Mr Bodyguard

Mr Bodyguard
Putri Herman??


__ADS_3

OCEAN


Lisa sedang rapat dengan kepala devisi, dia menjelaskan hasil pertemuan dengan baratayuda.


Mereka benar benar terlarut dalam pembahasan baratayuda,tapi berbeda dengan lisa konsentrasinya sedikit terganggu,kejadian tadi pagi membuat nya khawatir.


Meskipun regal mengatakan baik baik saja, akan tetapi rasa takut dan khawatir membuatnya tidak fokus.


"Lis lisa"..sentak dian sambil memegang tangan lisa.


"Iya di kenapa...".tanya lisa.


"Kamu yang kenapa sepertinya enggak fokus kamu sakit"???.dian.lisa hanya diam tidak.menanggapi.


" pria tadi siapa sepertinya bukan orang sembarangan"..lanjut dian..


"udah kita fokus lagi"..perintah lisa. Regal sudah mengatakan semua akan baik baik saja.dia hanya bisa mempercayai perkataan nya saja.


Club Mawar Hitam


Regal dan efendi saling Menatap tidak ada satu pun yang membuat gerakan, keduanya saling membayangkan langkah mereka untuk menyerang.


Dalam benak efendi pemuda dihadapannya ini bukan orang biasa,ketenangan dan konsentrasinya sungguh luar biasa bahkan menurutnya dia tidak memiliki celah.


Tapi ini membuat efendi tambah berdesir rasa senang luar biasa,dia tidak sabar untuk menghancurkan pemuda didepannya ini.


Efendi mulai bergerak gerakannya sangat cepat,tangannya membentuk cakar ingin mencabik cabik musuh didepannya ,tubuhnya sedikit membungkuk menambah kecepatan serangannya.


Regal yang melihat gerakan efendi terkejut dalam sekejat efendi sudah berada dibagian tubuh bawahnya.


Regal berusaha menendang efendi,tapi dalam sekejap efendi mampu menghindar dengan gesit dan mengubah gerakannya menjadi tinju.


Reflek regal yang baik mampu menangkis tinju yang hampir mengenai wajahnya.


gerakan efendi tidak berhenti dia terus menyerang Regal,gerakannya benar benar sangat cepat mampu mengubah serangan pukulan menjadi tendangan ataupun sebaliknya.


Ini membuat regal kuwalahan hingga terdesak di meja bar.saat menyadari musuhnya terpojok efendi berhasil menangkap pinggangnya.


dengan posisi menyeruduk di bergerak maju menabrakkan punggung kemeja berulang kali.


"Kau tidak bisa lolos bajin**n kecil"..ucap efendi kemudian mendorong jatuh regal..sekarang posisi efendi ada diatas pemuda itu.


Semua pukulan di lancarkan kearah regal dengan sekuat tenaga oleh efendi.dia berniat mengakhiri ini dengan cepat.


Regal menangkis semua pekulan efendi dengan kedua tangannya menutup wajahnya..


efendi yang sesikit mengendur dimanfaatkan regal dengan mengunci kepala efendi dengan kedua kakinya.


"Hahah habis sudah kau baj**gan kecil"..efendi mengangkat tubuh regal.


selanjutnya memutar kaki regal ,dengan tubuh regal masih dibawah, efendi melemparkannya hingga membentur meja sampai hancur.


""Ada apa bajin*** kecil"..hanya segini saja.


"Bantan"? ucap regal..sambil berdiri dengan perlahan lahan.


Efendi sedikit terkejut "tidak kusangka kamu mengetahui bela diri ini"..


"Gerakan yang dapat berubah dan sangat fleksibel seperti gerakan hewan di hutan".


"Bantan adalah beladiri yang mengunci tubuh bagian bawah lawannya,dengan begitu lawannya bisa dihabisi dengan sekali serangan".ucap regal yang kemudian melepas Jasnya..


"Benar batan diajarkan turun temurun oleh leluhurku,di pedalaman hutan bukan hanya manusia saj guruku tapi juga hewan hewan hutan,".


"Apa kau tau makna seni bela diri Bantan,Bantan digunakan untuk melindungi keluarga,orang yang dicintai dan KAU BERANINYA TELAH MEMBUAT KELUARGAKU TERLUKA"..Efendi kembali dengan ganas menyerang Regal kali ini gerakannya seperti harimau.


Regal bergerak menghindari efendi dengan gerakan kaki yang lincah..


efendi terus menyerang dengan pukulan membabi buta gerakannya seperti kera,Regal hanya menghindari semua pukulan efendi dengan gerakan kaki seperti seorang petinju.


