
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
Tenry langsung mengusap perutnya perlahan." Maafkan saya Tuhan. Kamu mengirimkan sebuah nyawa kepada ibu yang tidak berhuna seperti ku, aku mengirimnya kembali ke sisi mu Tuhan, tolong jaga dia dan berikan dia kehidupan yang layak di sisimu. Amenn." Doanya meminta pengampunan pada Tuhan.
Dengan keyakinan yang penuh, akhirnya Tenry langsung mengambil 10 Tablet obat itu. Dia sudah tidak memikirkan bagaimana reaksi Lucas saat mengetahui semua ini. Yang dia tau, dia hanya ingin menyelamatkan bayinya sebelum ayahnya membunuhnya.
Bukanya dia tidak yakin dengan takdir Tuhan yang akan membuat suaminya itu berubah, namun dia tidak bisa mempercayai bahwa seorang iblis akan berubah hanya karena seorang bayi ataupun keturunanya.
Sedangkan backgrondnya saja adalah pembunuh berdarah dingin. Bahkan dia juga sering sekali membunuh bayi- bayi yang tidak bersalah, jadi bukan tidak mungkin jika Tenry berpikir bahwa Lucas juga pasti akan membunuh anak mereka sendiri.
20 menit kemudian.
“Arrraggh, Bi perut aku panas bi,” rintihnya menahan sakit dibagian perutnya karna reaksi dari obat yang tadi dia konsumsi.
Lastri yang melihay Nyonyanya sudah mulai bereaksi merintih kesakitan itu, langsung khawatir, “nyonya apa anda baik-baik saja? Nyonya saya takut Tuan Lucas akan mengetahuinya.” Lirihnya ketakutan jika Lucas sampai mengetahui bahwa Tenry menggurkan kandunganya.
“Aarrrrgghhhhhhh,” jeritan Tenry menutup matanya menahan sakit di bagian perut hingga berputar di pinggangnya. Dan tak lama kemudia terlihat darah keluar dari jalan rahim itu.
“Nyonya dia keluar,” teriak Lastri benar-benar ketakutan. “Tidak masalah Bi, ini adalah reaksi normal, jika mengugurkan sebuah janin.” Ucapnya di tengah rintihan kesakitanya.
“Tapi nyonya saya takut.” Lastri menampilkan wajah pucatnya saat ini, dia benar-benar gemetar jika Lucas sampai mengetahuinya, maka sudah di pastikan nyawanya lah yang akan ikut terbang bersama bayi itu.
Disisi lain di depan gerbang utama rumah Lucas.
Terlihat Tuan Rumah yang sudah pulang saat ini,setelah tiga hari
Kepergianya.
“Kalian bisa kembali kepekerjaan masing-masing." perintahnya kepada seluruh pengawal yang tadi mengikutinya.
“Baik Tuan.” Sahut pengawal itu serentak.
__ADS_1
Dengan langkah tegas dan gagah Lucas memasuki kediamanya, dia sudah sangat merindukan sentuhan dari tubuh Tenry istrinya.
“Lastrii..lastri.” Teriaknya memanggil kepala pelayan rumahnya. Namun sudah beberapa kali dia memanggilny, tetap tidak ada jawaban sama sekali.” Sialan kemana pembantu itu?” Kesalnya pada Lastri yang tak kunjung menampilkan wajahnya kehadapanya.
Dengan wajah yang kesal dan penuh amarah dia melangkahkan kakinya masuk kedalam kamarnya,
Cklekekkk perlahan dia mulai membuka pintu itu. Dan betapa terkejutanya dia melihat Lastri yang sedari tadi di teriakinya, saat ini sedang berada didalam kamarnya bersama dengan istrinya.
“Apa yang kamu lakukan disini ?” Bentak Lucas melihat sosok pelayan Rumahnya itu tengah berdiri disamping istrinya yang sudah terbalutkan selimut, untuk menutupi darah yang sedari tadi mengalir di kakinya tenry.
“Emm, anu Tuan.” Balasnya Gugup semakin membuat Lucas menjadi curiga kepadanya. “Keluar.” Bentak Lucas dengan emosi. “Baa-ik Tuan.” Jawabnya ketakutan.
