Mr Bodyguard

Mr Bodyguard
Kerjasama??


__ADS_3

Pelukan lisa sangat erat ,regal ingin membalas pelukannya namun jika dia tak mengangkat tangannya polisi bisa mengartikan lain.


Tetap tenang dan menuruti perintah polisi adalah pilihan yang terbaik.


"Nona anda baik baik saja" tanya regal yang menatapnya.


Lisa mengangguk tapi enggan melepaskan pelukannya.beberapa saat kemudian polisi sudah membereskan tempat itu.


" pergilah obati luka nona disana "..tuntun regal yang diikuti polisi dibelakangnya.


Polisi menyuruh lisa menjauh dari regal namun lisa menolak dan bersikeras akan disisinya sampai pengacara perusahaannya datang.


"Nona kami harus membawa dia kekantor"..ucap salah satu pak polisi.


"Nona tenanglah saya tidak apa apa, dampingi nona dian yang masih shock"..regal memandang dengan tenang meyakinkannya.


"Baik lah" lisa berlari kearah dian.


Dian terlihat ketakutan, seorang polisi wanita menenangkannya.


"Di "ucap lisa memeluk dian yang masih gemetar.


"Lis..Lis." dian ingin mengatakan sesuatu namun lisa membelai rambutnya.


"Sttt kamu tenang dulu,gak usah banyak bicara dulu"...dian terkejut melihat dian yang sangat tenang,berbeda dengan dirinya.


Sebenarnya lisa juga mengalami apa yang dialami dian,meskipun situasinya berbeda tapi akhir akhir ini lisa terus mengalami hal yang juga menakutkan.


orang yang mengalami hal yang sama berulang ulang dia akan lebih tenang dan terbiasa menghadapi masalah yang sama.dalam hal ini situasi hidup mati sudah lisa rasakan.


bisa dikatakan sekarang dia sudah terbiasa,tapi rasa takut tetaplah ada.


Regal dibawa menuju mobil polisi dengan tangan di borgol.lisa yang melihatnya ingin menghampirinya namun seseorang mencegahnya.


"Sebaiknya anda tetap disini nona".ucap seorang polisi dengan kumis tebal yang sudah mulai memutih.


Melihat seragamnya, lisa sedikit terintimidasi,tapi kumisnya membuat penampilan gagahnya runtuh seketika.


"Kenapa dia ditahan dia enggak salah,aku akan menemaninya"..tantang lisa.


"Kalo memang dia tidak bersalah kenapa mesti takut nona,"Ucap pak polisi kumis.


"Lalu kenapa dia di borgol dia kan bukan penjahat dia Bodyguard saya"..lisa sedikit membentak.

__ADS_1


"dia melumpuhkan 4 orang sendirian,bagaimana kalo anak buah saya kenapa napa"..?? ucapnya santai.


"Itu memang tugas nya sebagai bodyguard".lisa menatap pak polisi kumis.


"Hahah,prosedurnya seperti itu nona"..pak polisi tersenyum.


"Lis tenang dulu mas regal pasti gak papa,lebih baik kita panggil orang kantor saja nanti kita ketemu di Kantor polisi"..ucap dian memegang tangan lisa.


pak polisi kumis terseyum dan meninggalkan mereka.lisapun menuruti dian agar dian tidak semakin takut.


++++


Di kantor polisi.


Regal duduk di ruangan dengan cahaya lampu tidak terlalu terang hanya ada satu meja dan dua kursi.dia duduk dengan tenang sesekali mengamati kaca besar disampingnya dan juga dua buah CCTV di pojok ruangan.


Seorang masuk keruangan tersebut berjalan dengan santai dan akhirnya duduk berhadapan dengan regal.


Ternyata Pria itu adalah polisi berkumis yang tadi berdebat dengan lisa.Dia mengekuarkan sebungkus rokok mengambil satu dan menghisapnya.


"Saya Jamal saya bertanggung jawab atas dirimu sekarang".


Regal dengan tenang hanya mengangguk.


"Kamu sudah menjadi WNI selama 5 tahun,tapi anehnya tidak keterangan apapun selain nama dan alamatmu saja"..regal hanya diam.