Karena pukulan efendi yang tidak kunjung mengenai sasaran,bahkan hanya sekedar menangkap regal saja tidak berhasil,ini membuatnya kesal..


"Pemuda ini sangat cepat gerakan kakinya juga berubah ubah ,aku tidak memprediksi kemana arah dia menghindar"..gumamnya.


Dia tidak mempedulikannya lagi .lagi dan lagi terus menyerang kali ini efendi sedikit merendahkan tubuhnya dan bergerak cepat menyerang regal.


Tiba tiba efendi kehilangan keseimbangan.


Hingga akhirnya dia terjatuh.saat hendak berdiri tiba tiba lututnya menjadi sakit.


"Gerakan seperti hewan membuatmu cepat kelelahan ,apalagi dengan membungkuk akan menambah beban dikakimu"..


"Karena beban ditubuh atas terlalu besar, lututmu yang harus menanggungnya.mungkin jika lawanmu tertangkap kau bisa menghabisinya".


"Tapi jika tidak bisa menangkapanya dengan cepat maka .."ucap regal terhenti.. melihat efendi bergerak kearahnya mengarahkan tinjunya.


Batan memang bela diri yang sangat mematikan,tetapi manusia akan bertambah tua seiring berjalannya waktu.


Stamina manusia juga menurun,jika pengguna bela diri batan mampu mengalahkan musuh dengan cepat itu tidak masalah


akan tetapi jika lawan mampu bertahan dalam waktu yang lama,tentu saja Batan sudah tidak efektif.


jika usia efendi 10 tahun lebih muda mungkin dia bisa saja tak terkalahkan,namun sekarang musuhnya bisa bertahan dari serangan pertama yang langsung menghabiskan staminannya dan tenaganya.


Efendi sudah mengetahui hal ini,dia juga tidak menyangka pemuda ini mampu bertahan dari serangannya.tapi dia tidak bisa berhenti sekarang.


Efendi Tetap melakukan gerakan menyerang dengan dorongan yang kuat dari hatinya dia bergerak sangat rendah untuk meningkatkan kecepatan serangannya, kali ini sepenuh tenaga efendi melancarkan tinjunya.


Regal mengubah gerakan kakinya untuk menghindari pukulan efendi,benar saja pukulan dengan tenaga penuh efendi tidak dapat mengenai wajah regal.


Efendi yang sudah kehilangan keseimbangan tubuhnya,tubuhnya sudah kelelahan ini adalah batas maksimal dia penggunaan tubuh ini.dan sekarang dia hanya bisa melihat Saat giliran regal menyerang ,pukulan dari bawah kearah dagu efendi membuat suara sangat keras didalam ruangan..


BRAKK.


Seketika gigi dan dan darah keluar dari mulut efendi..

__ADS_1


efendi mencoba susah payah untuk berdiri.sangat sulit bahkan mustahil setelah menerima upper cut dengan telak di daerah dagu..


Namun efendi dengan susah payah berdiri,tapi tangan dan tubuhnya tidak bisa bekerja sesuai keinginannya.


Pandangannya menjadi kabur,seolah yang berdiri dihadapanya adalah orang yang sangat dirindukannya.


Flashbackon


"Kepala adat sebelah memperingatkan bapa kamu memukul beberapa pemuda disana ya"..ucap pria paruh baya dengan kumis tebal.


"Mereka sudah mengganggu salah seorang orang tua teman aku,teman aku juga di hajar sampai parah"..


"Bapa pernah bilang melindungi saudara adalah inti dari ajaran BATAN"..tegas efendi..


Bapa efendi sangat senang dengan jawaban putranya.


"Kalo begitu ikut bapa"..mereka keluar dan berjalan sampai keperbukitan..mereka dapat melihat penduduk desa mereka.


"Apa yang kamu lihat"..tanya Bapa efendi.


"Bapa mereka hidup dengan biasa saja lalu mati".ucap efendi


"Hahahh,fendi kamu masih ingin pergi kekota...anakku kita hidup dari alam dan akan kembali ke alam kamu benar kita memang disini hanya untuk hidup dan lalu menunggu mati, tapi mereka yang ada dibawah adalah saudara,bukan hanya mereka tapi Hewan dan tumbuhan kita di takdirkan menjaganya"..


"penduduk desa tidak diijinkan keluar desa karena keturunan dan leluhur kita sudah bersumpah akan tinggal didesa ini untuk menjaga alam"...


"Tapi ayah dengan ke kota kita pasti juga bisa membantu desa"..


