
Ini gila bagaimana mungkin aku punya pemikiran ingin memeluk pria didepanku.
situasi yang tadinya membuatnya takut,berubah menjadi perasaan yang selalu di tolak lisa selama ini ,
perasaan menyukai dan merindukan seseorang.
Jujur saja saat melihat pemuda didepannya dia merasa semuanya sudah aman,dia bahkan hampir tidak teringat bagaimana dia hampir saja di tusuk.
Pria yang memegang pisau segera memberi perlawanan dengan melakukan tendangan kaki kanan.
Regal dengan cepat bergerak maju ke arah tubuh lawannya, menendang kaki kiri yang menumpu tubuh lawannya membuatnya terjatuh.
Regal segera memutar tangan lawannya, hingga pisau ditangannya terjatuh.
Sementara pria satunya yang berpura pura jatuh di tanah mulai berdiri.dengan perlahan dia mendekati temannya yang kesakitan.
Saat hendak mengeluarkan sesuatu dari punggungnya,regal juga sudah bersiap menghadapi situasi berikutnya.
sebuah Mobil membunyikan klakson berjalan dengan dengan cepat,karena jalananan untuk parkir mobil yang sempit dan kecepatan mobil tinggi membuat regal segera berdiri kearah lisa.
Regal segera mendekap Lisa dan langsung bergerak menghindar.suara rem berdecak sangat keras.kedua orang teesebut segera memasuki mobil van itu.
Regal hanya mendekap lisa dan membiarkan mereka pergi.
Perasaan lisa benar benar bercampur aduk disatu sisi dihampir saja mati,disatu sisi dia bertemu kembali dengan pria ini.
Meskipun dia juga tidak tahu persis dengan perasaan nya namun yang pasti saat didekat pria ini hatinya menjadi hangat,perasaannya menjadi bahagia.
Setelah melihat keadaan aman regal menjauhkan badannya,
"Nona apa ada yang terluka"..tanya regal.
Lisa hanya menggelengkan kepalanya, tiba tiba saja kakinya lemas regal kembali memegang pinggangnya.
Dia mengendong lisa dengan gaya bridals,
"Aku enggak papa,enggak usah kayak gini turunin"..teriak lisa terus berontak.bagaimana jika orang orang melihat pasti dia akan sangat malu
Regal hanya diam saja kemudian tatapannya berubah menjadi dingin.ini membuat lisa sedikit takut akhirnya dia melingkarkan tanganya ke leher regal dan menurut saja dengan Bodyguard nya itu.
sesampainya di mobil lisa Regal menurunkan lisa.
Tangan regal meminta kunci tanpa mengatakan apapun lagi.
hingga sampai dirumah pun regal tidak mengatakan apa apa.lisa juga tidak bertanya lebih jauh karena sepertinya perasaan regal sedang buruk.
Saat regal membukakan pintu lisa keluar dan berjalan masuk kerumah tapi langkahnya berhenti.banyak sekali pertanyaan dibenaknya kejadian tadi misalnya kenapa tiba tiba seseorang mau menusuknya.??
akhirnya lisa mengumpulkan keberaniannya dan bertanya.
"Dari mana saja kamu sebenarnya,bagaimana bisa kamu ada di hotel"??ucap lisa berbalik ke arah regal yang kembali akan memasuki mobil.
Tapi regal hanya membuang mukanya dan kembali masuk kedalam mobil.
Lisa terkejut dengan sikap regal,sikapnya seperti anak kecil yang marah...ya marah karena tidak di turuti permintaannya...itulah gambaran regal dimata lisa saat ini.
Lisa mengehentakkan heelsnya kemudian berbalik masuk kembali ke rumah.
Didalam kamar setelah membersihkan diri dia segera merebahkan diri diranjang.banyak kejadian hari ini dari bertemu efendi,berhasil menang tender,bahkan hampir mati kena tusuk.
Tapi bertemu dengan regal kembali adalah yang paling membuatnya senang.
"aku kenapa sih"batinnya ,segera dia menutupi tubuhnya dengan selimut dan tertidur.
