
"Nona"..ucap Regal menyadarkan tatapan lisa padanya.
setelah berdiri dengan tenang regal menarik lisa kebelakang punggungnya,dengan segera lisa memegang ujung baju regal dengan kencang.
Regal merasakan tangan lisa masih gemetar.
"Siapa pria bule ini"..ucap salah satu pengawal.
"Apa ada masalah" Ucap regal membuat ketiga orang disana sedikit terkejut meskipun tampang bule tapi bisa lancar bahasa..
"Dia sudah menampar bosku,sekarang dia harus tanggung jawab"..ucapnya..
"Tenang saja kita bisa urus dikantor polisi kalo memang harus kejalur hukum,lagipula disana ada CCTV " tunjuk regal kearah CCTV.
kedua orang berfikir kalo sampai diproses mereka lah yang salah karena menggoda gadis itu,tapi...
"Lalu kenapa dengan CCTV memangnya aku enggak kenal yang punya tempat ini"..ucap pria gemuk sambil tertawa.
"Sudah serahkan gadis itu padaku,dan kau enyah dari sini"..printahnya memberi kode kepada dua pengawalnya..
Merekapun dengan senang hati melaksanakan perintahnya.
Lisa semakin mempererat genggamannya.bagaimana tidak kedua orang itu berotot besar dan keliahatannya mereka tukang pukul jika dibandingkan regal ukuran mereka kalah jauh.
dalam keadaan seperti inidia menyesal tidak membawa pengawal sendiri.
"Mas ganteng enggak sayang mukamu babak belur kan,mending serahin dia sama kita"..ucapnya..
"In..ini namanya penculikan"teriak lisa.
Sementara regal hanya menunjukkan ekspresi datar tidak ada pergerakan apapun, ini yang membuat dua orang pengawal itu tambah semangat ingin menghajar mereka.
"Hahah dia ketakutan sampai enggak bisa ngomong apa apa"..
Saat salah pengawal itu ingin menangkap regal ,tiba tiba kepalanya dihantam sangat keras oleh tinju tangan kanan regal membuatnya seketika pingsan.gerakannya sangat lah cepat hingga tidak bisa.merespon.
"a..apa yang"..belum sempat pengawal yang satu melanjutakan ucapannya giliran kepalanya terkena tendangan ,membuatnya terjatuh hingga menghantam meja sampai hancur.
Lisa dan pria gemuk itu dibuat terkejut,sangat terkejut hingga mulut mereka terbuka mungkin jika telur bulat dimasukkan kemulut mereka,akan masuk dengan mudah.
Regal menarik lisa melewati pria gemuk.
"Apa yang terjadi".ucap penanggung jawab Restoran..
Dia diberitahukan pelayan jika ada ribut ribut lantai ruang pertemuan..
"Ada sedikit salah paham ,ini adalah kartu nama kami anda bisa menghubungi kami"..
"Kami akan mengganti biaya kerusakan anda".ucap regal dengan tenang.
Penanggung jawab hanya diam saja membiarkan mereka pergi toh mereka juga akan ganti rugi,dan tahu dengan baik siapa Alisa siregar karena friman siregar aering kemari untuk pertemuan.
Sementara pria gemuk itu masih terlihat emosi dia mengepalkan tangannya sangat kuat untuk menahan amarahnya..
Lisa yang dibelakang regal sambil digenggam tangannya hanya bisa menunduk, karena lagi lagi mengalami kejadian kekerasan..
Regal melepaskan tangannya dan segera menyuruh lisa masuk ,'kali ini dia duduk didepan disebalah regal.setelah mengencangkan sabuk kelisa dia segera bergegas mengendarai mobilnya pergi.
Diperjalanan Regal terus menggenggam tangan lisa yang gemetar.saat lisa tersadar dia ingin melepaskan tangannya namun regal terus menggenggam tangannya.
"Jika anda tidak tenang aku tidak akan melepaskannya."..ucap regal.
Akhirnya lisa berhenti berontak dan diam .air matanya mulai menetes..
Mereka berhenti ditaman kota.
Regal memberikan minuman soda pada lisa yang berdiri menunggunya.
"Kau selalu memberikanku minuman bersoda,kamu mau aku gemuk"..ucapnya
"Saat ini adrenalin membuatmu berdegup kencang soda akan mengurangi ketegangannya"..jawabnya.