"Sudah lah anakku besok adalah test terakhir duel untuk menjadi pimpinan desa"..


"Kamu memang masih muda tapi bapa yakin aku sudah pantas memimpin desa"..


Di hari Duel itu efendi kabur ke kota dia mencari peruntukan disana,ternyata kota tidak sesuai harapannnya.


kekejaman,kemaksiatan,dan hal lain berbanding terbalik dari kehidupannya di desa.


dia memulai sebagai anak jalanan tapi berkat BATAN .sedikit demi sedikit dia meraih kejayaan.dia mengumpulkan banyak sekali anak buah bahkan anak anak jalan hampir semua di bawah kendalinya cukup mudah baginya menemukan informasi dari sana.


Namun ada yang mengganjal di hatinya,perasaan bersalah,perasaan kecewa,perasaan menyesal..


akhirnya dia menyadari perasaan itu adalah janji duel terakhir dengan ayahnya.


Setelah empat belas tahun dia kembali kedesanya,tapi ayahnya telah meninggal, keluarganya pun telah pergi entah kemana.


Desanya pun telah berubah, kini arus modern masuk kedalamnya.


Bahkan pemuda disana sudah tidak ada lagi yang belajar BATAN.


Sejak saat itu dia selalu dibayang bayangi sosok ayahnya.memberi kesempatan lawannya untuk hidup dan bertarung satu lawan satu adalah salah satu alasannya untuk merasakan DUEL.


Bahkan setelah dia memiliki kekuarga dia tak pernah terpuaskan akan hasrat DUEL.


Meskipun sekarang berada dalam keagungan, namun keinginannnya sekarang adalah berada diatas bukit dan ber DUEL dengan bapanya.


Sedikit demi sedikit kesadarannya kembali matanya mulai terbuka.efendi memandangi sekelilingnya dia melihat pemuda yang mengalahkannya sedang merokok dan berdiri dihapannya.


kondisi efendi saat ini sedang tergelerak bersandar meja bar .Regal mendekatinya dan menaruh sebatang rokok dimulutnya.


Setelah menyalakan rokok efendi,regal berdiri menatap efendi.


"Aku juga tidak tahu siapa yang menyuruhnya,dan aku tidak akan mengganggu nona kecil itu lagi"..ucap efendi.


Ucapan efendi benar benar sungguh sungguh,menjadi seorang preman,gangster maupun krimanal tak menjadikannya seorang yang suka mengingkari janji..


"Aku ingin menemukan orang ini,"..regal memberikan foto yang dicetaknya kepada efendi. foto seorang penjual sayur disamping OCEAN yang dia dapatkan dari security lobi.


"akan aku usahakan"..ucap Efendi.


dia menyerahkan sebuah amplop berisi uang,


"ini adalah uang muka dan minuman itu"..ucap regal.


"Lalu biaya pengobatan ku dan saudaraku bagaimana"??.tatap efendi.


"Mereka menyerangku duluan"..jawab regal santai sambil menggembuskan rokoknya.


"Sepertinya mereka bukan orang biasa,mereka bergerak tanpanl sepengetahuanku".ucap efendi sambil menghembuskan asap dari mulutnya.


"Kita lihat saja"..ucap regal berjalan ke luar dari ointu belakang.


Efendi hanya tersenyum menatap punggung regal yang semakin menjauh.


OCEAN


lisa menyelesaikan rapatnya hari ini dengan cepat,dia mondar mandir melihat jam tangannya menunggu sosok Bodyguardnya di lobi.


"Apa aku telpon polisi saja sekarang"..gumamnya.


pesan masuk:


"Nona makan siang dimana " regal.


"Kamu dimana ".. lisa


"Di parkiran kantor"..regal


lisa bergegas menuju parkiran,regal memang tidak memarkirkan mobilnya di parkir khusus direktur dan staff tinggi tapi memilih parkir bersama pegawai.


Regal yang sedang duduk melihat lisa menengok ke kanan dan ke kiri mencarinya,tanpa sadar dia tersenyum melihat tingkah gadis itu.


Hingga akhirnya mereka berdua bertatapan.lisa sedikit berlari kearah Bodyguardnya itu.


Lagi lagi Lisa menampilkan senyumannya yang menawan kearah pemuda itu. saat lisa semakin dekat jantung pemuda itu juga berdegup kencang.


Saat menatap Senyuman gadis itu mata regal tidak berkedip,semuanya seperti bergerak lambat.

__ADS_1


Regal berdiri


"Kenapa anda berlari",??ucap regal.


"Kamu bagaimana dengan mereka bagaimana dengan...".Regal menutup Mulut lisa dengan telapak tangannya.


