
Di kantor pusat kepolisian mereka tengah sibuk dengan kasus yang sedang terjadi,Pengusaha Devan meninggal tertembak.
Polisi sibuk menggiringkan opini kepada masyarakat bahwa ini adalah perbuatan gembong narkoba,karena dikediaman di temukan 300 Kg Narkoba dalam berbagai jenis.
Berita itu sangat mengejutkan karena pasalnya Devan adalah salah satu Pengusaha muda yang sering menunjakan eksisnya dalam maupun liar negeri.
Disalah satu ruangan kantor polisi Kapten Polisi duduk dengan tegang membaca setiap laporan yang terus di update oleh bawahannya.
dia bernama herman pembawaannya yang keras dangat terlihat dari tatapannya,ditambah alis dan kumisnya yang tembal membuatnya semakin terlihat garang.
"Sepertinya "Dia" akan terus menyerang gadis itu".ucap Bara yang berdiri menatap keluar jendela.
"benar kali ini bahkan kami tidak menyangka Devan adalah bagian darinya"..ucap kapten herman.
"Apakah aku harusnya menyuruhnya berhenti"? ucap bara meminta saran..
"Dia adalah yang kau pilih,jadi itu terserah padamu"?..
"Tapi aku ingatkan bahkan kami yang sudah mengawasi setiap bahaya yang mendekat ladanya saja masih kecolongan"..
"Kali ini kita harus berterima kasih pada pemuda itu,dedikasi untuk menjaga gadis itu sangat besar"..ucap herman.
"Namun jika kamu memang ingin tetap melanjutkan aku akan lebih mengetatkan penjagaannya"!!.
"tapi Ingatlah bara waktu kita juga menipis,"!.
"aku tahu"..sahut bara membuat Kapten herman berhenti bicara.
"Jika kita berhasil dia akan menjadi Pahlawan,tapi jika gagal... dia hanya seorang gadis muda yang polos"...Wajah bara menjadi sedih jika memikirkan ini..
Jika ada yang lain atau bahkan dirinya sendiri pasti bara sudah melakukannya.
Tapi harapan itu sepertinya hanya alisa lah yang sanggup.kalaupun nantinya dia gagal bara akan menjamin dengan semua yang dimilikinya untuk melindungi nyawa lisa.
Bahkan jika nyawanya sekalipun akan dia serahkan,itu adalah sumpahnya.
Di ruang Kelas VIP rumah sakit kota Regal sedang terbaring,setelah melakukan operasi pengambilan peluru kondisi kritisnya terlewati.
Jika luka dari sebuah peluru mungkin tidak akan membunuhnya,tapi menggunakan tehnik itu membuatnya kelelahan di tingkat ekstrem.
Karena itu regal sebisa mungkin tidak pernah memakainya dalam pertarungan.
Lisa masih masih terduduk di luar ruang UGD ditemani Dian.
Lisa hanya termenung menatap kosong,dian ingin sekali mengajak nya berbicara,tapi dia tahu sikap sahabatnya ini.
__ADS_1
lisa akan lebih baik jika dia deberikan waktu kosong sendiri,tapi dian akan tetap berada disamping lisa walau hanya diam menemani lisa.
Dokter pun keluar dari ruangan perawatan intensif,seketika lisa berdiri dan berjalan kearahnya.
"Ba...bagaimana dok?"".ucap lisa terlihat sangat lelah dan lemas.
dokter menatap lisa yang terlihat sangat lemah "Kondisi berangsur membaik,meskipun telapak tangannya tertembus ajaibnya setelah sembuh mungkin tidak akan meningggalkan cacat,bahkan peluru yang berada didadanya dapat mudah diambil karena hanya sedikit masuk dalam"..
"Segera pasien akan dipindahkan ke ruang inap,tapi saat ini pasien masih belum sadar".
"Nona bisa menjenguknya tapi saya harap tidak terlalu mengganggu pasien"..
Dokter ini sendiri juga terkejut dengan keberuntungan pria ini,tapi saat dia melihat tubuhnya yang dipenuhi luka yang mungkin lebih parah dari saat ini dia menyadari pria ini telah banyak melewati situasi hidup dan mati.
Lisa hanya mengangguk karena suaranya sudah mulai serak terlalu banyak menangis..