Keesokan harinya lisa terbangun tidak seperti hari biasanya yang selalu dibangunkan sumi,karena setiap weekend lisa meminta sumi membangunkannya agak siang jadi dia bisa beristirahat lebih lama.
banyak sekali kejadian beberapa minggu ini.dia teringat ucapan kakeknya ,
"saat memimpin perusahaan nanti tidak perlu kau apa apa kan ,hanya ikuti arahan dari para bawahan kakek"..
"Jika dipikir pikir mungkin ini yang dikhawatirkan kakek,nyatanya selama ini aku tidak pernah menuruti mereka"..
"Ahhh tapi aku sudah sejauh ini".batin lisa sambil memeluk bantalnya.
Tenggorokannya yang kering dan ingin segera dibasahi membuat Lisa turun kebawah, dengan penampilannya belum mandi dia menuju dapur.
Lisa melihat Regal sedang duduk dan menikmati makanannya.lisa mengambil gelas dan mengisinya dengan air dari teko di meja tempatnya makan.
Melihat Regal yang hanya diam membuat lisa bertanya
"Kamu sebenarnya kenapa"??..ucap lisa membuat pandangan regal beralih padanya.
Laki laki itu berdiri mendekati lisa yang masih memegang gelasnya.
Insting lisa membuatnya mundur dan berakhir menyender dengan tembok.melihat tatapan regal yang seperti ingin "Memakannya" membuat Lisa menelan salivanya..
"Ke.. ke kenapa ?""..ucap lisa tergagap.
Regal terus mendekat kemudian meletakkan kedua tangannya ditembok dengan posisi mengunci lisa didalamnya.
"Apa nona takut denganku"??.ucap regal.
"A.a.apa yang kamu"..lisa.
"Kenapa??hanya itu pembelaan nona !!"..tatap regal intens.
"Pem..pembalaan"??mak.maksudnya"??..bingung lisa.
"Nona selalu berbuat seenaknya, ceroboh,bertindak dengan tidak hati hati,"
"saat nona ditangkap,nona terluka,nona menangis.dan itu adalah kegagalan bagi saya"..
"dan Nona bertanya aku kenapa??.
regal semakin maju hingga menghimpitnya.
Lisa yang ketakutan mencoba mendorong dada bidang regal.dia membenci dirinya saat ini karena baru pertama kali ini seorang pria membuatnya tidak berdaya.
__ADS_1
"Apa nona-"regal melihat lisa gemetar.
Regal menarik kedua tangannya kembali,dia mengusap lembut rambut lisa..
"Maaf saya menakuti nona"..
Regal hendak berbalik meninggalkan lisa.tapi ujung kaos regal di tarik dengan kencang membuatnya terkejut.
"Ini semua salahmu"??.ucap lisa.
"Aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk bergantung pada diriku sendiri"..
"Aku selalu berusaha sendiri untuk mendapatkan keinginanku"..
"Tapi tiba tiba semua terasa sulit kucapai sendirian"..
"kau datang dan selalu ada disana untuk membantuku"..
"Aku...aku jadi semakin bergantung dengan mu,bahkan dalam pikiranku jika ada regal pasti semua bisa diatasi"...lisa berkaca kaca, ini pertama kalinya dia berbicara dengan seorang pria menggunakan semua perasaannya.
"Apa yang terjadi denganku aku sungguh tidak tau"...lisa
"Ini aneh saat kaubtidak disisiku aku kesepian,saat kau didekatku aku bahagia"..
Kedua mata mereka bertatapan,regal yang melihat mata gadis itu berkaca kaca membuat nya merasa bersalah.
"Lalu sikapmu yang diam membuatku semakin..."ucapan lisa terhenti saat ada pintu terbuka..
"Eh non sudah bangun"..ucap sumi.
ini membuat lisa berpura pura memasukkan kepalanya kedalam kulkas..
sedangkan regal berpura pura sedang mencuci piring..
"Oh iya bi ,baru saja aku mau minum"..ucap lisa.
"Mau bibi siapin makan"??. sum i.
"nanti bi aku mau mandi dulu"..ucap lisa menampilkan wajahnya pada sumi.
"Loh non wajahnya merah sekali"..sumi mencoba memegang kening lisa.
"Enggak bi aku cuman habis olahraga,aku mandi dulu"..lisa cepat cepat pergi keatas.
