Mr Bodyguard

Mr Bodyguard
Kangen?


__ADS_3

Sedikit demi sedikit mata lisa terbuka.cahaya yang terang membuat lisa mengeryitkan matanya.


Samar samar dia mendengar seseorang berteriak memanggil dokter.


"Tenangkan diri lis bentar lagi dokter datang"..ucap Dian yang panik melihat lisa terbangun.


"Siapa kamu,aku dimana"?? ucap lisa.


"Hiks dokter dokter ,dia lupa ingatan"??ucap dian semakin panik.


Dokter bingung dengan ucapan dian..


Saat melihat lisa, dokter langsung mengerti pasiennya ini sedang mengerjai temannya.


"Dokter siapa saya"ucap lisa masih menggoda dian.


"Hiks hiks lisa lisa" Dia langsung memeluk Lisa


"Maafin aku lis hiks hiks"..


Tiba tiba dokter dan lisa tertawa cekikikan,dian yang melihat mereka menjadi bingung..


akhirnya dia menyadari mereka sendang mempermainkannya.


Dian segera mencubit pipi temannya yang sedang tertawa cekikian.


"Au au,sakit di"..ucap lisa mengelus bekas cubitan temannya.


"aku tuh takut setengah mati kamu malah"..Dian langsung memalingkan wajahnya.


Lisa langsung memeluk sahabatnya yang sedang duduk diatas ranjang.


"ehem Maaf,ya saya periksa dulu"..ucap dokter membuat keduanya malu.


Setelah yakin bahwa keadaan lisa baik baik saja dokter pun keluar.


"Berapa lama aku pingsan di"??ucap lisa yang sedang menerima suapan apel dian..


"Hampir seharian tahu"??..ucap dian matanya masih berkaca kaca.


"Maaf aku lagi lagi aku bertidak ceroboh,aku menyesal"..ucap lisa.


"Iya tapi jangan ulangi lagi".dian mengatakannya dengan sesenggukan.


"lalu...bagaimana dengan cindy dan candra"..tanya lisa.


"Kamu tenang saja mereka sekarang ada di tempat aman,kamu keluar dari rumah sakit dulu baru pikirin yang lain"..dian.


"Humm,aku beneran minta maaf ya di,kamu jadi..."lisa.


"Iya aku maafin".dian meletakkan apelnya dan memeluk lisa.


"Tau gak di waktu aku pingsan yang pertama aku ingat malah ayahku"..


"Saat itu entah kenapa aku seperti di gendong olehnya"..ucap lisa menunduk.


"Yang bawa kamu kemari..".dian


"Iya saat didalam mobil samar samar aku melihat dan mendengar Regal bicara kepadaku".Dian.


"huum saat aku datang kesini dia juga masih disini,tau enggak waktu aku tanya suster katanya dia selalu nunggin kamu enggak tidur"..dian


"Mungkin dia merasa bersalah karena lalai menjaga kamu"..dian.


"Nanti kalau ketemu sama mas regal bilang maaf juga ya".dian


lisa hanya mengangguk dia tahu ini bukan salah regal,jadi dia bertekad nanti dia akan minta maaf.


Saat dian sudah pulang maka giliran sumi yang menjaga lisa.


Lisa heran kenapa Bodyguardnya tidak menampakkan sedikitpun batang hidungnya.


"makan dulu non"..ucap sumi.


"Humm"..lisa dengan lahap menerima setiap suap dari sumi.


Sudah sejak kecil lisa memang diasuh sumi, jadi sudah terbiasa jika dia disuapi olehnya.


"Bi hari ini boleh pulang,mas regal sudah siap jemput"? tanya lisa.


"Enggak non nanti pulang sama mang ogah"..jawab sumi.


"loh mas regal"??..lisa.


"katanya mas regal ada urusan non. jadi kemarin dia pamit,tak pikir nona sudah dikasih tau"!!.ungkap sumi.


lisa terkejut hatinya tiba tiba menjadi sesak,pikirannya menjadi kacau meskipun dia sedikit membencinya.


Tapi dalam beberapa minggu ini bodyguard itu memang sudah memberikan kesan baik padanya.


"+++(((((++++


Diperjalanan pulang lisa duduk di belakang bersama sumi,mang ogah menyetir namun dibelakang ada mobil yang mengikuti mereka dari rumah sakit.


"Tadi aku lihat mereka dari rumah sakit"??lisa bertanya kepada sumi.


