Mr Bodyguard

Mr Bodyguard
Pemuda yang menghinanya.


__ADS_3

"Aduh maaf ya mas,"ucap vanesa sambil kelabakan melap pakaian regal dengan tisue.


"Tenang saja nona tidak masalah".akhirnya regal berdiri dan menghentikan tangan vanesa yang menyentuh bagian bagian tubuhnya yang basah.


Regal memperhatikan vanesa dengan tatapan yang tidak dapat diartikan,sementara lisa yang berada dimeja malah canggung dengan ulah keduannya hingga tidak bisa mengatakan apa apa.


"Maaf ya mas"..namun regal segera keluar dari ruangan vanesa.


Vanesa yang melihat ini berjalan keruangan pribadinya.


"Maaf sebentar ya lisa,aku ganti pakaianku dulu"..


Lisa hanya mengangguk..


"Huf setidaknya dia sadar aku ada disini dari tadi".gumam lisa kesal.


Beberapa menit kemudian Vanesa keluar dari ruangan.tidak seperti tadi sekarang hanya menggunakan Kaos saja setelah tadi blazer dan kemejanya basah.


Vanesa berjalan mendekati lisa,tepat dibelakang dia meletakkan tangannya dipundak lisa dan membisikkan sesuatu,


"Kamu lama nunggunya sambil berbisik di telinga gadis itu"..


"ayok kita selesaikan ini,aku akan memberikan ini langsung ke pada direktur biar mendapat tanda tangan".ucap vanesa.


"Benarkah,terima kasih vanesa aku sangat menghargai itu"..balas lisa dengan sangat gembira setidaknya sekarang dia tidak perlu berfikir lagi mengenai keuangan.


"Dibelakang kalian ada baratayuda enggak mungkin kan bank kita nolak,apalagi baratayuda adalah nasabah super prioritas kita"..


"Tapi aku enggak pernah lihat orangnya langsung sih kayak apa"..ucap vanesa duduk dan menopang dagunya dengan kedua tangannya menghadap lisa.


"Kalo kamu lis sudah pernah ketemu dengan Tuan sembara?"".


"Belum tapi mungkin setelah Mendapat dukungan dari kalian,aku akan agendakan bertemu dengan tuan bara"..jawab lisa.


"Beneran lis kalo gitu aku boleh ikut enggak ketemu".ucap vanesa memegang kedua tangan lisa.


"Dia kan nasabah prioritas kami tapi selama aku menjabat melihatnya saja enggak pernah,mungkin kalo aku bisa ketemu dengannya akan sangat baik untuk karirku kan"..


"Baik enggak masalah "..tanpa merasa ada kucurigaan apapun lisa setuju,toh juga vanesa sudah mempermudah urusannya dibank.


sementara bibir vanesa tersungging melihat lisa.


"makasih ya lis,kalo kamu ada masalah dengan keuangan hubungi saja aku langsung banyak juga produk kami yang cocok untuk kamu dan perusahaan kamu"..


"Dan juga malam ini sebagai bentuk pertemanan kita aku undang kamu pergi ke club ya,kamu boleh ajak temen kok kita rayain kerjasama ini juga,aku juga akan ajak team ku mungkin direktur juga akan mau ikut "..rayu vanesa.


Sebenarnya lisa tidak terlalu suka dengan club tapi melihat vanesa sangat berharap, dia tidak enak untuk menolak


"Baik nanti malam kamu share lokasi saja aku kesana"..jawab lisa


+++++


Lisa keluar dari bank ditemani dengan digandeng vanesa,sementara regal sudah dihubungi untuk menunggu di luar.


"Mas regal".vanesa melepaskan gandengan lisa dan segera berhambur kearah regal seolah mereka sudah sangat akrab.


"Maaf ya mas aku beneran enggak sengaja,kalo gitu nanti malam mas regal di ajak ya lis"..ucap vanesa.


"Iya itu bagian pekerjaanya untuk mengawal aku kok,kami pasti datang"..sahut lisa segera masuk kedalam mobil.


Regal ingin bertanya kenapa mengiyakan ajakan wanita itu,club adalah tempat yang sangat ramai akan sangat susah jika harus mengawasinya disana.namun melihat sikapnya yang masih marah dia tidak bisa melarangnya.


saat Regal hendak masuk kedalam mobil pun vanesa masih saja mencoba menggelayuti dirinya,


"Kita harus segera ke kantor untuk rapat dengan managemen perencanaan,nanti saja di club kalo mau bermesraan".ucapan lisa terdengr sangat jijik.


regal tidak menanggapi dan segera melanjutkan kendaraan kearah kantor.


