
"Duduk lisa".ucap devan dengan sopan menarikkan kursi untuknya.
"Makasih kak".jawab lisa dengan senyum menawan.
Lisa melihat pemandangan luar restoran yang terhalang kaca namun dapat terlihat jelas ada sebuah taman dan danau.
Lisa sedikit mengerutkan keningnya,tempat itu mengingatkan sesuatu.
"Kak itu"?.ucap lisa.
"Kamu ingat ya lisa,iya disana setiap habis pulang sekolah mama ku selalu mengajak kita kesana kan"..?.ucap Devan
Sewaktu kecil jika lisa telat di jemput maka mama Devan akan mengajak nya pulang dengan mereka,seiring berjalannya waktu mama devan pun tidak sungkan lagi mengajak lisa kemana mana.
Ini lah yang menjadikan hubungan lisa dan Devan sangat akrab,tapi beberapa tahun kemudian keluarga mereka berpindah keluar kota.
Akhirnya Lisa pun melupakan tempat itu,lisa ti tidak menyangka sekarang dia dapat melihatnya kembali.
Memori tempat itu pun kembali berputar saat lisa dan Devan Tengah asik bermain bersama.
"Kamu senang"?..tanya Devan.
"Huum"..angguk lisa.
Mereka pun berbicara panjang lebar mengenai kenangan mereka dahulu.hingga tak terasa waktu semakin larut.
hingga akhirnya Mereka memutuskan untuk pulang,
Hampir setengah sepuluh mobil Devan berhenti di depan Loby apartemen lisa.
David segera turun membuka pintu,
"Makasih David"..ucap lisa.
"Lisa aku antar sampai disini saja,"ucap Devan..
"Iya terima kasih makan malamnya Kak,dan terima kasih antas kita bisa bekerjasama".lisa.
"Salam untuk Dian ya"..Devan
"Huum"..jawab lisa.
Di restoran Lisa memang mengatakan jika dia tinggal bersama Dian.
Saat hendak pergi Regal Datang berjalan kearah mereka dengan wajah datar.
Kesan pertama Devan terhadap regal adalah tentu saja bodyguard lisa sangat Tampan.
Wajahnya yang perpaduan asia dan Eropa tapi mau bekerja hanya sebagai bodyguard.
"Apa masalah yang bisa di tumbulkan gadis seperti lisa hingga menyewa bodyguard luar negeri?"..gumam Devan.
Tapi hati kecil devan juga tidak menghilangkan bahwa lisa san Bodyguardnya punya hubungan khusus,karena setiap kali Devan mengajak lisa ngobrol gadis itu akan mencuri pandang pada bodyguarnya.
Seolah olah dia ingin meminta persetujuan,tapi prasangka itu hanya kecil.
Karena Lisa mau pergi makan malam dengannya itu menandakan bahwa dia tidak harus terikat dengan pria yang selalu berada disisinya itu.
Lisa berjalan hendak Naik keatas Lift,tapi pandangannya terhenti saat dia melihat Regal yang sudah berlari mendahuluinya serta berdiri disamping lift.
__ADS_1
"Kamu menunggu ku"?..tanya lisa.
"Tugas Saya melindungi nona,jika nona tidak ada saya hanya bisa menunggu disini "
lisa"..".lisaoun menghembuskan nafasnya pelan,tidak ingin lagi berdebat dan segera naik ke lantai kamarnya.
Merekapun masuk dalam Kamar masing masing,dengan segera lisa pun tertidur, kesibukan hari ini menguras energinya.
Beberapa hari berlalu dengan cepat,Keadaan disekitar lisa sangat normal.
Tidak ada kejadian penting yang penting yang terjadi,hanya saja Devan Sering datang menemui lisa.
Merekapun kadang makan siang di kantin kantor,lisa menolak setiap kali Devan mengajak makan diluar kantor.
Ataupun jika mengajak makan malam lisa juga menolak permintaan Devan.
"Nanti malam kita makan malam ya lis,ada yang ingin aku katakan sama kamu".ucap devan. Mereka sedang makan siang di kantin namun berada dalam ruang khusus yang disediakan untuk staff tingkat atas.
Sementara Regal hanya duduk diruangan para karyawan biasa,bersama dua orang bodyguard Devan dan David.
"Maaf kak bisa katakan disini saja "jawab lisa.
Devan sedikit tertegun,gadis ini benar benar sangat lugu beberapa hari ini dia memberikan perhatian lebih padanya ,tapi apakah dia tidak bisa menangkap maksud dari perhatiannya?..
Devan tertawa kemudian memegang tangan lisa yang sedang diletakkan dimeja.
"Lisa please datang ya malam ini"!.ucap devan memohon.
Lisa mencoba melepaskan tangan Devan,tapi genggamannya semakin kuat.
"Baiklah kak".ucap Lisa pasrah, tidak enak jika dia mengatakan tidak.