"Kalau kamu hanya diam saja aku takut nona lisa semakin dalam bahaya"..seketika aura regal berubah dia mendekatkan tubuhnya kedepan.


"Hahah"..jamal tidak terintimidasi dengan regal.


"Saya memiliki ijin sebagai pengawal bahkan senjata yang saya pakai juga berijin lengkap, kenapa menahan saya,catatan Saya juga bersih dikepolisian lalu apa "..ucapan regal terhenti saat jamal memberi isyarat berhenti dengan tangannnya.


"Baru bicara sedikit tentang nona kecil itu kamu sudah kepanasan,ya"..ucapnya santai.


"Sebaiknya kamu duduk dengan tenang dan dengarkan saya dan semoga kamu mau bekerjasama"..lanjutnya. regal mulai tenang setiap kata yang diucapkan jamal sangat tenang tidak ada sedikitpun tersembunyi acaman berbahaya.


Jamal berdiri


"Semua kamera sudah dimatikan tidak orang dibalik kaca itu "dia menghentakkan kedua jarinya kemudian kaca disamping mereka menjadi tembus pandang,dan benar tidak ada seorang pun di baliknya.


"Di negara ini ..bukan maksudku di dunia ini, uang adalah segalanya,apa yang tidak bisa dibeli dengan uang ....dengan kata lain siapa yang memiliki uang dialah penguasanya ".


Jamal duduk di meja dekat regal kemudian mematikan rokoknya tidak ada rasa takut sedikitpun,bahkan dia menurunkan kewaspadaanya pada regal.

__ADS_1


"Tapi sepertinya uang tidak bisa membeli dirimu"..?


"Apa aku benar".tatap jamal.


Regal hanya diam menatap nya.


"Kau telah merasakan perasaan antara hidup dan mati,di neraka duniapun bahkan aku yakin kau sudah melewatinya"..ucapan jamal kali ini membuat regal tersenyum.


"Kau akan melakukan apa saja untuk nona kecil itu,tapi apa dengan kemampuan mu dan efendi kau bisa melakukannya"..regal terkejut jamal mengetahui semua tentang dirinya,bahkan efendi.


"Aku memberikanmu penawaran untuk melindunginya,aku memberikan janjiku akan tetapi apa kamu bisa mempercayaiku"..ucap jamal terdengar oleh regal bersungguh sungguh.


"bagaimana aku bisa mempercayaimu "regal mengangkat tangannya yang terborgol.


Jamal mengerti maksudnya kemudian dia segera membuka borgol ditangan regal tanpa curiga sedikitpun.


regal dengan sangat cepat bahkan meskipun jamal melihatnya dia tidak bisa memberikan reaksi apapun kepadanya.


dalam sekejap regal berdiri kebelakang tubuh jamal melingkarkan tangan kirinya di kepala jamal dan tangan kanannya memegang pistol di pinggul jamal tanpa mengeluarkan dari sarung tangan.


Ruangan tiba tiba terbuka dengan cepat beberapa orang masuk dan menodongkan senjata api kepada mereka.


Regal terseyum


"Kau saja tidak mempercayaiku"??.ucapnya.


"Hahah mereka tidak mendengar apapun,insting mereka saja yang ingin melindungiku"..ucap jamal tenang.


"Lalu mereka melihat dari mana "..regal menatap orang orang yang masuk keruangan.


"Jadi bagas adalah mata matamu ya"..ucap regal kembali.


Bagas terpaksa membongkar penyamarannya dia merasa sedikit menyesal.


"Tidak ada yang harus di sembunyikan lagi jika ingin bekerjasama kita juga harus tau kan siapa teman siapa musuh"..jamal memberi isyarat menurunkan senjata mereka.


satu persatu mereka saling menatap dan akhirnya menurunkan senjata mereka.


"Keluarlah kalian sepertinya sekarang dia sudah mau bernegosiasi denganku".ucap jamal tersenyum.


regal melepaskan jamal kemudian perlahan mengambil rokok dimeja dan menyesapnya.


"Baiklah ayo bekerjasama"..ucap regal tersenyum diikuti tawa jamal lepas membuatnya terlihat lucu dengan kumisnya yang naik turun.

__ADS_1


__ADS_2