"Duh aku kenapa sih,tadi benar benar memalukan"..gumam lisa sambil menutup mukanya.
+++---++++
Saat lisa sarapan seseorang menyelinap dari belakang dan menutup kedua matanya..
"Mau di pecat"??ucap lisa.
"Ih enggak seru !!"..desah dian.
"kenapa enggak nebak bi sumi,cindy "..dian.
"Oh gimana kalo mas regal"..ucap dian.
Membuat lisa tersedak dan langsung mencari air minum..
"Ih jangan jangan kamu lagi ngayal sama mas regal ya"..ledek dian.
"Sicomel ini kalo ngomong kemana kemana"..sambil mencubit pipi dian.
"ampun ampun"..pinta dian.
"tumben kemari ada masalah apa"?.kembali meminum airnya.
"Temanin aku ya"??.pinta dian sambil memijit pundak sahabatnya.
"temenku ngadain pesta pertunangan disana,karena tristan enggak bisa ikut aku sendirian"..rengek dian.
"Jadi aku cuman cadangan"..Gerutu lisa.
"kamu kan pacar kedua aku"Sekarang dia memeluk lisa dari belakang dan mencium pipinya.
"Awas nanti keblablasan"..lisa menarik wajahnya.
"Aku enggak bisa,soalnya harus menyiapkan buat presentasi besok,kita menang tender besar loh"..ucap lisa.
"Ini cuman kayak party biasa kok enggak ada formal formalnya,liat aja aku cuman pakai dress "..sambil memutarkan tubuhnya.
"Di aku beneran harus menyiapakan.."
dian memanyunkan mulutnya.lalu tiba tiba dian terpikir sesuatu.
"oh iya aku ngajak mas regal saja"..ucap dian sambil berlari kecil ke rumah asissten dibelakang..lisa melotot kearah dian.
+++++
"Ayo donk mas sebentar saja, lagian lisa katanya cuman dirumah kok"..sambil menarik lengan regal.
Lisa tiba tiba masuk ke dalam rumah assisten.
dian dan regal langsung menatap kaget.ini pertama kali selama hidup lisa menginjak kan kaki di rumah itu.
lisa menatap dian yang menarik narik regal entah kenapa perasaannya tidak nyaman.
dian melihat lisa memakai dress
"Kamu ikut lis,"ucap dian berlari mendekat lisa.
"Setelah kupikir sepertinya aku butuh liburan,aku putuskan nemenin kamu dech"..sambil mengelus rambut dian yang sedang memeluknya.
dian mengeratkan pelukannya.dian menatap regal
"Oh mas regal ikut kan"..ucap dian menatapnya.
__ADS_1
"Baik saya ganti baju dulu, silahkan nona tunggu dimobil saja"..ucapnya datar.
Didalam mobil hanya dian yang banyak bicara dia menceritakan masa masa sekolah hingga dia pertama kali bertemu lisa.Regal hanya mendengarkan walaupun kadang diapun tersenyum dibagian cerita yang menurutmya lucu.
Sementara lisa hanya malu malu ketika dian menceritakan bagaimana sahabatnya itu meskipun sangat dingin dan galak tapi banyak pria yang mendekatinya,meskipun pada akhirnya mereka harus menyerah karena ditolak lisa.
Mereka pun sampai di sebuah taman yang khusus digunakan untuk acara.
Saat masuk ke gerbang hamparan bunga bunga di sepanjang jalan membuat pemandangan semakin indah.
"memang acara tunangan siapa "..ucap lisa.
"hmm sekarang baru nanya,...ini itu tunangannya sandi"..ucap dian..
"Sandi..?"..lisa
"Putra Roni tandean.."ucap dian.
"Yang bener??"..lisa terkejut.siapa yang tidak kenal tendean pemilik stasiun tv,pertambangan minyak,emas, bahkan dimata orang orang keluarga tendean dan keluarga Baratayuda lah yang dianggap menguasai semua bisnis strategis di Indonesia.
"Wah temenku ini ternyata kenal orang besar, tapi enggak mau ngenalin ke aku".ucap lisa sambil merangkul leher dian.
"Heheh sebenarnya temenku itu yang ceweknya si carla,dia temenku"..lanjut dian.