"Iya non saya pikir mereka suruhan tuan besar,karena mas regal sedang pergi".jawab sumi.


Lagi lagi ada perasaan sakit ,bukankah ini berarti regal tidak lagi menjadi pengawalnya lagi,apakah pemuda itu pergi??


sesampainya dirumah lisa disambut oleh Dian dan kakak beradik cindy candra.


Candra dan cindy berhambur kepelukan lisa,lisa sangat senang meskipun sedikit kaget.


"Mereka akan tinggal bersama bi sumi di sebelah,kebetulan bi sumi punya dua kamar kosong"..ucap dian.


"Kak maafin kami,kami menyusahkan kakak"..ucap cindy.


"Aku enggak mau maafin kalian"..ucap lisa.

__ADS_1


candra dan cindy bertatapan mereka sangat sedih dan terkejut dengan jawaban lisa begitupun dian dan sumi.


"Kalo kalian enggak kembali sekolah dan kuliah,aku enggak maafin kalian"..ucap lisa melanjutkan.


Seketika mereka menangis dan memeluk lisa kembali.anggi yang masih kecilpun memeluk lisa.


++++++++


Lisa pun sudah mulai masuk kantor kembali, .cindy dan candra mulai sekolah kembali.


cindy membantu bi sumi mengurus rumah,meskipun lisa melarang tapi cindy merasa tidak enak ,karena lisa sudah membantu biaya mereka.


bahkan lisa berjanji kepada mereka untuk mengunjungi ayah mereka di penjara.


kedua bodyguard itu mengikuti lisa menggunakan mobil lain,setiap malampun mereka juga berjaga di rumah siregar.


Akhirnya lisa mencoba bertanya kepada mereka.


mereka yang mengetahui lisa berjalan kearah mereka, segera keluar dari mobil dan membungkuk.


"Kalian dikirim kakek"??tanya lisa.


mereka berdua bertatapan.


"Bukan non kami disuruh bos kami untuk menjaga nona lisa".. ucap salah satu dari mereka.


"Bos "??..tanya lisa bingung.


"Iya nona Bos fendi"..ucapnya.


"Fendi??.... Efendi gunardi?? lisa kaget.


"Benar nona"..ucap.mereka.


Lisa tidak.menyangka bagaimana seorang seperti efendi mau mengirim bodyguard untuk menjaganya.


dia teringat saat efendi datang ketempatnya,apa ini ada hubungannya dengan regal?? dia semakin penasaran.saat ingin menanyakan lebih lanjut merek atidak menjawab.


++(+++


Hari pertemuan dengan Baratayuda pun sudah tiba ,acara akan diadakan dihotel ternama di kota mereka. karena hari sebelumnya OCEAN sudah mengirimkan proposal kemereka.


Konsep acaranya tidak hanya pertemuan biasa, namun malah bisa dikatakan lebih kearah sebuah pesta..


Lisa dan Dian mewakili perusahaan mereka.


Lisa tampil dengan gaun merah dengan belahan dada sedikit rendah, dan juga gaun itu mewakilkan lekuk tubuhnya yang indah.


untuk dian menggunkan gaun warna ungu dengan bagian punggung sedikit rendah.


ada tiga kandidat yang sudah lolos seleksi termasuk OCEAN.dua perusahaan lain memilik track yang bagus di bisnis pengembangan dan pembangunan perumahan apalagi mereka juga perusahaan yang besar,menangani proyek proyek besar seperti ini adalah hal yang biasa.


Tidak ada yang tahu kenapa perusahaan kecil sekelas OCEAN mampu lolos hingga seleksi akhir.


"Kamu gugup lis,".tanya dian.


"Iya sedikit,"lisa hanya menjawab datar.


Lisa hanya mengangguk datar.


Pikiran lisa sedang tidak ada di tempatnya hingga dia tidak sadar seseorang sedang memanggilnya berkali kali.


Akhirnya dia memberanikan diri untuk menyentuh tangannya..


"Lisa.."ucap pemuda tampan membuat lisa akhirnya tersadar kembali.


"Oh maaf "..lisa.


"Masih inget aku enggak lis"..ucap pemuda itu.


Lisa sesikit mengeryitkan matanya untuk mengingat dan melihatnya dengan jelas


"Oh hendra"..ucap lisa.


"Iya "ucap hendra tersenyum.


"Aku gak nyangka saat melihat di undangan kemarin perusahaan kamu masuk kandidat"..ucap hendra.