"Bagaimana kalu kita jalan jalan kesana" sambil menunjuk ke arah air mancur".
"Memangnya aku anak kecil"..ucapnya kesal.
Regal segera berjalan meninggalkannya.
lisa segera mengejarnya dengan berlari..
"langkahmu terlalu panjang sedangkan aku."Belum sempat melanjutkan ucapannya Regal menggandeng tangannya kembali.
"Ih lepas"ucap lisa.
"Kalo nona melawan aku akan memelukmu disini"..ucapnya.
"A..apa"..lisa memerah..
akhirnya lisa pasrah karena sebenarnya digenggam oleh regal perasaanya sangat nyaman.
Regal hanya terseyum dan menggandeng lisa berjalan..
"Apa pria ini,perasaan apa ini kok rasanya seperti"..gumam lisa
"Bagaimana Nona bisa berurusan dengan anak buah efendi"??.. pertanyaan Regal membuatnya terkejut.
"Aku gak sengaja menabraknya,dia jalan sambil menelpon....eh dan kenapa kamu bisa tau kalo dia anak buah efendi"?..lisa
"Pria berbadan gemuk itu memiliki Tato mawar hitam di lehernya,itu adalah simbol kelompok mereka."..
"Lalu bagaimana sekarang kita sudah berurusan dengan mereka,mereka memang mengatakan kalo dia tangan kanannya efendi"..ucap.lisa khawatir.
"Aku rasa mereka tidak akan memperpanjang masalah ini,karena pemilik restoran merak juga seorang terkenal"..
"orang yang tidak mudah di intimidasi"ucap regal
__ADS_1
"Tapi dia bilang mereka berteman"..ucap lisa.
"Kalo mereka berteman dia pasti langsung menelpon pemilik restoran,nyatanya tidak"..regal.
"Aku tidak bisa berjanji akan melindungi mu sepenuhnya,tapi aku akan berusaha selalu berada disisimu".ucapan regal membuat lisa merah ada perasaan aman dari ucapan pria itu.
"cepat atau lambat anda akan berurusan dengan masalah seperti ini,karena suatu perusahaan tidak akan beroperasi jika tidak ada pengamanan dan mafia."..
"Saya peringatkan ini, karena mulai sekarang orang orang seperti tadi akan bermunculan ,anda harus siap menghadapinya.," ucap regal penuh Ketegasan.
"Kakek juga sempat memperingatkan hal ini pasti akan kualami"..ucap lisa yang masih khawatir tapi gemetarnya sudah hilang setelah mendengar kata kata Regal yang akan berada disisinya.
Regal melepaskan tangannya,Dia mengelus rambut lisa..
"Sekarang bukankah ada yang lebih penting untuk nona lakukan"?? ucap regal
lisa.memegangi kepalanya. see
"hiz untuk apa itu"gumamnya melihat Regal akan masuk kedalam mobil.
lisa ingin menelpon Dian mengatakan dia akan langsung pulang karena badannya tidak enak.setelah menelpon dian, regal mengambil Handphonenya.
"Apa yang kamu"..teriak lisa.
Regal menuliskan nomor handphonenya dan menghubungi nomornya.
"jangan lupa di simpan nomornya"..ucap regal menyerahkan kembali handphonenya.
lisa hanya mengangguk.
Di Club Mawar hitam.
Seorang Pria berbadan gemuk dengan tato dilehernya sedang meringkuk dengan luka disekujur tubuhnya,Sementara dua orang yang mengawalnya hanya bisa berlutut dan melihat kebawah.
"Beraninya kalian menerima job tanpa memberitahuku"Ucap pria yang sedang berdiri membelakangi mereka.
"Maaf kak kami pikir ini hanya pekerjaan kecil menakut takuti saja,tidak tahunya pengawalnya ..".Tidak sempat berbicara lagi karena seseorang menendang perutnya kembali,dia berteriak kesakitan.
"Siapa yang memberikan pekerjaan itu "?..
"Kami tidak pernah bertemu dengannya dia hanya memberikan setengah uangnnya, jika berhasil melukai atau membuatnya trauma dia akan membayar lima kali lipat"..
"Mulanya aku tidak percaya tapi kami mendapat uang muka sangat banyak"..
Pria itu berbalik dan mendekati mereka.Dia memegang wajah pria gemuk itu..
