
Kakekmu menyuruh saya kesini dan membawa nona bersama ,dia menyerahkan semua keputusan kepada nona"..
"Silahkan nikmati pesanan anda"..ucap gadis pelayan.
Regal tersenyum padanya.sedangkan lisa hanya diam menatap gadis itu menyajikan makanannya.
"Aku ingin bicara denganmu sebentar"Lisa menarik tangan gadis pelayan itu keluar.
Semua pengunjung dan pelayan lain menatap tingkah lisa,
"Maaf kenapa mbk.. apa salah saya saya mohon..".ucap gadis itu akhirnya mereka sampai diluar.
sejak kematian ibunya dan kejadian dengan ayahnya. beberapa minggu ini dia kerap kali mendapat cacian, hinaan,bahkan siksaan dari lingkungan tempatnya.
"Maaf mbk salah saya apa "..ucap gadis itu sambil mengatupkan kedua tangannya ,air matanya mulai menetes meminta ampun.
"Kamu enggak salah".ucap lisa suaranya sedikit bergetar.
"Saya alisa Siregar Pimpinan OCEAN"..ucap lisa yang membuat terkejut gadis itu.
wajahnya berubah dari ketakutan menjadi tatapan penuh marah dan kesal,karena orang ini ,dia kehilangan kedua orang tuanya.
Meskipun dia tahu perbuatan ayahnya salah, tapi tidak dapat disangkal perasaan amarah lebih mendominasi.
Dalam hatinya dia ingin menerjang dan mencekik orang didepannya.
tiba tiba Lisa memeluk Gadis itu membuatnya terkejut.
"Ayahmu...,aku yang salah aku tidak bijaksana menyikapi keadaan"..
"Sekarang aku tahu bukan hanya ayahmu,ibumu,tapi aku juga menghancurkan masa depan kalian"..ucap lisa.
gadis itu masih bingung bagaimana menyikapi keadaan yang sekarang,tetapi yang jelas kemarahannya masih meluap luap.
"Bisakah kita bicara dirumahmu"..ucap lisa memohon.
"Tolong Aku mohon."ucap lisa memegang kedua bahu gadis itu..
gadis itu pasrah dan akhirnya hanya mengangguk dengan air mata yang terus menetes,begitupun air mata lisa yang tak terbendung.
Teringat bagaimana dia juga kehilangan ibu dan ayah kandungnya,membuatnya semakin terisak.
++++
Regal sudah menyelesaikan pembayaran mereka akhirnya membawa gadis itu menunjukan rumahnya..
"Siapa Nama kamu"??tanya lisa.
"Cindy "..jawab cindy tidak tahu harus memanggil wanita disampingnya apa.
"Panggil saja aku kakak,usia kita tidak jauh beda"..terangnya.
"I.iya kak"..jawab cindy.
Setalah itu lisa hanya merangkul cindy.cindy bisa merasakan ketulusan dimata dan sikap lisa.
menerima perlakuan seperti ini cindy sedikit luluh,dalam hatinya apakah tujuan wanita ini tulus meminta maaf atau hanya ingin mengejek juga.
Mereka berhenti didepan sebuah gang kecil.mobil tidak bisa memaksakan untuk masuk ,harus diparkir di depan gang.
"Kamu tinggal disini?"..tanya lisa.
"Rumah yang lama sudah dijual kak,kami tinggal bersama paman kami"..ucap cindy.
Lisa kembali merasa bersalah,mereka berjalan dan sampai didepan rumah.
terdengar suara tangisan anak kecil dari dalam rumah yang kelihatan kecil itu,membuat cindy berlari masuk kedalam.
"Ada apa cand" tanya cindy pada seorang remaja berusia 14 tahunan yang sedang memegangi anak perempuan kecil berusia 8 tahunan.
"Mereka memukul anggi karena aku enggak ngasih uang hasil kerja aku dipasar"..ucap candra.
candra tidak melanjutkan sekolah sehingga dia bekerja menjadi kuli di pasar.tiap kali dia pulang bibi nya selalu merebutnya
hari ini candra berniat tidak mengasih uang hasil kerjanya,anggi adiknya malah menjadi korban.