Setelah pemindahan selesai lisa duduk disamping ranjang memperhatikan Regal yang tidak sadar.
Melihat ini Dian semakin yakin regal memiliki tempat sendiri di hati lisa,bahkan sadar atau tidak lisa pasti telah jatuh cinta padanya.
Dian pun membiarkan mereka dan keluar tanpa mengganggu lisa,
"Maafkan aku di "Ucapan lisa membuat dian berbalik.
Setelah itu tanpa harus diperjelas dian tahu apa keinginan sahabatnya itu,.
Sekarang diruangan hanya ada mereka berdua,lisa perlahan memegang tangan regal yang dibalut perban.
Kemudian dia mendekatkan wajahnya tepat disamping regal yang tak sadar, memperhatikan dengan seksama kontur wajah tampan pria itu.
Tanpa sadar tanganya sudah menyentuh rambut rambut kecil yang menutupi dahinya,perlahan dia sibakkan rambut rambut itu.
tiba tiba kelopak mata regal yang tertutup mulai bergerak.lisa segera melepaskan tangannya.
"Kenapa berhenti "? ucap regal mengejutkan lisa.
Regalpun membuka perlahan matanya untuk melihat reaksi kaget lisa,dia pun tersenyum.
"Ka kamu sudah sadar.."?.ucap lisa.
"Nona saya sudah sadar sejak tadi"?.
"Tadi".?lisa
"Humm sejak sampai dikamar ini "..jawab regal.
__ADS_1
"Berarti tadi kamu.".
regal tersenyum membuat wajah lisa memerah malu,dia dari tadi memegang tangan dan menyentuh wajahnya diam diam,tapi ternyata pria ini malah sengaja pura pura tidak sadar.
ingin sekali lisa melompat dari jendela,!
lisa berdiri hendak berbalik menyembunyikan malunya.
"Ini semua salah nona"!.ucap regal tiba tiba.
tapi lisa tidak berbalik untuk menyembunyikan rasa malunya.
"Saat aku selalu membantu nona,nona malah menyakiti dengan kata kata pedas".ucap regal.
lisa teringat dengan kata kata terakhirnya sebelum di bawa oleh christian.sekarang dia jadi merasa bersalah.
Regal duduk lalu memegang tangan lisa yang berdiri dengan tangan kirinya yang dibalut perban,
"Tanganmu.."!.ucap lisa membalikkan tubuhnya dan menatap regal.
"Kalo tidak begini nona akan terus menyembunyikan wajah lucunya,"ucapan regal semakin membuatnya tersipu.
"Apaan"..lisa hendak berbalik lagi.tapi regal mengeratkan pegangannya membuat lisa khawatir pria ini memaksakan diri.
"Apa nona akan meninggalkanku lagi"?.pertanyaan regal membuatnya terkejut.
Membuang nafas lembut lisa duduk kembali disamping regal,
"Aku tidak tahu harus mengatakan apa,Aku.."lisa mulai menangis lagi.perasaan bersalah terus membuatnya sesak..
Regal menghapus air matanya.
"Jika nona berfikir ini adalah salah nona,maka memang benar"..ucap regal.membuat lisa menatapnya dengan mata lebar.
"Tapi bukan kah tugas saya melindungi nona tanpa melihat situasi itu salah atau benar,"..
"Jadi jika sekarang nona merasa bersalah,itu membuat saya malah tambah bersalah"!.
"Bukan kah itu tugas seorang bodyguard"? regal perlahan mengangkat dagu lisa agar dia menatapnya.
"Kita tidak bisa melupakan kejadian ini,tapi kita memiliki kemampuan untuk mencegah ini kembali,dan selama ada saya tidak akan kubiarkan mereka menyentuh nona"!.Keduanya saling menatap perasaan bersalahnya sirna dengan kata kata pria ini.
Entah siapa yang mulai kedua wajah mereka mulai mendekat.sebelum mereka terkejut dengan suster menjatuhkan nampan berisi makanan.
Regal dan lisa salah tingkah,tapi dalam hati mereka mengt*** suster karena mengganggunya.
__ADS_1
Sementara suster tersebut ingin lari karena tatapan keduanya menyeramkan.