
Pagi pagi Dian sudah membangunkan lisa dari mimpi indahnya.
"Bangun lisa.. bangun".teriak dian menggoyang goyangkan tubuhnya.merasa diusik lisa menutup kepalanya dengan bantal.
"Ayo donk lis.. ini penting kamu harus bantu aku"!..rengek dian.
"Apaan sih ini kan libur...aku mau tidur panjang!"..namun lisa tetap terbangun dan duduk menghadap dian.
ternyata dian sedang berkaca kaca.dia segera memegang wajah temannya.
"kamu kenapa..?".. tanya lisa kali ini terdengar nada khawatir.
Flash back.
""Gimana hari capekan"..ucap tristan membelai rambut dian.
"Hari ini enggak terlalu capek sih"..jawab dian.
"Tapi lancar kan"?..
"Iya donk semua berjalan lancar,lisa selalu bisa diandalkan pokoknya"!..puji dian.
"Iya dia kan bos kamu,tapi lisa dari dulu memang hebat,yang aneh itu kok sampai sekarang belum punya pacar"...
"Humm itu yang buat aku sedih seandainya dia mau mencoba mungkin sekarang dia sudah bahagia"..
"Tiap ada yang dekat dia seperti menutup hati,yang bisa aku lakukan sekarang cuma mendukungnya".
"Sebaik mungkin aku akan selalu membuatnya bahagia"...ucap dian tulus.
"hahha,harusnya yang bilang gitunitu pacarnya sayang!"..balas tristan.
"Ya kita doain saja semoga ketemu deh sama jodohnya"!..menyemangati dian.
"Makasih sayang meskipun lisa teman aku kamu mau peduli padannya"...ucap dian membuat tristan tersenyum
.
"Bentar sayang aku ke minimarket dulu"..ucap tristan.diangguki dian.
saat menunggu didalam mobil Handphone tristan berbunyi.Tertulis nama Gea sebernanya dian tidak berniat ikut campur, tapi nama itu berkali kali menghubungi nomor Tristan.
akhirnya untuk yang keempat kali ,dian memberanikan diri mengangkat telpon untuk memberitahu bahwa tristan sedang keluar sebentar.
"Sayang".terdengar suara wanita dengan nada sexy,seketika membuat dian berdegub kencang.
"Besok jadi kan kita belanja cincin ke Plaza Xx,aku..."..
"Halo sayang..."..ucap suara dalam telpon.
Dian tidak sanggup mendengar kembali suara dalam telpon.Otaknya sudah kosong benarkah laki laki yang sudah menemaninya selama ini membagi hatinya dengan wanita lain..
Didalam mobil dian melihat tristan berjalan masuk kedalam mobil.
"Antrinya banyak.."!!.ucap tristan namun dia bingung melihat dian yang sedikit blank.
"Sayang...sayang"..ucap tristan akhirnya membuyarkan lamunan dian.
"Ya...".ucap dian bergetar ingin rasanya dia menangis sekencang kencangnya,namun aekuat tenaga dian menahannya.
Dia harus memastikan benarkah kekasihnya menduakan dirinya..
flashback off.
Lisa memeluk dian.
"Kamu tenang dulu kita harus pastiin dulu".ucap lisa.
"Tapi..hiks tapi sejak semalam aku sudah pikirkan tapi bayangan tentang dia berselingkuh sangat jelas"..jawab dian.
"Di ..kalo memang dia selingkuh berarti dia pria bodoh, Sekarang ayo kita pastikan "..lisa menenangkan dian.
__ADS_1
++++
Lisa tentu saja mengajak regal, sekarang kemanapun dia pergi dia sudah berjanji untuk dikawal olehnya.
"Kamu yakin mereka bertemu di plaza x,"tanya lisa memeluk dian.
"Huum,aku jelas dengar dia mengatakan itu"..dian sedikit gemetar.
Mereka masuk kedalam restoran di sebrang toko perhiasan,sementara regal hanya diam saja.
sebenarnya lisa tidak tertarik dengan urusan laki laki,tapi jika menyangkut dian dia sangat protektif.
Ternyata setelah beberapa waktu menunggu, terlihat sosok tristan menggandeng seorang wanita.
Lisa menggenggam tangan dian yang gemetar sementara matanya mulai berair.
"Kita kesana "..lisa berdiri dari duduknya namun kaos lisa ditarik dian.
"Cukup lisa aku ...".namun tangannya di tepis oleh lisa.
"Kamu disini saja..."lisa segera berlari ke toko perhiasan.regal yang melihat itu segera menyusulnya.
Di toko perhiasan tristan dan wanita itu sedang memilih perhiasan,
"Kamu mau yang mana sayang"?.ucap tristan.lisa yang sudah berada dibelakang mereka hanya mendengar percakapan mereka.
"Yang itu sangat cantik "Sambil menunjuk cincin cantik dilapisi berlian.
"Boleh,pokoknya apa yang kamu suka sayang"..mendengar itu lisa mengepalkan tangannya.
"Tristan.."!teriak lisa,mereka memang satu kampus tapi lisa jarang sekali berinteraksi dengan laki laki,
mereka dekat karena tristan adalah kekasih dian dan dia sering dikenalkan pada lisa.
mendengar namanya di panggil tristan menoleh,dia sangat terkejut melihat lisa.
