Mr Bodyguard

Mr Bodyguard
Wanita seksi.


__ADS_3

Semalaman lisa menangis hingga tertidur ,Tidak menyangka regal akan mengucapkan kata kata yang menurutnya merendahkan dirinya.


Dian sedang tidak kekantor jadi dia harus berada dikantor dan mengheandle semua sendiri.


Sebenarnya lisa juga masih shock ditambah lagi kejadian dengan regal membuatnya ingin rasanya dia tidur saja mengunci diri di kamar.


saat turun kebawah dan bertemu dengan regal dia menjadi malas dan kesal,ditambah lagi sikapnya yang datar seolah olah tidak menyesal semakin membuatnya marah.


Lisa duduk diruang makan dilayani oleh cindy.


"Kak mau tambah rotinya"..ucap cindy yang melihat lisa agak sedikit kesal.


"Cukup rotinya, mana bi sum"?..


tanya lisa.


"Oh mbok lagi kerumah mantunya mau minta ijin kakak,tapi tadi malam kakak dikamar terus.. jadi enggak berani minta ijin".


lisa hanya mengangguk jika memang ada urusan penting.. dia memang mengatakan pada bi sum tidak perlu ijin ,lagipula ini berarti dia harus diantar regal lagi,karena pasti bi sum diantar suami tercinta.


"Gimana dengan kuliah kamu"?..tanya lisa.


"iya kak sekarang dah mulai terbiasa,dan semua lancar itu berkat kakak".balas cindy tersenyum tulus.


"Kalo kamu sibuk dikuliah enggak usah ikut bi sum,fokus kamu belajar"..perintah lisa.


"Iya kak,ini enggak ngeropotin kok"..


"Kakak sudah di tunggu mas regal didepan"..


entah kenapa mendengar nama regal saja membuatnya malas. lisa hanya mengangguk pasrah.


Di pikiran lisa sekarang sudah sangat ingin memanggil taxi,tapi jika dia menghindarinya maka akan terlihat dia tidak dewasa seperti anak kecil..


Regal yang melihat lisa berjalan keluar rumah segera membukakan pintu untuknya.Sambil menunduk lisa langsung masuk kedalam tanpa berkata apapun.


diperjalanan mereka berdua tidak mengatakan apapun,rencananya setelah dari kantor dia akan langsung kebank karena kemarin sempat tertunda takutnya jika ditunda lagi pihak bank akan menganggap tidak profesional.


"Nona aku ingin meminta maaf"...ucap regal membuat lisa menoleh kearah depan setelah dari tadi hanya melihat kearah jendela.


"Yang saya ucapkan tadi malam memang tidak pantas,saya hanya melakukan apa yang harus saya lakukan".

__ADS_1


"Semua tindakan saya adalah berdasarkan amanat tuan Firman,jika selama ini nona tidak berkenaan saya tidak bisa berbuat apa apa".


"Tapi satu yang pasti saya telah berjanji untuk melindungi nona,ucapan saya tadi malam adalah emosi saya karena keraguan pada kemampuan saya melindungi nona".


"haruanya Saya tidak terbawa perasaan dan selalu melindungi nona tanpa mencampuri urusan selain itu ".


"Berjanjilan nona akan menuruti saya jika menyangkut tentang keamanan sepert janji nona waktu itu"..tegas regal menatap spion untuk melihat wajah lisa.


Lisa tidak menjawab hingga mobil berhenti di depan lobi kantor.regal segera membuka pintu.


"Kamu benar ..kita tidak usah mencampuri urusan mengenai pekerjaan, kamu hanya fokus pada keamanan ku".


Wanita mandiri seperti lisa di bujuk dengan cara bersabar,setidaknya dengan mengakui kemampuannya mungkin dimasa depan lisa akan terbuka pemikirannya.


++++()++++


Di sebuah club terkenal saat orang orang sedang melepaskan penatnya dengan menari atau minum.di ruang yang terletak di lantai paling atas sekelompok orang berkumpul.


Seorang berdiri melihat kearah jauh keluar cakrawala,membelakangi beberapa pria yang terlihat ketakutan hanya dengan melihat punggung lebarnya.


tidak ada yang pernah tahu apa yang sedang dipikirkannya namun auranya menjelaskan dia sedang dalam keadaan murka.


sambil menggoyangkan gelas wine ditangannya.


Seorang berkata dengan sedikit gemetar.


