
Pagi hari yang cerah dikediaman Alisa siregar seperti biasa tampak damai,karena memang tempatnya SEDIKIT jauh dari pemukiman hanya ada beberapa rumah disana..
Rumah salma ada disebalah rumah siregar ,memang sengaja firman menyuruh salma pindah kesamping rumahnya.
dulu dia hanya orang desa bersama suami merantau dijakarta singkatnya dia menjadi Pemabantu di rumah firman,karena ketekunan dan kesetiannya akhirnya firman memberi tanah disamping untuk rumah mereka.
Sejak saat itu dia memboyong keluarganya kemari dua orang anak.salma dan seluaminya juga sudah dianggap kerabat oleh keluarga siregar karena dari kecil dia juga mengasuh lisa..
Tok tok
"Non maaf sudah waktunya bangun"..ucap seorang wanita dari luar kamar..
Alisa yang mendengarnya perlahan lahan membuka matanya,Lisa menatap Jam digital yang diletakkan di nakas..
"Iya Bi,Lisa mandi dulu "..lisa segera bangun perlahan dia berjalan kedekat jendela untuk menyingkap tirai kamarnya..
Lisa dibuat menelan salivanya dengan kasar saat melihat pemandangan dari jendela kamarnya yang berada diatas..
Sesok pria yang tengah melakukan Sit up,Dengan bertelanjang dada memperlihatkan otot otot perut yang menawan.
jendela kamar lisa memang menghadap halaman belakang,tidak disangka pagi buta melihat pemandangan ini..
Sejak firman menyuruh untuk mengawasi Lisa ,regal disuruh tinggal dikamar asissten dibelakang..
Melihat seorang pria sit up adalah hal biasa, dia toh sudah sering melihatnya waktu dipantai atau saat ke gym bersama dian, bahkan semua mencoba merebut perhatiannya,Tapi kali ini saat lisa melihatnya entah kenapa berbeda. semua yang dilakukan Regal bergerak dengan lambat seperti adegam slow motion.
Setiap kali pria itu bergerak kebawah dan keatas, keringat yang menetes dari wajah Pria itu membuat wajah lisa menjadi merah.bukankah keringat adalah hal yang menjijik kan tapi malah jantungnya berdegub lebih cepat..
"Non sudah bangun".??kembali suara dari luar kamar membuyarkan..
"Aaaaa apa yang kupikirkan"..teriak lisa..
"Iya bi ini sudah mau mandi"..lisa menepuk kedua pipinya yang sudah sangat merah dan langsung menuju kamar mandi..
Dimeja sudah dihidangkan Roti dengan mentega,lisa memang suka sarapan dengan roti karena bisa disantap dengan cepat..
"Mang ogi mana bi,Sudah disiapkan mobilnya"..ucap Lisa sambil memegang rotinya,.
"Kata tuan Firman mulai sekarang non lisa berangkat sama Mas Regal"..ucap salma sambil menuangkan teh hangat kedalam gelas lisa..
"Hmm lalu dimana Dia sekarang"..ucap Lisa..
"Oh mas regal sudah di Luar nunggu nona sarapan"..ucap salma..
"Dia enggak sarapan??tanya lisa.
"Oh tadi mas regal dibelakang,habis olah raga langaung sarapan"..jawab salma
Setelah selesai menikmati sarapan Lisa menenteng tasnya menuju Mobil..
Regal sedang duduk didalam mobil dan membaca koran , saat melihat alisa datang dia segera merapikan korannya dan menemuinya..
"Selamat pagi nona,"Ucap Regal Dengan tersenyum .
Lisa yang melihat Regal sekarang dengan kemeja slim berwarna putih sehingga otonya tercetak dengan jelas,membuat jantungnya berdegup cepat kembali..apalagi mengingat kejadian tadi pagi
"Kenapa aku jadi mesum begini"..gumamnya saat masih malu malu melihat pengawalnya itu..
"Nona".. ucap regal sedikit keras..
"Eh ya". jawab lisa sambil menggelengkan kepalanya untuk mengusir pikiranya.
Regal membukakan pintu dan lisa yang hendak masuk tidak sengaja mencium bau parfum di tubuh pria itu,Wangi parfum yang membuat pikirannya nyaman ,teringat kembali saat dia memeluk regal waktu kejadian dengan herman.
"Anda kenapa"??Ucap regal kembali..