Dengan masih menatap langkah kaki Lastri , Lucas perlahan mulai mendekat kearah Tenry dan memeluknya lalu dia ikut memejamkan matanya, karna terlalu lelah bekerja.
Dan benar saja, meski sekuat apapun Tenry menahan agar tidak bersuara dan berpura-pura tidur, rasa sakit di perutnya benar-benar membuatnya tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Dan sampai akhirnya meskipun pelan ringisan itu terdengar jelas di telinga iblis yang mempunyai pendengaran paling tajam itu.
Terlihat Lucas yang menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskanya kasar, dan dengan mata yang masih terpejam dia menanyakan hal itu pada Tenry.” Jangan pernah melalukan hal dibelakangku Tenry!” Ucapnya memperingati Istrinya yang sudah di ketahui bahwa dia hanya pura-pura tidur saja.
Lalu Lucas mulai meraba Tubuh istrinya. Dari atas hingga kebawah, dan disaat dia menyentuh dibawah, Lucas mendapatkan sesuatu yang aneh.” Maaf aku sedang datang bulan, jadi perut aku sakit.” Serunya berbohong.
Namun lagi-lagi disaat Lucas ingin memejamkan matanya. Dia mendengar lagi suara rintihan yang tertahan dari mulut Istrinya, dan karna penasaraan akhirnya Lucas bangun dan langsung menghubungi Dokter tanpa sepengetahuan Tenry, karna dia tau akan percuma jika bertanya pada Tenry yang jelas akan menutupinya.
30 menit kemudian.
“Permisi Tuan, di luar Ada Dokter yang ingin menemui anda,” ucap Lastri yang melaporkan kedatangan Dokter yang tadi dihubunginya.
“Suruh dia masuk,” perintah Lucas tegas dan masih langsung didengar oleh Tenry,
“Dokter,” gumam Tenry mulai panik dan ketakutan.
“Lucas, untuk apa menghubungi Dokter? Apa kamu sakit?” Tanyanya berpura-pura tidak tau apa-apa.
__ADS_1
Dan benar Saja Lucas sama sekali tidak menanggapi pertanyaanya. Dia lebih memilig kembali memejamkan matanya, untuk merileksasikan pikiranya.
“Selamat siang Tuan Lucas, siapa yang mau diperiksa saat ini?” Tanya Dokter itu dengan ramah.
“Hem, sekarang kamu periksa Istriku! Apa yang salah sama dirinya, karna sedari tadi aku mendengar ringisanya.
“Ehm. Lucas aku baik-baik saja. Tida perlu harus diperiksa oleh Dokter sampai seperti ini.” Serunya ketakutan, Karna jika ketahuan oleh Lucas bahwa saat ini dia sudah keguguran atau sengaja menggurkan, maka tamatlah riwayatnya kali ini.
Namun seperti biasa, Lucas tidak pernah menjawab ataupun menanggapi apa yang di katakan oleh Tenry.”cepat periksa dia!” Bentaknya pada Dokter yang sedari tadi hanya berdiri diam memperhatikan dia dan istrinya.
Semakin ketakutan lah Tenry saat ini, keringat dingin keluar dari tubuhnya, bahkan Lucaspun bisa melihat dengan jelas ketakutan itu dari wajahnya, istrinya.
“Tuan.kondisi Nyonya Tenry sepertinya sedang tidak baik, dan lihat istri anda mengalami pendarahan,” ucap sang Dokter menunjukan jika disi tempat tidur sudah terlihat banyak darah, meskipun Tenry menutupinya.
“Pendarahan.” Balas Lucas kebingungan,
“Apa penyebabnya?” Tanya Lucas to the point.
“Nyonya, apakah anda sedang hamil saat ini? Jika iya sudah berapa minggu usia kandungan anda?” Tanya Dokter itu, yang langsung membuat Tenry gemetaran.
“Aaah tidak, saya tidak sedang hamil, saya saat ini sedang datng bulan.” Lagi-lagi jawabnya berbohong.
To Be Continue. *
Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti 🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰*** jangan Sinder.***
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘
__ADS_1
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭*
Terima kasih🙏🏻🙏🏻