"Selamat ya".ucap hendra kembali.


Lisa hanya mengangguk dengan sedikit senyum,memang benar ini adalah prestasi hebat siapa yang tidak kenal Baratayuda.


Siapapun yang menjadi rekan mereka ,selalu mendapat kesuksesan dalam usahanya.


Tapi lisa juga tidak bisa seratus persen berharap berhasil karena bagaimanapun mereka masihlah perusahaan kecil dibanding pesaingnnya.


Sudah sampai tahap ini pun lisa sudah bersyukur.


"Lisa ini"..ucap dian memberikan minumnya pada lisa.


"oh ini di kenalin hendra"..ucap lisa.


"Dian"..sambil menyalami hendra.


"Wah mas hendra mewakali perusahaan mana"??.tanya dian..


"Oh enggak aku disini dari penyedia material,kita hanya tamu undangan dan juga siapa tahu kalian yang menang aku bisa nawarin produk aku".ucap hendra sambil tersenyum.. meskipun dalam hatinya dia juga tidak berharap OCEAN akan memenangkan tender ini dilihat dari latar belakang mereka.


"Semoga berhasil ya lisa ,dian,aku ketemu klien disana dulu"..ucap hendra.


Lisa dan dian mengangguk.


dian menyenggol pinggang lisa dengan pinggangnya.


"Sebentar lagi sahabat gw punya pacar nih"..canda dian.


Lisa mengangkat bahunya sambil berjalan kearah orang orang.


"Hais ,malah pergi dia ganteng loh"..sentak dian.

__ADS_1


Jujur saja ini pertama kali lisa mengikuti acara besar seperti ini,bukan hanya perusahaan yang lolos seleksi yang datang pejabat,pengusaha bahkan artis pun datang.


"Selamat malam nona kecil,"seorang pria memakai jas biru didampingi assistennya berjalan santai dengan minuman di tangannya.


"Tuan efendi"??.ucap lisa.


Lisa yang mengatakan kalau pria yang pernah masuk ke ruangannya adalah efendi sangat terkejut.


Bagaimana mungkin lisa mengenal orang yang berada dalam lingkaran hitam seperti mereka.


Lisa teringat dengan dua pengawal yang terus mengawasinya,akhirnya dia bisa bertanya kepada bos mereka setelah pengawal itu tak satupun yang memberikan penjelasan.


"Kenapa anda mengirim orang mengawasi saya,apakah urusan kita sudah belum selesai"..lisa mengatakan ini karena regal sudah berjanji mengatasi masalahnya dengan efendi.


"tenang saja nona kecil,aku datang kesini juga untuk bisnis dan kalian nanti juga pasti membutuhkan kami"..ucap efendi..


Lisa dan dian bingung memangnya orang seperti mereka bisa menemukan peluang bisnis disini.


"Kalian pasti bingung,bagaimana kalau aku sedikit menjelaskan"..efendi menunggu persetujuan lisa.


Lisa menganggap tidak ada salahnya mendengarkan mereka.dia hanya mengangguk karena selain mereka tidak ada orang lain lagi yang mau mengajak mereka mengobrol.


karena menurut mereka OCEAN adalah kandidat terendah memenangkan proyek ini.


"Dalam proyek sebesar ini pasti akan menarik banyak minat orang,contohnya menawarkan produk material,dukungan bank bahkan orang seperti kami menawarkan jasa pengamanan"...ucap efendi membuat lisa berfikir.


"Untuk menangani hal besar tidak hanya cukup faktor internal perusahaan menjadi fondasi,tapi juga bantuan pihak eksternal".


"Jika saya tidak salah mereka pasti mencantumkan perihal jaminan keamanan proyek kan"..


"Itu sangat benar,ini bukan apa apa proyek sebesar ini jika tidak diamankan oleh pihak terkait ,apa anda yakin tidak akan ada "yang mengganggu".ucap enfendi menggerakkan tangannya memberikan simbol mempertegas.


Lisa mengerti dan kata kata efendi sangat masuk akal,jelas ini merupakan pengalaman baru baginya selama ini mungkin proyek yang dikerjakan olehnya memiliki skala kecil jadi hal seperti ini bukan menjadikan masalah.


"Selamat datang Tamu undangan,".ucap pembawa acara dipodium.


Lisa mengenali sosok itu adalah Christian.


"Terima kasih telah hadir dalam pesta kecil yang kami adakan,dan terutama buat ketiga kandidat yang akan bekerjasama dengan kami"..