Lisa segera menunduk dan masuk kedalam mobil..
Diperjalanan menuju kantor mereka berdua hanya diam tidak ada kata yang keluar.Lisa memilih untuk bermain dengan handphonenya.
Saat sampai dikantor Lisa turun di loby sedangkan Regal memilih memarkir mobilnya, meskipun sudah mendapat tawaran dari Staff loby dia lebih senang melakukannya sendiri.
Semua pegawai yang melihat pemipinannya langsung menunjukkan sikap hormat,semua yang menyapa hanya di balas dengan sedikit anggukan tapa senyum sedikitpun..
Ya dihadapan pegawainya lisa memang menjaga imagenya,image yang tegas dan galak..
Lisa berjalan menuju lift yang karyawan sering gunakan karena OCEAN bukan perusahaan yang sangat besar dibandingkan pesaing pesaing lainya dalam bidang konstrukai dan property,Mereka hanya memiliki gedung delapan lantai.
Sebenarnya jika firman mau dia bisa saja lebih mengembangkan bisnisnya,tapi pencapaian sekarang sudah dianggap lebih dari cukup.
Karena itulah lisa berambisi untuk melebihi kakeknya,dengan harapan kakeknya akan merasa bangga.
Sesampainya dilantai ruangannya lisa.dia melihat dian sedang menata dokumen..
"Selamat pagi bos".ucap dian tersenyum.
"Kamu minta kepala bagian personalia dan keuangan menghadap"..ucap lisa yang akan masuk ruangan.
"senyum kek,selamat pagi kek"Bisik Dian..
"Aku mendengarnya"ucap lisa sambil membuka pintu..
Dian hanya tersenyum "Heheheh"
Dilantai bawah parkiran gedung kantor
__ADS_1
Regal menemui seoarang security bernama anto dia sudah bekerja di OCEAN selama 10 tahun.
"Bagaimana sudah menemukan penjual Sayur diSamping kantor"..Regal memang memberi tugas ke pada anto untuk mencari tau keberadaan orang tersebut,Karena setelah kejadian Dengan herman penjual itu tidak pernah lagi datang untuk berjualan ini membuat Regal curiga.
Kecurigaan ini juga didukung keterangan orang kantor bahwa penjual sayur tersebut tidak pernah absen jualan,tapi sekarang sudah hampir seminggu tidak ada lagi melihat orang tersebut..
"Saya sudah cari tau pak kerumahnya,kata tetangga dia sudah pindah entah kemana saya juga tidak tahu"..ucap anto..
"Baik lanjutkan tugasmu kembali".ucap Regal singkat.
semua kejadian ini sangat aneh saat mengintrogasi herman, dia mengatakan lupa kejadian itu padahal jelas jelas seperti orang sadar.
Lalu kejadian saat pegawai mogok, setelah mencari tahu ternyata mereka diberi uang seseorang lewat cara dikirim kerumah,tapi pekerja yang setia tidak menerima itu karena mereka sangat setia dengan firman.
Namun Regal masih belum bisa mengambil kesimpulan, apakah itu mengincar lisa atau mengincar perusahaan.
Diruangan Alisa.
"Nona makasih akhirnya pinjaman pegawai diadakan lagi"..ucap bagas bagian personalia
"Pastikan walaupun pegawai tidak tetap boleh melakukan asalkan bisa potong gaji nanti detailnya keuangan yang urus,pokoknya aku mau semua bisa merasakan"..dia sadar ternyata hal ini juga berpengaruh kepada performa pegawai.
"Baik nona".ucap mereka berdua.
Setelah mereka berdua keluar bagas kembali masuk keruangan lisa.
"Permisi nona "ucapnya..
"Ya gimana "??jawab lisa..
"Maaf bukan maksud saya lancang,kemarin saya mengunjungi herman".ucap bagas.
Lisa terkejut orang didepannya berani menyinggung masalah itu,sebenarnya lisa sudah melupakannya tapi jika disinggung kembali iya jadi teringat hal buruk tersebut..
"Saya minta maaf saya tau anda masih tidak bisa memaafkan herman,hanya ingin menyampaikan ucapan maaf herman, dia sangat menyesal"..ucap bagas..
"Dia sangat menyesal setelah kehilangan istrinya.setelah itu dia memang berubah menjadi lebih pendiam di kantor"..
