
Dalam ruangan Lisa dan dian duduk menghadap devan.yang paling bingung adalah dian dia terus menatap lisa mencari jawaban mengenai hubungan mereka.
"Silahkan Nona lisa " David memberikan dokumen penawaran yang diajukan Marion.
Lisa dan dian mulai kembali fokus pada dokumen didepannya.
Sementara Devan hanya duduk memperhatikan mereka,meskipun sebenarnya hanya lisa yang menjadi fokus devan saat ini.
Semua yang ada dalam penawaran benar benar sangat menguntungkan OCEAN sangat bodoh jika lisa sebagai pimpinan menolak.
"Kami sangat tertarik dengan penawaran Marion,Ditambah lagi dengan semua persyaratan yang sangat bisa kami penuhi"..ucap lisa yang gembira terdengar dari uacapannya.
"Sejak pertama kali Kamu memimpin OCEAN aku sudah yakin pasti perusahaan itu akan berkembang,terbukti dengan OCEAN mendapat tender dengan BARATAYUDA"..
"Bisa di bilang itu adalah pencapaian yang sangat luar biasa"!..puji Devan.
"Pria ini merayu lisa secara terang terangan"..gumam dian.
Sedangkan lisa yang mendapat pujian hanya tersenyum namun perasaannya sangat senang karena inilah pertama kali dia mendapat pujian secara formal.
"Baik kami akan segera menyelesaikan proses administrasinya,jika nanti ada permintaan atau perubahan dalam kontrak kita bisa singkronkan "!..Ucap lisa sambil berdiri ingin menjabat tangan Devan.
Devan pun ikut berdiri ingin menyambut tangan lisa.
"Aku senang bisa bekerja sama dengan mu lisa,aku yakin kita bisa mencapai hasil yang luar biasa"!..puji Devan kembali.
"Terima kasih Tuan Devan"..ucap lisa.
"Tadi kamu panggil aku kakak,sekarang panggil tuan"??.goda devan.
"Tadi kita bertemu sebagai sahabat lama,sekarang kita berdiri untuk bisnis jadi panggilan tuan adalah yang paling Sopan"..jawab lisa.
"Baik,untuk merayakan kerjasama kita aku undang lisa makan malam hari ini"..ucap Devan.
lisa ragu ragu untuk menjawab,tapi akhirnya dia hanya mengangguk.
Diruang tunggu Regal duduk dengan tenang,sementara Dua orang berjas dengan tubuh yang terlihat kekar hanya diam dan mengawasi regal dengan tenang.
Salah satu dari mereka memiliki bekas luka jahit dari pipi kanan hingga kemulut,yang membuatnya terlihat menyeramkan.
Sementara satunya lagi duduk dengan tangan menyilang namun tatapannya sangat dalam kepada regal,mungkin jika orang biasa yang ditatap akan langsung marah jika ditatap seperti itu.
Pria yang menatap regal itu berdiri dan berjalan kearah regal,
"Kawan kita sama sama seorang veteran hanya dari saling lihat aku tahu kamu juga mengalami pendidikan militer,Kawan kamu dari tentara negara mana"?.ucap pria itu tiba tiba.
Regal sedikit terkejut, memang benar penampilan mereka bertiga sangat mudah diketahui jika mereka sama sama dari kesatuan tentara.
__ADS_1
Regal tidak menyangka pria ini akan membuka pembicaraan dengan santai.
"Jika kamu ingin tahu maka kamu harus siap mengikuti peradilan militer"!.ucap regal.
"Hahah,kamu benar kawan"..ucap pria itu.
"Aku aris,dan temanku disana umam mungkin kita bisa bekerjasama jika bos kita juga bekerjasama kan"!..ucap aris memberi jabatan tangan.
"Tentu saja "ucap regal yang membalas jabat tangan aris,saat dia hendak mengenalkan namanya genggaman tangan aris menjadi kuat.
Regal segera tahu situasi saat ini bahwa aris ingin menguji kemampuannya,tatapan aris berubah dari tatapan bersahabat menjadi tatapan buas srigala.
Regal dengan cepat menguasai situasi,dia pun membalas genggaman aris dengan kuat.
tenaga mereka beradu ditangan mereka,dalam hal ini aris seharusnya lebih unggul karena dia yang memulai menyerang namun keadaan berbalik sekarang tangannya seperti di remas oleh mesin.
