Mr Psychopat

Mr Psychopat
Chapter 41


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


Dooorrrr Lucas melepaskan satu tembakan lagi ke sembarangan arah.


"Katakan lebih jelas!" Teriaknya lagi dengan tatapan membunuh di iringi dengan satu peluru yang lepas.


"Istri anda sedang hamil Tuan." Jawab dokter itu dengan suara yang nyarin dan membuat Lucas serta Tenry tertegun mendengarnya.


"Apa kamu bilang tadi? Coba ulang sekali lagi?" Perintahnya dengan pelan namun tetap saja aura kematian lebih dominan.


"Nyonya Tenry sedang hamil dan kemungkinan usia kandunganya sudah memasuki usia 7 minggu Tuan," jawab dokter itu dengan gugup namun yakin dengan hasil diagnosanya.


"Apa kamu yakin?" Tanya Lucas sekali lagi, karna masih merasakan ragu.


Dokter itu menganggukan kepalanya yakin.


Lucas yang mendapatkan kabar itu benar-benar tidak tau bagaiamana mau berekspresi. Dia langsung berjalan mendekat ke arah Tenry yang sedang terdiam meneteskan air matanya sambil memegang perutnya yang masih datar itu.


Lucas duduk di samping Tenry dan mengelus perut istrinya. Tenry yang menyadari kehadiran Lucas itu langsung menangis dengan sangat kencang dan memeluk tubuh suaminya dengan erat.


"Hisskk,,hisskk,huee,,huee,,aku hamil sayang,,hikss,,hisskk,, Lucas aku hamil." tangisnya bahagia karna masih di beri kesempatan hamil lagi setelah dulu sempat di gugurkan.


Sedangkan Lucas yang memang bingung harus bagaimana berekspresi bahagia itu, hanya diam saja mengelus tubuh istrinya, "iya Tenry, itu bayi kita dan jangan pernah coba kamu gugurkan lagi! Apa kamu mengerti Tenriyola." serunya memberikan peringatan kepada istrinya.

__ADS_1


Tenry melepaskan pelukanya itu, dan bukanya takut dia malah tersenyum dengan sangat manis di hadapan Lucas dan langsung mengecup bibir suaminya. "Aku akan menjaganya bahkan dengan nyawaku sendiri." tangisnya lagi lalu meletakan kepalanya di dada suaminya.


"Itu harus, karna dia bayiku." Jawab Lucas dengan tegas.


Sumpah demi apa pun, siapa saja pasti akan tertawa melihat ekspresi Lucas saat ini, di wajahnya sangat jelas sekali terlihat jika dia ingin tersenyum bahagia, namun sepertinya wajahnya itu sudah kaku aatau mati rasa, sehingga untuk membentuk lekukan senyum yang lebar di pipi dan bibirnya itu sudah tidak bisa karna di butuhkan pelumas yang sangat mahal untuk senyum bahagianya itu.


Lucas menoleh ke arah pelayan, Dokter itu sekaligus Kevin untuk memberikan kode agar pergi dari ruangan ini sekarang meninggalkan dirinya dan juga istrinya berdua.


Karna mengerti kode itu, seluruhnya langsung bergegas keluar sebelum iblis itu mengamuk lagi dan mencari korban baru.


Setelah orang-orang itu keluar, Lucas membaringkan kepala Tenry di pahanya sambil mengelus lembut rambut itu.


"Are you happy?" tanya Tenry yang merasa suaminya itu tidak ada pembahasaan apa-apa tentang bayi mereka.


Tenry menolehkan wajahnya ke arah suaminya, lalu kembali turun dan memejamkanya lagi karna masih merasa sedikit pusing. "But aku liat kamu seperti tidak bahagia dengan kehamilan ku ini," lirihnya pelan dan membuat Lucas memilih menyenderkan kepalanya dan mulai memejamkan matanya.


"Aku sudah pernah bilang Tenry, jika rasa bahagia dan syukur itu tidak perlu terlalu di oerlinatkan, hanya secukupnya saja." balas Lucas yang membuat Tenry tertegun malas.


Selama hampir setengah tahun hidup menjadi istri Sang Psychopat gila seperti Lucas, membuatnya sudah terbiasa akan rasa sakit dan sikap-sikap tempramental suaminya.


Berharap Lucas bucin atau mengungkapkan perasaanya itu sama saja jika dia berharap memetik bintang di langit yang sangat tinggi.


Ini adalah dunia nyata, bukan sebuah dunia fiksi dimana yang dia impikan jika suaminya akan menyayanginya dengan cinta yang tulus dan mau mengikuti seluruh permintaanya seperti dunia novel yang lain. Yang biasa dia baca jika seorang istri Mafia akan di perlakukan istimewa oleh suaminya, namun tidak dengan dia yang hanya bisa menekan semua khayalan itu. Karna Lucas sudah berulang kali memperingatkan jika di dunia ini tidak ada yang namanya Psychopat bucin.

__ADS_1


"Ehmm,, oh ya sayang kamu mau bayi apa? Laki-laki atau perempuan?" tanya Tenry yang mencari pembahasaan dengan begitu antusias karna kehadiaran bayinya.


Lucas kembali membuka matanya, lalu memperbaiki posisinya untuk kembali duduk dan mengelus perut istrinya.


Tenry merasakan sangat bahagia karna meskipun masih terlihat sangat canggung tapi Lucas masih mau memperlihatkan sisi hangatnya dengan terus menerus mengelus peru Tenry. "Aku tidak menuntut dia nanti akan lahir berjenis kelamin apa, bagi ku semuanya sama, dan aku tidak ingin memilih dan membagi kasih ketika nanti anaknya ini maka aku akan seperti ini, dan ketika anaknya itu maka aku akan berbuat dan bersikap seperti ini, jadi aku menerima apa pun kelahirnyanya nanti." Seru Lucas yang semakin membuat Tenry yakin jika suaminya ini bukanlah seorang iblis, dia masihlah seorang manusi biasa yang belum bisa meraskaan hatinya dia sendiri.


Tenry langsung bangkit dari tidurnya dan menatap lekat mata suaminya. "I know you Human, not Devil," imbuh Tenry sambil memberikan kecupan singkat di bibir Lucas lalu memeluknya lagi.


"Aku tidak tau ini salah apa tidak, tapi yang jelas aku mencintanya, dan mungkin ini adalah sebuah dosa, tapi aku berjanji akan mengubahnya menjadi sosok yang penuh kehangatan." ucap Tenry dalam hati yang merasa yakin jika suatu saat nanti suaminya akan berubah.


To Be Continue. *


Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti 🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰*** jangan Sinder.***


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭*


Terima kasih🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2