Lisa berontak dengan mencoba memukul mukul tangan pengawalnya.


Pegawai serta staff yang berada diparkiran yang melihatnya bertanya tanya apa yang sedang terjadi pada bos dan pengawalnya itu.


"Pasti nona sedang memarahi Pak regal"..


"iya kasihan pak regal lagi lagi dijadikan pelampiasan kemarahan nona"...


+++++++


Regal keluar dan segera membukakan pintu masuk untuk bosnya.Lisa segera menghilangkan penasarannya dan segera masuk kedalam mobil.


lisa dengan gelisah memainkan tangannya ingin mengetahui kejadian tadi pagi,namun masih bingung memulai pembicaraan.


"Semuanya sudah diatasi ,sekarang kita fokus dengan proposal BARATAYUDA"..


"Hah semudah itu bagaimana kamu melakukannya"..tanya lisa.


"Uang"jawab regal.


"Aku memberikan mereka kompensasi dan mereka setuju sekarang masalah sudah selesai"..lanjutnya.


"Apa kamu yakin"..tanya gadis itu kembali.


"Sangat"..dengan cepat dibalas regal.


Lisa tidak menyangka urusan seperti ini juga bisa diselesaikannya dengan mudah..


"Mungkin benar kata kakek, orang ini bisa diandalkan"..ucap lisa dengan hati yang berdegup lebih cepat.pandangan Lisa mengenai Regal sekarang sudah sedikit berubah, pria ini memberinya kesan baik sekarang.


"Sekarang kita akan kemana".tanya Regal dengan datar ,sambil fokus menyetir..


"Karena aku sedang merasa baik hari ini,kamu yang pilih tempat makannya"..ucap lisa.


"Okee"ucap regal..


Lisa mendengus mengaharapkan jawaban panjang karena lisa memperlakukan regal dengan baik,namun pemuda ini memang pelit bicara..


Regal berhenti disebuah jalan kecil.dia mengajak lisa berjalan di trotoar


"Kamu sengaja mengajakku jalan ditempat licin biar aku ajtuh kan"..ucap lisa kesal.


Lisa baru pertama kali datang ketempat seperti ini,apalagi menggunakan heels membuatnya susah berjalan.


"Karena itu saya disini"..regal mengulurkan tangannya.


"ini karena jalan kecil jangan pikir macam macam".. ucap lisa..


"apa mungkin pria ini sedang menggodaku..gumamnya


Sepanjang jalan lisa dan regal bergandengan tangan.


Mereka sampai di kios "Bakaran".


"Disini,aku .."Sebelum melanjutkan ucapannya Regal menariknya ke dalam.


Sampai didalam ternyata tempatnya bersih ,meskipun tidak ada pending udara.


Seorang Gadis muda berumur dua puluh tahunan berjalan kearah mereka,dia sedikit terkejut melihat penampilan mereka.


Tidak seperti biasanya tempat makannya di datangi orang kelas atas.


"Selamat datang" sambil memberikan buku menunya.


Regal terus menatap gadis muda itu.


lisa yang menyaksikan regal terus melihat gadis itu berteriak.


"Cumi Bakar,minumnya es jeruk manis"..


Gadis pelayan dan regal menatap Lisa.


"Apa"??.ucap lisa melotot ke mereka berdua.


Regal kembali menatap pelayan itu


"Saya samakan saja" ucapnya.


"Baik ,ada pesanan lagi"??tanyanya.


Regal dan lisa menggeleng.


dengan tissue lisa membersihkan mejanya.


"Kamu mengira aku pasti enggak sanggup makan disini kan,kamu menguji apa status berpengaruh padaku"..ucap lisa.


Regal hanya tersenyum.


"Dulu Ayah dan ibu juga sering mengajak aku makan disini,kamu pikir orang seperti apa"??..


"orang manja,rasis,punya harta...aku beritahu aku enggak pernah peduli hal seperti itu"..ucap lisa menatap regal.


"Dan kau apa dia kekasihmu,matamu hampir copot saat menatapnya"..lisa


"Ibunya meninggal karena sakit kanker,ayahnya masuk penjara,keluar dari kuliah untuk membiayai kedua adiknya"..ucap regal perlahan dengan tenang.


"Jadi benar kamu kenal dia ,lalu kepana kamu menceritakan ..eh tapi...".lisa kaget terkejut,setelah dipikirkan cerita itu cocok dengan kejadian yang beberapa minggu lalu dialami nya.


"jangan katakan Di.. di..dia putri pak herman??"lisa bergetar menyampaikan pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2