"Kalian yang ada disini adalah yang terbaik dari yang terbaik,"Christian membuka amplop coklat yang yang berisi perintah dari atasnya.


"Jadi setelah kami menimbang dan mempelajari proposal yang sudah dikirimkan kepada kami"..ucapan christian membuat semua orang yang berada di ruangan tegang terutama ketiga kandidat.


"Maka kami ....mengundang Pimpinan OCEAN corp menandatangani kontrak kerja sama ini"..


Semua orang diruangan terkejut bagaimana perusahaan kecil ini bisa menjadi pemenangnya.tak terkecuali lisa dan dian mereka sangat senang tapi keterkejutan menutupi perasaan mereka.


Semua orang saling bertatapan.Lalu salah seorang melangkah maju menanyakan kepada Christian.


"Pak christian maaf tapi apakah kreteria pemenang tender ini"..ucap salah seorang undangan.


"Baik saya akan menjelaskan yang di tuliskan diamplop ini,ini adalah tulisan dari pemilik kami yang melihat proposal semua kandidat"..


Dalam beberapa tahun ini saya sudah bekerja sama dengan perusahaan besar.dan proposal kandidat semua sangatlah bagus akan tetapi OCEAN corp.saya melihat perusahaan ini menawarkan inovasi baru yang tidak saya temukan di kandidat lain.semua syarat pun bisa mereka penuhi


karena itu saya yakin inovasi baru yang ditawarkan oleh OCEAN akan memiliki daya tarik tersendiri untuk perusahaan kami dimata konsumen.


Sekali lagi Terima kasih untuk para kandidat yang tidak terpilih.


Mendengar ini penonton yang hadir dapat menyimpulkan bahwa metode atau cara perusahaan lain dianggap sudah kuno,mereka ingin memberi kesempatan pada perusahaan baru untuk bekerjasama.


"Wah beruntung sekali"..


"Wah liat apakah karena pimpinan mereka sangat cantik".


"iya atau jangan jangan ada "Main" dengan.."


ucapan itu keluar dengan liarnya membuat lisa dan dian yang mendengarnya menjadi panas.bukan kah Baratayuda sendiri yang menjelaskan kenapa mereka bisa menang.


"Sudah lis cepat naik keatas panggung,mereka hanya iri "ucap dian mengelus punggung lisa.


Lisa yang masih tidak percaya dan lututnya hampir lemas,akhirnya maju keatas panggung.


Setelah melakukan tanda tangan christian meminta tepuk tangan penonton.


Semua penonton bertepuk tangan tapi entah kenapa dari tatapan mereka ,mereka tidak ikhlas.


Setelah lisa menyalami Christian dan staff baratayuda mereka pun pamit.


"Sayang "ucap seorang pemuda merangkul dian.


"Sayang kamu ada disini,pasti nunggu lama ya"..ucap dian kepada Tristan kekasih dian.


"Enggak kok "..ucap tristan


"Oh ya lis kamu pulang sendiri enggak papa"?? tanya *dian.


"Huuu*, kalo gini aja pulang sendiri!"ledek lisa.


dian langsung memeluk lisa "Maafin ya"..


"Ya sudah besok jangan telat Kita rapat pagi pagi."ucap lisa.


"Siap bosku"dian memberi tanda hormat kepada lisa.


Merekan pun berpisah di parkiran.


Lisa yang masih antara terkejut dan senang tiba tiba berhenti berjalan.lisa.melihat dua pria saling adu pukul..


Pertengkaran itu semakin mendakat kearah lisa berdiri,kondisi di parkiran lantai tiga yang sepi membuat tidak ada yang memisahkan mereka.


Saat salah satu pria jatuh,lisa.ingin berbalik dan lari bersembunyi.


Pria yang berdiri mengambil pisau,membuat lisa semakin takut karena posisi lisa sudah berada dibelakang pria yang membawa pisau.


Tiba tiba pria itu berbalik dan mengarahkan pisaunya ketubuh lisa.lisa terkejut tiba tiba berada disituasi serumit ini.lisa hanya bisa pasrah dan memejamkan matanya.


Saat pisau hampir Mengenai lisa pergelangan tangannya ditangkap oleh seorang pemuda yang akhir akhir ini membuatnya kangen.

__ADS_1


Lisa menatap pemuda itu, ingin sekali dia melompat dan memeluknya karena Kangen.


__ADS_2