"Cukup"..lisa sedikit kesal..
"Ba..Baik nona maaf saya permisi"..ucap bagas segera keluar ruangan..
Setelah menarik nafasndan membuangnya akhirnya dia kembali tenggelam dalam kesibukannya..
Tok tok
"Masuk"..ucap lisa..
"Bos nanti jam 1 bertemu dengan pak Bara pemilik pengembang perumahan Baratayuda"..Dian menyerahkan berkas berkas yang dibawa.
"Kalo gitu aku jadi wakil presdir??"Ucap dian.
"Boleh boleh,asal siap gantiin aku lembur 24 jam,Bangun lebih pagi lagi dari sekarang, gak boleh cuti,gak boleh pokoknya--".
"Stop stop,sekretaris aja deh "potong dian langsung berlari keluar..
"Ckk dasar"..Lisa terkekeh sambil melihat jamnya..
Setelah melihat dokumen yang disiapkan Lisa tak terasa sudah hampir istirahat.dari tadi lisa mencari cari sosok Regal namun belum muncul muncul.
"Dia ini ditugaskan kakek jadi apa sih,enggak ada nomornya lagi"..gumamnya.
Akhirnya lisa turun dan mencoba mencarinya di parkiran .
Saat sampai loby ternyata Regal sedang mengobrol dengan beberapa karyawan wanita.ini membuat lisa memutar bola matanya..
"Sekarang mas Regal disini terus ya," ucap seorang karyawati.
"Huum" jawab regal dengan ekspresi datar.
"nanti makan siang sama kita ya mas".. seorang lagi mengharap bisa dekat dengannya..
"Aku harus mengikuti bos saja"..jawabnya lagi..
"XDXDX jadi ini kerjanya cuman godain cewek" lirihnya kesal.
"Ehem"..suara lisa membuat mereka semua bubar..
"Jadi kamu dibayar kakek untuk menggoda cewek cewek"??..bentaknya.
Regal hanya diam saja tidak menaggapi ekspresinya pun datar..
"cepat ambil mobilnya kita mau ketemu klien penting"..ucap lisa..
"Sudah saya siapkan didepan"..Sambil berjalan duluan ke luar.
Lisa hanya mengentakkan kakinya kesal.
"Memang kamu tau kita mau kemana"??lisa.
"Tentu saja Restoran Merak putih."..jawab Regal..
"Bagaimana kamu"..ucap lisa menggantung.
"Saya di wa Nona Dian mengenai semua jadwal anda"..regal.
__ADS_1
"Ih dian aku aja bosnya belum punya nomor nih anak,eh dia udah Chat WA"..gumamnya..
Setelah sampai regal segera keluar dan membukakan pintu.meskipun lisa tidak terbiasa tapi akhirnya dia pasrah dan menerima apa yang dilakukan Bodyguardnya itu .
Regal sebenarnya meminta meja sendiri namun karena pengunjung penuh maka meja terbatas.
Akhinya mereka duduk di meja dekat dengan jendela, sambil menunggu orang dari perusahaan Bara mereka memutuskan untuk makan.
"wah liat ya mereka berdua yang satu ganteng satunya cantik".. ucap seorang pengunjung.
"serasi ya"..ucap yang lainnya..
Lisa sedikit gugup mendengarnya namun Regal hanya diam datar dan memandang kearah pemandangan di luar.
Restoran merak putih terletak di pinggir danau,bukan hanya menjual makanan tapi view dan fasilitas kolam renang juga menjadi andalan Restoran ini.
Setelah menikmati makanannya mereka hendak pindah keruang pertemuan seperti yang dijanjikan.
"Kamu menunggu diluar saja "..ucap lisa.
"oke".balasnya.
Setalah beberapa saat menunggu orang dari perusahaan Baratayuda datang..
"Selamat siang dengan nona lisa".ucap seorang pria berusia sekitar 30 tahun nan wajahnya yang tirus dengan mata sipit memandanginya.
"Benar saya lisa " ucapnya sambil berdiri.
"Tidak usah sungkan mari duduk"..mereka berdua pun duduk berhadapan.
"Panggil saja christian saya mewakili tuan bara untuk pertemuan ini"..sambil membuka dokumen miliknya.
"Kami mendengar OCEAN dalam beberapa bulan ini maju pesat saat cucu tuan firman mengambil alih,ternyata rumor itu benar kalian mendapat tender tender yang lumayan besar".. lisa tersenyum mendengarnya ternyata ada yang memuji kinerjanya.