Dari parkiran terlihat banyak sekali mobil mewah,sudah terlihat kelas ekonomi seperti apa yang yang berada dipesta itu.
"Sepertinya saya hanya akan menunggu disini saja"..ucap regal.
Dian menarik lisa untuk masuk kedalam.
"Ok mas regal tunggu di sini saja ya"..ucap dian.
lisa hanya menatap regal tanpa mengatakan apa apa.
"Ayok lis kita temuin dulu orang yang bakal bertunangan"..ucap dian sambil menggandeng lisa.
sandi dan carla sedang berbincang dengan para tamu,hingga akhirnya dian dan lisa menyapa.
"Selamat ya la"ucap dian sambil menyerahkan kado hadiah.
"Makasih dian"..ucap carla sanagt senang.
Meskipun berdandan dengan sederhana tapi aura kecantikan lisa tidak bisa disembunyikan.banyak sekali menerima tatapan menggoda dari laki laki.
Setelah menyapa dan sedikit berbincang dengan yang punya acara mereka berdua pun mencoba menikmati acaranya.
"Lis ini kesempatan cowok disini lihat ganteng tajir dan kaya raya kan".ledek dian.
"Ayo dong lis kamu coba sedikit aja membuka hati,kamu mau selamanya hidup sendiri?".sambungnya.
Banyak pria pria yang ingin mendekati dan menyapa kedua gadis itu,tapi lisa menghindari mereka.
"Alisa siregar dari OCEAN"??..ucap seorang pria.
Lisa dan dian langsung menengok ke arah pria itu.
Pria mendekat sambil membawa segelas minuman ditangan kanannya.wajah tampan dengan rambut cepak dan garis tegas di bagian dagunya.lisa dan dan dian sedikit bingung.
".kita bertemu saat pesta Baratayuda"..ucap nya sambil mengulurkan tangannya.
"Perkenalkan saya Gyan dari SAVE ."..ucap gyan.
"Lisa..".lisa juga mengulurkan tangannya dengan pandangan datar.kemudian gyan juga menyalami dian.
kali ini lisa tidak bisa menghindarinya lagi.
"selamat karena OCEAN bisa memenangkan tender itu,kalian benar benar luar biasa"..gyan dengan sopan tersenyum.
"Kalo mas Gyan bisnis apa,kemarin datang ke sana juga kan??.ucap dian.
"Kami memiliki jasa dibidang keamanan,kami bisa menjamin keamanan nona dan bahkan perusahaan nona tentunya"..gyan tersenyum.
"Maaf kami sudah memiliki bodyguard dan kemanan , permisi saya harus melanjutkan".. lisa menggandeng dian pergi.gyan baru pertama kali menerima sebuah penolakan dan sikap kasar seperti itu membuatnya kesal.
"Di kita pulang aja yuk,"Pinta lisa.
"ok,tapi sikapmu tadi kenapa".dian.
"Kenapa terburu buru".ucap gyan yang ternyata mengikuti mereka.
"Kita bisa mengobrol sebentar kan!!"..lanjut gyan kali ini dua orang mengikutinya dari belakang.
Situasi berubah menjadi tegang,sepertinya gyan tipe orang yang suka memaksa.
"maaf tapi kami harus pulang ".ucap dian meskipun sedikit gugup tapi lisa memberanikan diri.
Gyan tersenyum dan mendakati keduanya.
Seseorang menarik tangan lisa dan mendekatkannya kepunggung lebarnya.
Regal juga memberikan isyrat agar dian mundur kebelakangnya.
Gyan terkejut dan melihat regal dengan tajam.
Bahkan kedua matanya tidak terlihat ketakutan meskipun kedua orang bawahannya berbadan besar.
Keduanya bertatapan sedikit lama,membuat ketegangan tersediri di sekitanya.
"Nona kita pergi dari sini"..regal berbalik dan mengajak lisa dan nona pergi.
"Siapa namamu"..ucap gyan terdengar jelas.
Regal tidak berhenti dan terus menuntun mereka pergi.
"Haruskah"..gyan memberi isyarat agar tidak melanjutkan.
"Kita biarkan mereka kali ini"..gyan tersenyum menatap mereka pergi.
__ADS_1