap pak Hamdi terasa oleh seluruh warga ditempat itu,
kesombongan dan keangkuhan pak Hamdi sangat dahsyat sekali. kalau di rumahnya kedatangan yang minta sumbangan diusirnya.
istrinya yang melihat itu hanya bisa mengelus dada saja.
Ia sering mengingatkan suaminya untuk saling membantu pada sesamanya.
Pak Hamdi begitu memuja kekayaannya ia dapatkan dari perjanjian dari siluman panda.
Untuk beberapa kali pak Hamdi datang ke Mbah Ijem tanpa disertai istrinya.
Ketika pertemuan pertama dengan pak Hamdi dan istrinya siluman panda menginginkan tumbal seorang bayi yang baru lahir.
Tapi, permintaan tumbal bayi yang lahir, diganti dengan pernikahan yang harus dilakukan oleh Rey dan Renata.
Tapi dengan bujuk rayu siluman panda akhirnya pak Hamdi mengikuti saran sulaman itu untuk menikahi Rey dan Renata.
Ketika ia menceritakan kalau ia akan membunuh Renata pada istrinya, Risnawati.
Wanita itu syok sekali mendengar apa yang diucapkan oleh suaminya.
Tanpa menceritakan prihal syarat yang diajukan siluman panda.
"Atau aku harus bunuh Renata!" ucap pak Hamdi bergetar menahan perasaan yang menghentak dalam dadanya.
Dihatinya dia sesungguhnya tidak mengingkari Renata, ia hanya menutupi saja, ia tidak ingin Vinda tahu kalau ia masih mengharapkan Vinda.
"Mas!" ujar istrinya kaget.
"Kenapa?"
"Dia putrimu, dari Vinda. kamu tega membunuh darah daging sendiri,"
"Dia sudah menjadi anak Iskandar! dan aku tidak pernah menganggapnya anak lagi." ucap Pak Hamdi gusar.
Kata kata bukan keluar dari hati pak Hamdi, hati sebenarnya menangis.
Pak Hamdi belum pernah memeluk tubuh tubuh gadis Renata, tapi siluman itu yang akan memusnahkannya dari hadapannya.
pak Hamdi tidak bisa apa apa untuk menolaknya.
Disisi lain ia baru menyesal berhubungan dengan siluman panda.
__ADS_1
Tapi, ia tidak menceritakan penyesalan kepada istrinya.
Akhirnya untuk melampiaskan amarahnya, ia mengambil barang barang yang ada dihadapannya dilempar ke segala arah hampir saja besi mengenai muka ibunya Rey.
Untung wanita muda itu langsung menghindar dari lemparan suaminya.
ibu Risnawati langsung memeluk tubuh suaminya dengan erat.
Ia tahu kalau suaminya stres memikirkan solusi Yeng tepat untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya.
Ibu Rey, masih memeluk tubuh suaminya dengan erat, ia memberikan dukungan yang dibutuhkan oleh suaminya.
Mereka berdua duduk di teras di kamar utama.
Kalau pikiran pak Hamdi ia lebih memilih membunuh Renata dari pada ada pernikahan sedarah.
Tapi istrinya tidak mengetahui ini semuanya.
Pak Hamdi hanya berpikir kalau Renata terbunuh, ia tidak akan menikahi Rey dan Renata kerena Renata telah meninggal. sedangkan Rey bisa sekolah kembali.
"Mas, jangan anggap enteng permasalahan
saudara kandung. Dia adiknya Rey.
kalau saja Rey tahu kalau Renata adiknya,
dia akan menyusul ke Tasik. mencari Renata sampai bertemu."
kata ibu Rey menangis.
Ibu Risnawati tidak bisa membayangkan kalau Rey tahu kalau adiknya akan dibunuh ayahnya sendiri.
Rey pasti marah pada ayah itu yang ibu Rey tidak inginkan sama sekali, pasti Vinda akan menceritakan apa yang terjadi.
Akhirnya pak Hamdi terduduk dilantai dengan perasaan tercabik, ada luka dalam hatinya.
Ibu Rey meraung raung mendengar Renata gadis manis itu akan dibunuh oleh ayahnya sendiri.
Ibu Rey Risnawati tidak tahu kalau siluman panda menginginkan pernikahan antara Rey dan Renata.
pak Hamdi yang melihat istrinya seperti itu iba sekali, ya pak Hamdi tidak bisa berbuat apa apa terhadap perjanjian itu.
kalau saja ibu Rey tahu masalah pernikahan itu, pasti ia tidak setuju, seperti dirinya.
Tapi pak Hamdi tidak bisa berbuat apa apa.
Ibu Rey akhirnya meninggalkan suaminya di ruang tamu, ia menuju kamar dan menangis. Pak Iskandar yang melihat istrinya pergi begitu saja.
Hanya diam saja, ia ingin menenangkan dulu sebelum ia menenangkan perasaan istrinya.
Sebenarnya pak Hamdi sengaja bicara membunuh Renata pada istrinya, ingin tahu reaksi istrinya.
Reaksi istrinya sungguh diluar dugaan.pak Hamdi seperti mendapat dukungan untuk tetap melindungi putrinya.
Ibu Rey merasa bersalah sangat sama Renata. seorang gadis yang tidak tahu kalau ayah kandungnya yang membuang dirinya.
Untung ada suami dari Vinda yang mau mengurus dan menganggap bayi itu anaknya. Iskandar.
sejak perceraian Hamdi tidak pernah melihat putri kandungnya, Vinda pun tidak berusaha untuk mempertemukan ayah kandung dan Renata.*
__ADS_1