"Tapi jika dibandingkan dengan tender saat ini.. kami menawarkan tender yang bisa dibilang sangat besar"Sambil menunjukan dokumen rencana perusahaan BARATAYUDA.
"Ini ..".saat melihat Dokumen rencana dan angka investasi yang tertera membuat lisa membelalakan matanya..
ini pertama kalinya perusahaan menerima tender diatas 1.5 T.. ini sama saja dengan lima tahun OCEAN bekerja..
"Apakah OCEAN memiliki kualifikasi ini"..ucap christian.
"Kemarin kami sudah mempelajari rancangan kerja dan gambar,dengan nilai yang tertera di sini kami siap menerimanya"..lisa berbicara dengan percaya diri.
"Bagus bagus,tapi selain OCEAN kami tentu juga memiliki kandidat lain,sehingga satu minggu dari sekarang kami akan menunggu kalian memberikan rencana kerja,Dukungan bank,dan anda tahu sendiri".ucap christian tersenyum.
Kalimat terakhir tidak dimengerti lisa tapi hanya diangguki saja.
"Baik saya menunggu persiapan anda nona lisa,".. christian
"Kami persiapkan dengan sebaik baiknya pak Christian"..Jawab lisa .
Setelah mereka berpamitan lisa hendak kembali mencari Regal,tanpa sengaja dia menabrak Seorang pria berbadan gemuk dengan tato dileher yang terlihat sangat jelas.
Sebenarnya lisa tau pria itu berjalan didepannya namun karena pria itu sedang menelpon jadi keduanya bertabrakan hingga Handphone orang tersebut pecah..
"Wah wah hancur hpku"..ucap pria gemuk itu.
"anda juga jalan sambil menelpon jadi kita saling bertabrakan,tapi tenang saja ini juga salah saya,akan saya ganti dengan uang seharga handphone baru"..ucap lisa.
"Apa anda pikir saya butuh uang"ucap pria itu ketus.
"Baik maafkan saya kalo begitu anda mau bagaimana"..jawab lisa sedikit takut setelah kejadian dengan herman hal seperti ini membuatnya takut.
Pria itu memandang lisa dari atas sampai bawah membuatnya agak mundur.
"Nona temani saya makan gimana,nanti saya anggap masalah ini selezai".ucap nya.
"Maaf tapi saya ada kerjaan yang menunggu,saya berikan kartu nama saya nanti anda pikirkan penyelesaiannya gimana"..
Tiba tiba dua orang berbadan besar berotot mendekati pria gemuk itu.
"Ada apa bos".ucap anak buahnya.
"Sepertinya nona kecil ini buat masalah "ucap pengawal satunya.
"Kamu tau enggak dia ini siapa"??.ucapnya.
"Saya saya pimpinan OCEAN "Ucap lisa menunjukkan jatidiri semoga dengan itu membuat mereka berdikir ulang dengan begitu jika mau uang lisa bisa langsung memberinya.
"ha hahah".tawa kedua pengawal itu sementara bos gemuk itu hanya tersenyum.
"Perusahaan kecil Mu tidak apa apanya dibandingkan dengan Efendi Gunardi"..ucpanya.
Lisa pernah dengar Efendi dari kakeknya, dia melakukan pekerjaan pengamanan serta pekerjaan kotor legal maupun ilegal dan tentu saja jauh dari radar hukum.firman juga menyuruh menjauhi dan tidak berurusan dengan hal seperti itu.
"Dia ini bisa dibilang tangan kanannya bos efendi,kamu malah menyinggungnya"..ketiga orang itu tertawa sementara pria gemuk itu merapikan kerah kemejanya dan tersenyum merendahkan.
"Kamu memang manis nona muda heheh"pria gemuk itu memegang dagu lisa ini membuatnyabkaget dan menampar pria itu..
"Dasar jal**g berani kamu".pria itu bergerak mendekati lisa yang sudah mundur bersama dua anak buahnya.
Saat salah satu pengawal pria itu hampir menangkap lisa tangannya ditepis seseorang.
Regal langsung menarik Lisa kedekapannya mereka berdua bertatapan,jantungnlisa lagi lagi berdegup kencang apakah ini yang dinamakan TERPESONA.
__ADS_1