+++((


"Vanesa cantik banget ya "..ucap lisa didalam mobil.


Pertanyaan macam ini batin regal.tentu saja dia sangat cantik bohong jika lelaki normal melihat vanesa dan mengatakan dia jelek.

__ADS_1


Regal menjawabnya dengan mengangguk.setelah memberi pertanyaan itu lisa tidak lagi mengatakan apapun.


setelah menyelesaikan semua urusan dikantor,lisa pulang dan berganti pakaian karena vanesa sudah mengirim lokasi club .


Penampilan lisa dengan gaun dengan bahawan diatas lutut.sedangkan diatas dia tutupi dengan jaket jeans dan untuk alas kaki dia hanya menggunakan sepatu casual.penampilannya cantik dengan sedikit memberi riasan diwajah.


Sementara regal hanya memakai jeans warna hitam dengan kemeja biru tua hanya penampilan sederhana saja sudah membuatnya terlihat sangat tampan.


saat mereka bertatapan di depan mereka terlihat saling mengamati untuk beberapa saat,


"Lisa"? suara bi dian memecah momen itu.


dia segera merangkul lisa,


"Kamu yakin udah enggak papa"? tanya lisa yang tadi menghubungi dian untuk ikut pergi.


seharian dian memang merasa bosan tapi setelah mendapat ajakan lisa dia langsung setuju saja.


Sesampainya di club Dia sudah di tunggu vanesa bersama empat orang rekannya tiga orang laki laki dan satu perempuan,lisa menyesal hanya mengajak regal dan dian, dia


harusnya juga mengundang beberapa rekan kantornya.


"Wah kamu cantik banget lis,"puji vanesa rekan rekannya juga menatap lisa dengan takjub.


namun setelah melihat regal mereka sedikit terkejut karena mereka pikir lisa mengajak kekasihnya.


Vanesa langsung mendekati regal,


"Mas kita ke dance yuk" .ajaknya sambil menggandeng regal.


"Maaf saya enggak bisa ,saya akan duduk di meja terpisah saja, enggak ingin mengganggu silahkan menikmati "..


"Wah ini vanesa cantik banget tapi kok ganjen" bisik dian kepada lisa..


Vanesa hanya pasrah mendapat penolakannya.


lalu duduk dan memperkenalkan rekannya kepada lisa dan dian.


situasi akhir akhir sangat membuat tegang dengan melepas sedikit saja sudah sedikit lebih baik.Sebenarnya regal juga sudah tahu ada dua orang yang mengawasi mereka;


tapi dia segera sadar bahwa mereka adalah orang sembara,ini tidak membuatnya menjadi menurunkan kewaspadaannya.


vanesa dan rekannya membuat suasana tidak terasa sudah semakin larut,lisa dan dian memang tidak terlalu suka meminum alkohol jadi mereka dalam kondisi baik.


namun vanesa dan beberapa rekannya sudah sedikit mabuk .jadi mereka memutuskan pulang


"Duh vanesa keliatannya sudah mabuk tuh,"ucap salah satu rekannya yang tidak minum.


"mana dia mau bawa mobil sendiri lagi,".


"Aku enggak papa cuma minum sedikit kok,"ucap vanesa,namun orang yang melihat pasti tahu dia susah sesikit mabuk.


"Duh kami tadi bawa mobil berempat,dia nyetir sendiri".


Rekannya yang lain mabuk sementara satu rekan perempuan yang bersama mereka tidak bisa mengendarai mobil.


"Biar vanesa ikut kita,biar mobilnya diambil besok"..ucap lisa tiba tiba.


"Kalo gitu makasih lisa"..ucap rekan vanesa.


"Maaf ya lisa" ucap vanesa langsung mendekat regal.


Lisa dan dian yang melihatnya hanya geleng geleng saat seperti ini pun dia masih mencuri kesempatan.


"Nona lisa dan dian biar saya saja yang mengantar nona vanesa,"Ucap regal sambil menggandeng vanesa menuju kemobilnya tanpa menunggu jawaban lisa.


lisa dan dian sangat terkejut begitupun dengan vanesa dengan tatapan yang nampak bingung.