Sebenarnya Lisa juga sangat Senang mendapat perhatian Devan,tetapi entah kenapa dalam sisi lain dari dirinya ada perasaan tidak nyaman.
Di salah satu ruangan di kantor regal dan David duduk bersama,David sibuk dengan gadgetnya sementara regal hanya duduk dengan tenang.
David kelihatan masih muda namun opstur tubuhnya sangat terbentuk dengan pakaian dan rambut disisir kebelakang membuat tampilannya sangat elegan,bahkan sambil memainkan gadged pun tangannya masih memakai sarung tangan hitam..
Beberapa saat kemudian seseorang mengetuk pintu ruangan,Dian masuk ruangan dan segera menuju tempat membuat kopi.
"Kalian Marahan ya"?.ucap Dian mencoba mencairkan suasana.
Regal dan David melihatnya berbarengan.David hanya tersenyum mendengar ucapan Dian.
"Nona Dian bisa saja".ucap david.
"Ini untuk mas David dan ini untuk mas Regal".Sambil menyerahkan Secangkir kopi untuk mereka.Kemudian dian pun duduk diantara mereka berdua.
"Oh ya mas David Sudah berapa lama bekerja untuk Pak Devan"?.tanya dian sambil menyesap kopinya.pertanyaan dian sangat ringan tanpa membuat david merasa canggung.
"Saya melayani tuan devan semenjak Tiga tahun yang lalu,sebelum itu saya melayani ayah tuan Devan".
"Itu waktu yang cukup untuk mengerti kebiasaan dan watak pak devan dong?"".ucap dian.
"Ya sedikit banyak sih.."jawab David tersenyum.kemudian melepas sarung tangan di tangan kanannya dan mengambil minumnya..
Dian memperhatikan dengan kagum.. cara dia memegang cangkir maupun meminumnya benar benar sangat berkelas..
Sementara wajah regal melihat datar,namun sesuatu di alah bawah sadarnya memberikan sikap waspada
__ADS_1
Regal melihat tato dengan tulisan 08:00 ditambah dengan ruas jarinya yang sedikit kapalan mengungkap jati diri david.
Dengan lihainya regal menyembunyikan perasaannya itu.Sementara dapat yang tidak menyadari melanjutkan mengobrol dengan Dian.
"Nona saya permisi dulu"! tiba tiba Regal berdiri .
"Loh mau kemana mas"..ucap dian..
Tanpa menjawab regal keluar dari ruangan membuat david dan dian heran.
Lisa kembali keruangannya dia tidak melihat lisa maupun Regal yang biasanya berada diluar..
Mengingat kata kata kasarnya kepada regal dan ajakan bertemu Devan membuatnya menghembuskan nafasnya kasar..
sore pun telah tiba lisa keluar ruangannya dan hanya melihat Dian tapi masih tidak melihat regal..
Dian melihat lisa yang seperti mencari seseorang pun bertanya.
"Kamu nyari mas regal ya"..? tanya dian.
"Iya aku mau ketemu Kak devan,tapi mau menyuruh antat kesana"..ucap lisa.
"Tadi mas regal ijin pergi tapi sampai sekarang tidak bisa aku hubungi lagi".ucap dian..
Lisa sedikit termenung dalam benaknya dia memikirkam tentang perkataan kasarnya..
"apa dia marah"? tapi...
"Ayok aku antar saja "tawar dian..namun tiba tiba sosok regal berada dihadapan mereka.
"Nona."ucap regal.. membuat keduanya melihat regal.
Lisa memandang regal,tapi segera dia berjalan keluar..
"Ayo kita ada pertemuan,ucapnya sedikit dingin".. diikuti dengan regal dibelakang yang hanya menunjukkan raut datar.
Dian hanya heran melihat mereka berdua.tapi segera dia tepis sebelum hanyalan liarnya datang.
Sampai dibawah ternyata David sudah disana menunggu.
"Nona lisa saya di utus pak devan menjemput nona"..ucap david.
Lisa sedikit bingung namun jika dia menolag juga tidak enak.Devan benar benar sangat perhatian dengannya.
Lisa pun melihat regal,melihat wajah datarnya diapun memutuskan untuk pergi dengan david.
"Baiklah aku ikut dengan mas David"..ucap lisa memandang regal.
"Baiklah Nona "..ucap regal kemudian dia berbalik dan pergi.
Lisa dan David pun menaiki mobil dimana lisa duduk dibelakang sendiri..
Saat dalam perjalanan lisa memandang kaca jendela diluar,cuaca diluar menjadi mendung dan hujan membasahi kota.
tanpa sadar padangan lisa menjadi kabur,segera dia mengudap matanya.
"Ternyata sesakit ini,"ucap nya lirih sambil mengusap Air matanya..
Bersambung
__ADS_1