Jika tidak menariknya mungkin tangannya akan segera hancur,dengan instingnya dia mengangkat kakinya ingin menendang regal.
Akan tetap tiba tiba pintu ruangan CEO terbuka.
Regal segera melepaskan tangan aris dan aris pun segera menurunkan kakinya.
Aris pun memegang tanganya yang diremas regal dan menatapnya dengan kebencian.
"Aku akan mengantarmu lisa".ucap Devan.
"Ayok mas semua sudah selesai,kita kembali"..ucap dian dibalas anggukan regal.
Lisa dan Devan mengobrol disepanjang jalan turun,lift hingga depan loby.
"Aku tunggu kamu malam ini lisa"..ucap devan terseyum senang.
Didalam mobil dian terus memandang Lisa dengan Tanda tanya besar.
"Kamu kamu melihatku terus seperti itu matamu akan copot"! ucap lisa.
"Kalo gotu jelaskan donk"!.ucap dian.
"Kak devan dan aku teman sudah lama berteman sejak kecil,hingga akhirnya dia pindah keluar negeri"..ucap lisa.
"Terus?"..tanya dian.
"Udah gitu aja sih"!!..jawab lisa.
"LISA dia dari tadi merayu kamu muji kamu,kata katanya seperti seorang yang sangat menyukai kamu LISA"!..ucap dian.
"Masak sih,perasaan kamu saja kali"!..tolak lisa.
__ADS_1
"Ok ok,tapi nanti malam kamu datang kan untuk makan malam dengan pak devan"!..dian.
"Iya mau gimana lagi ini kan bagian BISNIS"!.jawab lisa menekankan kata bisnis.
"Bagus kalo gitu kita ke salin Sekarang"!.ucap dian.
"Hah mau apa?".tanya lisa.
"Lisa kamu harus tampil cantik,dia itu pria potensial yang akan menjadi pacar pertama seorang alisa siregar jadi aku yakin malam ini dia akan menembak kamu"!..ucap dian.
"Anak ini"..ucap lisa mencubit pipi dian.
Di apartemen baru lisa dia berada dikamar sedang berdandan ajakan dian ke salon di tolak nya.cukup lama dia menatap cermin rias dikamarnya.
Dia sangat senang bertemu kembali dengan Devan,laki laki itu tidak berubah selalu bersikap baik terhadapnya.
Saat bersamannya pun dia merasa sangat nyaman,memory kebersamaan dengannya pun kembali terbayang.
Tapi memory itu seperti terganjal sesuatu yang tidak bisa dia jelaskan.
Lisa keluar dari kamarnya melihat regal yang sudah bersiap mengantarnya.Lisa terlihat sangat cantik dengan Gaun berwarna Biru muda dan rambut yang diikat kesamping.
"Aku akan pergi bersama Kak Devan dia sudah datang menjemputku"!..ucap lisa membuat Regal tertegun.
"Nona anda baru mengenal Tuan Devan tapi sudah memberikan alamat nona,"!.ucap regal sedikit meninggi.
"Kak Devan dan aku sudah kenal sangat lama,dulu Kak devan selalu membantu ku apa salahnya"!ucap lisa.
"Nona situasi saat ini sangat berbahaya semua bisa tidak terkendali jika kita berbuat gegabah,saya melakukan ini untuk keselamatan nona".regal.
"Kamu pikir Kak Devan akan jahat padaku"?..lisa.
"Nona saya.."!.ucap regal terhenti saat lisa melewatinya.
"Kamu hanyalah bodyguard saja ,aku melakukan ini hanya untuk menghormati Kak Devan semua hanya bisnis"!..ucap lisa.
"Aku mengerti kamu melakukan tugasmu,tapi aku juga butuh privasi Aku yakin Kak Devan akan melindungiku"!ucap lisa tanpa menatap regal dan keluar dari kamar apartemen.
Di loby apartemen Devan sudah menunggu lisa.
"Lisa kamu sangat cantik malam ini".ucap Devan.
"Makasih kak".jawab lisa meskipun sedikit kesal, namun dia tetap tersenyum.
Devan berjalan kemudian menggandeng lisa menuju mobilnya.Sementara dari jauh Regal hanya bisa memandang mereka pergi.
Jika lisa seyakin itu dengan Devan tidak alasan untuk regal mencegahnya,tapi kenapa ada rasa tidak nyaman di hatinya saat ini.
__ADS_1