"Wah mas regal enggak menyia nyiakan kesempatan"..ucap dian tersenyum tapi tidak dengan lisa.


Regal membiarkan lisa dan dian sendiri karena dia tahu mereka sudah mendapat perlindungan dari orang sembara.


Sementara itu dia hanya ingin memastikan gelagat wanita didepannya itu.

__ADS_1


Saat sampai dimobil vanesa mereka berdua pun berhenti,vanesa melepaskan gandengannya dan berjalan membelakangi regal.


"Kenapa berpura pura mabuk"?ucap regal.


membuat langkah vanesa terhenti.


"Di bank waktu itu saat tersiram air panas nona tidak merasakan panas,lalu saat aku mengawasi tadi nona bahkan tidak minum sama sekali"..


"Dan juga orang dibelakang kita ini".


beberapa orang muncul dari balik bayangan dan mengelilingi regal.


"Sayang sekali kamu sangat tampan tapi tidak menyukai wanita"..ucap vanesa kesal tidak mungkin orang didepannya ini tidak tertarik padanya kecuali dia seorang ..


"Apa..?..


"Tenang saja aku akan bilang kita kecelakaan "ucap vanesa menuju ke mobilnya.


Rencananya dia mau mengikuti lisa dan mencari alasan untuk menginap dirumahnya,rencana yang sanagat sederhana dengan mengetahui kondisi di kediamannya akan lebih mudah melakukan sesuatu.


Tapi bodyguardnya ini sangat waspada,padahal dia sudah merencanakan ini sekua dengan sempurna.


Tiba tiba pintu mobil dibuka kembali dan seseorang menariknya keluar dari dalam mobil


"Kau".vanesa terkejut dan melihat orang orang yang mengawasinya sudah tergeletak ditanah.


Vanesa mencoba menendang kearah regal namun mampu ditangkisnya.meskipun dengan menggunakan gaun tapi gerakan vanesa sangat lincah.


Vanesa mulai melayangkan kombinasi pukulan dan tendangan.namun dengan tenang regal menangkis dan menghindar semua gerakan vanesa dengan mudah.


Saat sedang lengah regal menangkap tangannya dan memojokkan di pintu mobil dengan wajah vanesa menempel di kaca.


"OK sekarang kita biacara".ucap regal masih mengunci tangan wanita itu.


"Lepaskan dulu sakit ..." vanesa menangis.regal hanya melihatnya datar.


Dalam batin laki laki ini benar tidak ada kompromi pertama dia menolak pesonanya lalu dia mengalahkannya dalam beladiri ini membuatnya kesal.mungkin cara satu satunya menangis akan membuatnya sedikit melunak.


tapi nyatanya enggak membuatnya bergeming,


"Baik baik aku akan bicara...Hiks hiks"..


"Aku hanya mendapat tugas untuk mencari informasi lisa"..


"Siapa yang ...".


"Aku enggk bisa mengatakannya "


regal menekankan tangannya.


"Aku enggak bisa hiks hiks"..


"jika aku mengatakannya aku dan keluargaku akan mati,"..


"Kalo kamu membawaku kekantor polisi keluargaku juga akan mati"..


"Jika aku melepaskanmu sekarang ,dikemudian hari kamu akan menyusahkan nona lisa".ucap regal


"Bahkan setelah ini mereka akan membuangku,karena telah gagal "ucap vanesa terisak.


"Aku tidak akan muncul lagi dihadapan kalian,tapi jika kamu enggak percaya bunuh saja aku sekarang..hiks hiks. "


Akhirnya regal melepaskan tangannya,vanesa memegang tangannya yang sakit masih menangis.


Regal berbalik pergi tanpa mengatakan apa apa.


"Sialan...sialan mereka tidak akan melepaskan gadis itu sampai mereka mendapatkan yang diinginkan".


"Sehebat apapun dirimu kamu tidak akan bisa mengalahkan mereka,jika tuan muda sudah bergerak bahkan gunung pun bisa dipindahkan"..teriak vanesa sambil menangis,selama ini dia selalu berhasil memenuhi harapan tuan muda,tapi sekarang pemuda ini menghancurkan kredebilitasnya.


Regal hanya berlalu tanpa menatap kembali.


"Sialan .."vanesa terduduk sambil menangis penghinaan ini sangat besar..

__ADS_1


__ADS_2