"A.alisa"ucap tristan
"Bagaimana bisa kamu melakukan ini pada dian,"..ucap lisa dengan nada tinggi.
Melihat lisa yang membentak tristan wanita disampingnya membalas.
"Kamu siapa tiba tiba teriak"..mendengar itu seolah olah lisa yang salah,
"Dia siapa bagimu?".ucapan lisa membuat tristan salah tingkah,.
"Hah,dia tunanganku minggu depan kita akan menikah"..seketika lisa ingin menerjang tristan,namun tangan regal lebih dulu memegangnnya.
"Nona".ucap regal sambil menatap lembut.
Regal benar tidak mungkin dia membuat kegaduhan disini,bahkan seharusnya ini bukan urusaannya.
tapi sejak dulu dian selalu menemaninya dalam kendirian,bagaimana saat mamah dan papahnya pergi hanya dian yang selalu menghiburnya.
"Sebaiknya jika kamu memang sudah tidak menginginkannya lepaskan dia"..lisa mencoba tenang.
""Sayang ada apa ini sebenarnya".. ucap wanita.
tidak disangka dian sudah berdiri di luar toko perhiasan sedang menangis meremas ujung kaosnya.
"sayang ".ucap tristan ingin menghampiri dian.namun lisa segera menghalanginya.
"Minggir.."keadaan tristan yang tidak terkontrol ingin mendorong lisa,
saat hendak menyentuh lisa ,Dengan cepat tangan tristan dihalangi oleh regal.
"Kau.."ucap tristan ingin melayangkan pukulan tapi itu sudah diperkirakan oleh regal,dengan counter cepat dia membuat tristan tersungkur..
"Hentikan ".ucap wanita itu berdiri diantara regal dan tristan.
"aku ingin memastikan lagi"..kali ini lisa menarik dian kedalam yang sudah tidak mampu mengatakan apa apa,rasa sakit hati membuatnya tertekan.
__ADS_1
"Apa hubungan kalian"..ucap lisa sambil memeluk dian disampingnnya.
"Kami dua minggu lagi akan menikah,dan aku mengandung dua bulan".ucapan wanita itu menegaskan bahwa tristan adalah miliknya dengan menekankan kata mengandung.
dian lemas dan terduduk dengan bertumpu lututnya,dian yang ceria tidak terlihat sekarang wajahnya benar benar menyedihkan.
Dian mencoba menutup wajahnya namun air matanya tak terbendung.
"Kenapa kenapa.."..ucap dian.
Tristan hanya terdiam tidak bisa mengatakan apa apa mustahil dia mendekat dian karena regal didepannya sangat mengintimidasi.
dia hanya bisa berkata.
"Maafkan aku...maaf"..hanya itu ucapan yang keluar dari mulut tristan.
Lisa mengangkat dian dan memeluknya,
"Kita pergi dari sini"..ucap lisa menatap regal.
Tristan hanya mampu menatap mereka pergi,sedangkan wanita itu mencoba membantunya berdiri.
+++++
Lisa mengajak dian kedermaga dengan bersandar pada pagar dia terus mengelus rambutnya.
Regal berdiri agak jauh dari mereka,dia sangat tenang memandang laut.
"Aku pikir kami akan menikah"??..
"aku tidak pernah membayangkan menikah dengan pria lain ".
"Aku..".lisa menghentikan mulut dian dengan telunjuknya.
"Bukankah ini lebih baik,kamu bisa mengetahui sifat aslinya sekarang!"..ucap lisa lembut.
"Kadang tidak semua yang kita impikan dapat terwujud,tapi mau bagaimana lagi kita harus tetap maju kan"!..
"Selama kita bisa menjaga satu sama lain aku rasa kita akan melewati ini"..
Dian menatap lisa teringat saat mamanya pergi lisa sangat terpukul bahkan berhari hari dia tidak mau bertemu dengan orang lain,
namun dia terus menerus membujuknya sampai akhirnya dia tersenyum,
dian memeluk lisa "Aku senang masih memilikimu,aku berjanji akan melewati ini dan tidak membuatmu khawatir"..
"Kamu juga masih punya keluarga dian"..ucap lisa.
"Hihihi"..melihatnya tertawa lisa akhirnya lega.
"Aku harap kamu mendapatkan laki laki yang lebih baik"....
"Kamu juga semoga cepat dapat pacar "..balas dian.
Mereka berdua tertawa bersama seolah masalah mereka telah hilang teratasi.regal yang melihat mereka juga tersenyum.
Setelah mengantar dian kerumahnya lisa dan regal pun kembali kerumah.
"Apa menurutmu dian mampu melewati ini,"..tanya lisa.
"Nona dian adalah wanita tangguh,dia mendapat sifat itu dari nona"..balas regal.
"Benarkah aku setangguh itu"..
"Nona harus merasakan jatuh cinta dan patah hati terlebih dahulu untuk mengetahuinnya"..ucap regal tenang.
"Tenang saja aku enggak akan jatuh cinta"..ucap lisa...
Regal hanya tertawa mendengar ucapan lisa.lisa yang melihatnya tertawa menjadi merona.
"Iya aku enggak boleh jatuh cinta"..gumam lisa nanum hatinya menolak dan ingin terus menatap pengawalnya itu.
__ADS_1