"Aku membenci penghianat,tapi aku paling membenci orang yang memukul anak buahku".
"Siapapun yang bekerja padaku dia adalah saudara,dan dia berani menghajar kalian berdua"..ucap EFFENDI GUNARDI.
Dua puluh tahun yang lalu dia pergi merantau di kota terbesar di indonesia..
berbekal ilmu beladiri dia pikir bisa mendapatkan sesuatu disana,dia bekerja serabutan hingga menjadi tukang pukul.
Sampai akhirnya dia melakukan pembunuhan,pencurian,keluar masuk penjara semua sudah dilakukannya.
Dia memiliki prinsip siapapun yang bekerja dengannya adalah saudara.salah satu sifat lain effendi adalah kegemarannya bertarung.
Dia akan memberikan kesempatan pada musuhnya untuk bertarung dengannya satu lawan satu ,sampai salah satu mati menurutnya itu adalah kesempatan terbaik untuk orang tersebut mempertahankan nyawanya.
tapi untuknya Dia melakukan ini untuk kesenangan,ada dorongan yang kuat memicu untuk melakukannya ,ada perasaan sangat puas saat melihat lawannya tak berdaya .karena sampai sekarang setiap duel tak pernah ada yang menang darinya.
"kalian berdua adalah anak buah terbaikku,bagaimana bisa dikalahkan dengan mudah apakah dia curang"?.tanya Efendi.
Keduanya saling menatap takut, jika salah bicara mereka ingin berbohong namun jika bosnya melihat CCTV dan mereka berbohong sama saja bunuh diri.
"Dia sangat kuat bos kami tidak punya kesempatan"..ucap salah satu pengawal yang sedang berlutut.
"Bawa gendut kerumah sakit obati lukanya"..ucap efendi.
"B.Baik bos"..mereka segera mengangkat tubuhnya.
+++!+
Hari berikutnya seperti biasa panggilan salma membuat Lisa terbangun.lisa susah tidur tadi malam kejadian kemarin masih membayanginya bagaimana jika effendi balas dendam satu pertanyaan yang membuatnya khawatir.
Tapi juga ada perasaan tenang saat berada disisi regal.entah kenapa dia mulai nyaman berada disisinya.
dia berlari akan menyibakkan tirai kamarnya sebelum mandi.namun selain itu juga untuk alasana lain..
tapi yang diharapkan tidak ada. Regal tidak berlatih pagi ini.."Kemana dia"?? gumamnya.
Setelah mandi lisa segera sarapan di ruang makan.
"Mas regal mana bi,mobilnya sudah disiapkan"??..tanya salma yang sedang menuangkan jus jeruk.
"Kata mas Regal nona berangkat sama mamang"..ucap salma.
Lisa terkejut dalam pikirannya jangan jangan dia melarikan diri .ekspresi lisa bertambah khawatir.
tiba tiba muncul panggilan dari nama BODYGUARD.
lisa segera mengangkatnya
"Hari ini anda berangkat duluan nanti, siang saya akan menemani anda makan siang"..Regal
"hah menemani makan siang,memangnya aku anak kecil"..Lisa
"Ya sudah nona makan sendiri saja,nanti pulang baru saya jemput"..regal
"Tunggu ,baiklah kalo kamu memaksa kita makan siang jemput aku"..lisa langsung menutup panggilannya.
"Duh aku lupa tanya dia lagi apa,Lah kenapa aku penasaran,enggak enggak".lisa menggeleng gelengkan kepalanya.
Saat memasuki kantor Dian belum datang akhirnya lisa duduk mempelajari berkasnya kembali sebelum rapat dengan kepalada devisinya,tapi konsentrasinya agak buyar karena masih mengingat ingat kejadian dengan anak buah efendi.
__ADS_1
Tok tok
"Ya masuk".ucap lisa.
"Bos ada yang mau bertemu".ucap Dian.
"Sudah buat janji"?jawab lisa..
"Belum tapi dia menyerahkan kartu nama ini"..ucap dian.
lisa melihat kartu namanya ,selain anak buah efendi akhir akhir dia tidak pernah memberikan kartu namanya.
Seseorang masuk keruangan Lisa.
"Ma maaf anda belum diijinkan untuk"..ucap dian, tapi lisa segera berdiri kemudian lisa memegang tangan dian.