"Diam kamu anak tidak tahu di untung sudah numpang .itu uang buat biaya sewa kalian dan juga ,bayaran cindy buat makan kalian,mengerti"..ucap Desti bibi dari cindy.
Rumah yang ditempati desti dan suaminya harsa sebenarnya diberikan oleh herman.karena sifat harsa yang suka main judi dan desti yang mata duitan tapi tidak mau bekerja.
Desti dan harsa memiliki anak satu tapi Vanessa sifatnya juga seperti ibunya.dia selalu menyuruh Cindy dan candra untuk mencari uang.dan dianya sendiri malah menghamburkannya untuk jalan dan belanja.
Cindy sudah muak tapi mau bagaimana lagi hanya disini keluarga yang tersisa untuk menampung mereka.
"maaf Ibu kenapa sangat kasar pada anak kecil".ucap lisa.
membuat yang ada disana memandang lisa heran.
"Siapa anda".ucap desti yang memandang lisa. dalam sekejap dia langsung sadar pakaian dan penampilannya yang cantik dan anggun membuatnya semakin kesal.
"Anda pasti dari bank ya??,Sudah aku bilang aku gak punya uang kamu lihat aku juga harus mengurus anak anak tidak berguna ini"..bentak desti.
Lisa hanya diam, tapi diam menahan kemarahannya.
"Saya bukan dari bank ibu saya... saya temannya pak herman"..ucap lisa sedikit berfikir tentang identitasnya.
"Oh teman herman kamu gak tau kalo dia itu masuk penjara karena korupsi"..ucap Desti yang mulai menurunkan suaranya.
Lisa heran apa begini sikap mereka jika orang bertamu harusnya mempersilahkan masuk.tapi orang ini malah membentak tamu.
"Ibu ada apa".suara centil seorang gadis saat berjalan mendekati ibunya.matanya tak berkedip memandang sosok Regal.
"Guanteng banget"..batin Vannesa
__ADS_1
"Ini temannya pamanmu "..ucap desti.
Lisa yang sudah mulai kesal memandang cindy.
"Cindy ayok kemasi barangmu ikut sama kakak".ucap lisa membuat semua yang disana tercengang.
Ini tentu saja membuat Desti kaget ,jika cindy dan candra pergi tentu saja tidak ada setoran masuk.bahkan dalam waktu dekat dia mau menikahkan cindy pada bos pemilik rumah karaoke.tentu saja dia di janjikan sejumlah uang.
"Enak saja memangnya kamu siapa"..teriak desti kembali.
"Dia itu keponakan aku jadi dia harus ikut aku,memangnya kamu punya hubungan apa hah"..nada suara Desti kembali meninggi.
"Kamu memang punya hubungan darah tapi perlakuanmu kepada mereka tidak mencerminkan kalian itu orang yang harusnya melindunginya".lisa tidak mau kalah dia juga meninggikan suaranya.
Keduanya tidak mau mengalah dalam beradu argumen..
"Sudah cukup kak,"teriak cindy.
Membuat lisa terkejut.
"Bibi benar kakak bukan siapa siapa aku,kakak cepat pergi saja dari sini"..ucap cindy.
Sebenarnya keluar dari tempat ini adalah sesuatu yang sangat paling diinginkannya saat ini.
Tapi dia juga tidak mengenal dengan Lisa,bahkan dimatanya lisa masih lah orang yang memisahkan dia,adik adiknya dengan ayahnya.
"Cindy apa yang..".Regal mencegah lisa dan menariknya dari sana.
"Apa maksud kamu kenapa kamu menarik ku seperti ini"..ucap lisa sambil mencoba melepaskan tangannya yang digenggam regal,namun usahanya sia sia karena genggaman pemuda itu sangat kuat.
"Kalo nona masih seperti ini cindy akan semakin membenci nona,"..
"kejadian ini berlangsung tiba tiba,kira kira apa yang ada dipikiran anak itu"..