"Lawan kita baratayuda sangat kuat tuan muda dia melindungi gadis itu dengan sangat hebat,kami bahkan kehilangan beberapa orang hebat kami dalam sekejap"..


"belum lagi kita harus menjaga rahasia kita dari agen agen pemerintah menemukan keberadaan sembara akan sangat susah"


"Benar tuan muda meskipun kita mendapatkan gadis itu memancing sembara keluar juga akan menjadi pekerjaan yang menyulitkan".ucap seorang yang lain.


gelas wine yang berada ditangannya tiba tiba pecah Pria yang dipanggil tuan muda itu berbalik.pandangan orang orang menjadi ketakutan auranya sangat hebat tidak mampu ditandingi oleh mereka.mereka hanya bisa menunduk tidak berani menatapnya.


Tiba tiba pintu kamar diketuk dalam sekejap meredakan ketegangan mereka,seorang wanita sangat cantik dengan rambut sebahu kulit putih ,dengan mengenakan gaun merah dan belahan dada seksi,memperlihatkan dada besarnya yang ingin menyembul keluar.


hanya orang yang disebut tuan muda yang menatapnya,sedangkan yang lain masih menunduk karena mereka tahu telah membuat marah tuan muda.


Melihat jari tuan muda berdarah wanita itu memasukkannya kemulutnya.


"tidak perlu melukai dirimu sendiri sayang,ijinkan aku menemui gadis itu"

__ADS_1


"Aku tidak akan membuatmu kecewa ,seperti sebelumnya aku selalu berhasilkan"..ucapnya seksi ketelinga tuan muda.seyuman wanita itu terlihat sangat mempesona tatapannya adalah cinta kepada tuan muda.


++++


Setelah selesai di kantor lisa bersiap pergi kebank, dia sempat ragu untuk menelpon regal tapi agenda harus tetap berjalan.


"Kita pergi kebank"..segera menutup telponnya setelah berbicara membuat regal menghembuskan nafas kasarnya.


Tiba di Bank Central kota.


Lisa dengan langkah percaya diri masuk disusul regal dibelekang membawa tumpukan berkas,karena dian tidak hadir maka sepertinya regal harus mau membantu membawakan barang barangnya.


Sampai disana dia disambut seorang wanita cantik dimana dia adalah manager bank itu.


"Selamat siang nona lisa senang akhirnya bisa bertemu dengan anda".ucap Manager dengan Tag name bernama Vanesa.


Ucapannya sangat lembut namun suaranya terdengar seksi.


"Halo Ibu Vanesa,panggil saja lisa senang bisa berkenalan dengan Ibu"..sahut lisa.


"Baik lisa kalo gitu panggil Aku Vanesa donk"..


"Kita ngobrolnya santai aja yah usia juga enggak beda jauh kok".. lisa memandang vanesa dengan tatapan kagum dapat di lihat vanesa orang yang sangat menyenangkan jelas saja ini adalah pekerjaannya membuat nasabah menjadi nyaman.


Regal hanya memandang iteraksi mereka dengan datar,tapi saat tatapan mata Vanesa bertemu dengan regal vanesa sesikit terpana,


baru kali ini melihat pria bule menjadi assisten perusahaan lokal..


"Halo saya vanesa "ucapnya memberikan tangannya.


"Regal " namun saat hendak menarik tangannnya kembali vanesa sedikit menariknya menggoda.salaman itu jadi sedikit lebih lama.


Lisa hanya menatap mereka tidak meberikan ucapan apapun


"Kami sudah membaca dokumen dan persyratan yang kami ujakan juga sepertinya OCEAN bisa memenuhi"sambil mengambilkan cangkir ke hadapan lisa lalu menuangkan teh panas kedalam teh cangkir tersebut,kemudian dengan langkah seksinya vanesa berjalan ke regal yang duduk disofa sambil menuangkan teh panas ke cangkirnya dia sedikit membubgkuk disebelahnya seolah menunjukkan belahan dada besarnya pada pria ganteng itu.


Kejadian itu membuat Lisa menjadi sedikit kesal,karena tingkah vanesa seolah dengan sangat terang terangan menggoda Bodyguardnya itu.


Tiba tiba saja Vanesa tergelincir dan menjatuhkan tubuhnya kepangkuan regal cangkir yang ada dimejapun tumpah mengenai kemeja dan baju mereka berdua.


"Kenapa sih wanita ini gatel sekali" umpat lisa didalam batinnya.

__ADS_1


Beraambung..


__ADS_2