"Kamu keluar dulu di".ucap lisa.
"Tapi Lis,aku panggil "..
"Tenang saja enggak usah panggil siapapun masuk.".. perintah lisa.
Dian segera keluar tanpa sepengetahuannya dia menghubungi Regal.
"Sialahkan duduk"..ucap lisa.
Sosok yang didepannya sangat berwibawa tapi aura kekejaman tidak bisa ditutupi..
"jadi anda sudah tau siapa saya"ucap efendi sambil tersenyum.sementara anak buahnya hanya berdiri mengawasi.
"Maaf tentang masalah kemarin pak efendi"..ucap lisa.
"ternyata saya sangat terkenal bahkan anda mengenal saya"..efendi tersenyum.
lisa sebenarnya merasa sangat takut menghadapi sendiri tapi bagaimanapun juga dia juga sudah terlibat.
"Nona anda pasti tahu , siapapun yang berani melukai saudara saya,saya tidak akan tinggal diam"..ucapan efendi mengintimidasi membuat lisa mengeluarkan keringat dingin ditangannya.
tapi dia malah mengingat ingat pesan regal ,suatu saat pasti akan menghadapi hal ini.
"Duh kenapa aku malah ingat pesan darinya".batinnya.
tiba tiba telpon berbunyi.
lisa melihat panggilan itu tertulis nama Bodyguard.
"Silahkan diangkat nona".ucap efendi.
lisa segera mengangkatnya
"Nona tolong di loudspeaker".perintah regal.
"Tapi disini"..lisa.
"Aku tahu lakukan saja"..regal
Lisa memencet tombol loudspeaker.
"Tuan efendi tidak perlu datang kesana menakuti nona kecil itu. karena aku sudah menunggu di meja dengan foto perempuan kecil membawa boneka beruang"..
seketika efendi berdiri dan segera keluar dari ruangan.
niat efendi adalah menakuti orang disini tapi sekarang ,ya baru sekarang ada orang berani mengancamnya.
Flashbackon
Di Club Mawar hitam
Dua pria pengawal efendi sangat kaget, melihat kedatangan pria yang menghajarnya dia datang kemari sendirian.
"Huh ternyata dia datang dengan sendiri"..ucap pengawal efendi. tapi mereka sangat takut melihatnya disini setelah kejadian kemarin,mereka tidak mungkin punya kesempatan untuk mengalahkannya.
"Aku ingin menunggu tuan efendi"..ucap regal.
"Panggil orang orang kita"..ucap salah satu pengawal.
orang orang dengan segera mengelilingi regal.
"Menunggu bos,boleh masuk tapi setidaknya dengan keadaan merangkak"..ucap pria sambil tertawa..
Flashback off
Sesampainya di club mawar hitam efendi sangat terkejut menyaksikan anak buahnya terkapar kesakitan.
"apa yang terjadi"Ucap assiten efendi..
Sementara efendi menatap kedalam club dimana pintu terbuka tapi ada sesuatu didalamnya..
"TIDAK ADA YANG BOLEH MASUK".ucap Efendi tersenyum,
tapi senyuman itu adalah senyuman mengerikan sudah lama assiten efendi tidak melihat Bosnya tersenyum seperti itu, auranya benar benar menakutkan.
Efendi masuk kedalam dan menutup pintu masuk..efendi berjalan keruangannya tapi dia tidak menemukannya disana.
dia mencari lagi dan akhirnya menemukan sosok yang dengan santai duduk dan meminum alkohol dari gelas.
Efendi melepas jas dan menggulung lengan kemejanya dengan wajah tersenyum.
sudah lama sejak dia merasakan perasaan ini jantungnya berdegub kencang karena rasa senangnya ,hasrat yang menginginkan pertarungan sampai mati itu kembali.
Regal dengan santai meletakkan gelas dan berjalan mendekati Efendi.
"Jika aku mengalahkanmu apa kau akan membantuku"..Ucap regal.
Efendi tersenyum dan merasakan hasrat membunuhnya benar benar dipuncak.
__ADS_1
"Kita lihat saja"..ucap efendi..
Efendi Gunardi seorang preman, residivis kriminal mendengar namanya saja orang ketakutan. tapi anak muda ini dengan tenang menatap wajahnya tanpa rasa takut sedikitpun.