"jika memang Kita ingin membantunya ,kita harus mendekatinya dengan pelan pelan"..Ucap regal yang perlahan melepaskan genggaman lisa perlahan lahan..
+++
Diruang kerja lisa masih kepikiran dengan masalah ini.
Tok tok
Masuk".. ucap lisa.
"Permisi nona".. bagas berjalan mendekati lisa dengan membawa dokumen.
"Maaf nona saya ingin menyampaikan sesuatu,"..ucap bagas.
"Duduklah"..lisa memberikan kode anggukan kepadanya.
"Mengenai Baratayuda untuk memasukan indikator keuangan didalamnya saya meminta tambahan personil"..ucapnya.
"Saya baru bekerja menggantikan pak herman. meskipun saya selalu membantu pak herman tapi kepasitas sebesar ini saya tidak bisa terburu buru"..
"Maaf nona saya tidak bermaksud.."
"Tidak apa apa katakan saja"..tegas lisa
setelah menatap wajah bosnya dia menjawab
"Dia akan dengan mudah mengerjakannya nona,saya tidak melebih lebihkannya tapi memang kemapuan pak herman sangat luar biasa dalam hal ini"..Bagas memandang lisa kembali takut jika gadis itu tersinggung.
Tapi tidak ada rasa marah atau kesal dimatanya.
"Ya sudah nanti aku pertimbangkan,kamu usahakan dulu bekerja sendiri"..perintah lisa.
"Baik nona,saya permisi"..ucap bagas lalu keluar rungannya.
"Lisa ..."ucap dian.dian sudah mengetok pintu tapi tidak juga menjawab.
"Kamu ini kenapa sih dari tadi pagi enggak konsen,ada masalah apa sebenarnya"..tanya dian.
Lisa menutup wajahnya dia menangis.
"Di sebenarnya masalah pak herman aku yang salah"..tutur lisa.
Dian hanya diam tidak menjawab ingnin mendengarkan penuturan temannya itu.
Flashbackon
Saat itu herman benar benar membutuhkan uang dan datang kepada lisa.dia mencerirakan dia menjual rumahnya tapi uangnya juga belum cukup untuk biaya istrinya.
Namun lisa yang baru beberapa bulan menjawab ingin menunjukkan kapasitasnya sebagai seorang pemimpin,dia mengatakan kepada herman perusahaan tidak dapat memberikan pinjaman lagi kepada pegawai.
Sebanarnya ini steategi lisa dengan tidak memberikan pinjaman ke pegawai. dia berharap uang itu bisa digunakan untuk operasinal perusahaan.
Tidak ada maksud dari lisa untuk mempersulit pegawai ,justru dia berharap operasional itu untuk meningkatkan fasilitas pegawai.
Beberapa hari kemudian ternyata herman melakukan tindakan yang paling dibenci lisa, yaitu berkhianat dengan cara korupsi.
Falshbackoff
"Sudahlah lis kamu juga tidak ada maksudkan".ucap dian mengelus punggung lisa yang masih sesenggukan.
"Dia juga berbuat salah sama kamu kan,dia.."
Dian menghentikan ucapannya segera saat lisa memeluknya.
"Sudah di aku ingin tenang dulu".. Ucap lisa dipelukan dian..
Lisa pulang bersama rega di sepanjang jalan hanya menangis,regal hanya membiarkannya saja.
Hari ini banyak sekali kejadian lisa tertidur di mobil.
__ADS_1
Lisa merasakan kendaraan yang di tumpanginya berhenti,dia pun bangun.
Regal membuka kan pintu untuknya,lisa keluar dan langsung masuk kedalam.
"Non lisa kenapa mas,"..tanya sumi
"sedang kecapean bi" jawab regal datar.
"Maaf mas hari ini belum masak ,soalnya tadi mantu masuk rumah sakit karena lahiran"..
"Saya masakin sekarang .."..lanjut sumi.
"enggak Bibi bisa pulang .. nanti biar kita pesan makanan"..ucap regal.
"Tapi mas".. sumi.
"Iya nanti saya kasih tahu nona"..regal
"Baik mas.."balas sumi yang kelihatan capek karena dari siang menjaga mantunya lahiran.
Setelah mandi dengan air hangat tubuh lisa lebih rileks.dia baru ingat dia belum makan.
dia pun turun hendak makan, dari atas tercium wangi masakan.
"Tumben bi sumi baru masak" batinnya.
Saat di dapur dia tidak melihat bi sumi ,akan tetapi punggung seorang pria sedang menuangkan makanan kedalam piring.
"Duduklah" pinta regal membawakan makanan ke meja.
Lisa mengamati masakan yang dibuat pria itu,dia heran bagaimana seorang pria bisa masak dengan bentuk sebaik ini baunya juga wangi..
"Bi sumi mana "??.tanya lisa sambil menyendok daging cincang dan sayur buatan regal.
"Sepertinya ada keperluan pribadi,beliau sudah izin pada ku"..regal
"Ini enak banget".."kamu memang mengejutkan "..ucap lisa sambil terus menikmati makanannya.Regal juga segera menyantap makanan buatannya.
"Hari ini harusnya aku mentraktirmu"??..ucap lisa.
"Anda bisa mencuci piring"??.tanya regal.
"Mungkin hanya itu hal baik yang bisa aku lakukan"..
Mereka berdua berdiri sejajar sambil mencuci piring.lisa yang menyabuni dan regal yang membilas,perasaan lisa sangat lega sekarang.
Herman dulu salah seorang kepercayaan tuan firman,karena itu beliau sangat terkejut saat dia melakukan korupsi"..
"Aku sudah menyelidikinya semua yang di ucapkan herman memang sebenarnya,karena pada dasarnya dia orang yang baik"..
"Tuan firman percaya nona pasti bisa membuat keputusan terbaik"..lanjut regal.
"Huum aku sudah mengerti"..ucap lisa sekarang tatapannya berubah menjadi percaya diri kembali.
Tadi malam tidur lisa benar benar sangat nyenyak,kata kata regal seperti membuatnya lebih percaya diri.
Setelah bangun dia langsung menyibakkan tirai untuk mendapatkan sinar matahari.
Selain itu juga melihat sosok yang sedang olahraga.tapi sepertinya regal sudah selesai berolahraga karena sekarang dia sudah tidak kelihatan.
Setelah mandi dan sarapan merekapun berangkat kekantor..
"Agenda hari masih membahas Baratayuda?"tanya regal.
"Iya sepertinya kita belum bisa memaksimalkan mengenai keuangan"..jawab lisa.
"Kalo begitu saya izin dua jam "..pinta regal.
"Humm".jawab alisa tanpamau tau alasannya.
Sesampainya dikantor dipun langsung merapatkan kembali semua kepala staff.
Tiba tiba dian masuk keruang rapat saat mereka sedang berfikus membahas sesuatu.
"Ada apa Di'.tanya lisa.
"ada anak kecil maksa ketemu sama kamu lis,tapi security enggak ijinin aku yang kebetulan lihat enggak tega makanya aku suruh kesini"..dian.
"siapa?"".tanya lisa kembali.
"Katanya namanya candra"..ucapndian.
Lisa langsung berdiri memohon ijin meninggalkan rapat.
"Kakak " candra berlari kearah lisa.
"Kakak tolong kak cindy hiks hks".candra bicara sambil menangis ketakutan
"Tenang dulu cand"lisa menyuruh dian mengambil air.
"minum dulu lalu ceritan apa yang terjadi"..lisa.
"Kak cindy di jual sama bibi ke orang tua kak"..ucap candra.
"Apa..., Sekarang antar kakak kesana "..ucap lisa cepat.
"Lis tunggu kita panggil polisi dulu"..ucap dian.
"Enggak ada waktu "..jawab lisa langsung.
"Lis,lisa"..dian memanggilnya tapi lisa bersikeras pergi.
Dian langsung menghubungi seseorang .
__ADS_1