
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
Dan kini hanya tinggal tersisa Lucas yang sedang menggendong bayinya dan juga Valen yang masih begitu setia menemani kakanya.
Lucas terus menangis dan menatap ke arah putranya yang baru berumur sehari itu, dia berdiri dan menatap ke arah Valen.
"Valen, kakak titip Zein sama kamu ya, kakak mohon rawatlah dia seperti bayi kamu sendiri, ajarkan dia agar bisa menjadi laki-laki yang kuat dalam menghadapi kehidupan ini," tangisnya menyerahkan Baby Zein kepada Valen.
"Kakak." Lirih Valen pelan tidak sanggup emberkata apa pun.
Lucas langsung memeluk tubuh Valen dengan tangis histerisnya. "Maafkan kakak Valen, maafkan jika selama ini kakak bukanlah menjadi saudara yang baik untuk kamu, maafkan lah karna kesalahaan kakak kamu yang medapatkan hasilnya, maafkan kakak karna belum bisa menjadi yang terbaik untuk kamu." serunya dengan tulus, lalu melepaskan pelukanya dari tubuh adiknya.
"Enggak kak, kak Lucas adalah kakak yang paling hebat dan nomor satu untuk Valen, kakak selalu ada di samping Valen ketika ada yang menyakiti adik kakak ini, Valen bangga memiliki Kakak seperti kak Lucas, Valen sangat mencintai kakak, sangat mencintai.hisskk,,hisskkk."
"Valen, kakak cuman mau bilang jaga diri kamu baik-baik ya, kamu taukan hidup sebagai seorang wanita yang sudah pernah menikah itu akan banyak sekali cobaanya, terlebih mulai saat ini kakak minta berdirilah sendiri karna kakak sudah tidak mungkin berada di sampingmu lagi, tidak bisa menghapus air matamu lagi, tidak bisa memberikan pelajaran untuk mereka yang menyakitimu, jadilah wanita yang kuat dan tangguh,"
Valen menggelengkan kepalanya menolak kalimat demi kalimat yang keluar dari mulut kakaknya itu. "Enggak kak, please jangan bilang begitu, kakak akan selalu di sini kan temanin Valen, kakak tau Valen udah gak punya siapa-siapa lagi, kalo Valen kesepian bagaimana kak? Valen belum bisa berdiri sendiri tanpa sandaran."
__ADS_1
"Ada Zein yang akan menemani kamu Valen, kakak harus mempertanggung jawabkan semua perbuatan kakak selama ini Valen, terutama pada istri kakak," balas Lucas yang membuat Valen tidak mampu berkata apa-apa lagi.
Lucas langsung beralih pada bayi mungilnya. "Zein jangan nakal ya nak, dengarin jika bundanya berbicara, jangan di bantah ya Nak, jangan buat bunda pusing, Papah mencintaimu nak, namun Papah harus pergi untuk mendapatkan hukuman atas seluruh kesalahan Papah, maafin Papah yang tidak bisa melihat dan menemanimu tumbuh Zeeinn, ingat pesan Papah ya sayang, jangan pernah percaya dengan orang luar, dan jangan sembarang memilih teman yang akan bisa menjatuhkanmu, gunakanlah kakimu untuk berpijak Nak, jangan pernah mengandalka orang lain. Papah mencintamu Zein, Papah tidak tau bagaimana lagi cara mengatakanya tapi Papah sangat ingin memeluk dan melihatmu tumbuh, maafkan Papahmu yang tidak sempurna ini Zein,," ucapnya mencium gemas pipi tembem putranya sebagai ciuman terakhir mereka.
"Pipi kamu gembul nak, ini pasti karna mamah kamu kemarin banyak makan deh." Serunya dengan sedikir tertawa mencairkan suasana.
Lalu dia beralih pada kuburan istrinya. "Aku merindukanmu Tenry, aku pamit untuk mempertanggung jawabkan semuanya, walaupun ini tidak akan pernah terbayarkan oleh semua kesalahanku yang sudah seperti gunung." Ucapnya lalu mencium nisan istrinya.
Dan kemudian dia beralih pada Valen yang mengalihkan pandanganya ke arah lain. "Kakak mencintamu Valen, berjuanglah." ucapnya lalu mencium kening adiknya.
"Kakak." Panggil Valen dengan suara yang gemetar.
"Kakak pamit ya Valen." pamitnya ingin menyerahkan dirinya pada polisi.
Lucas sudah melangkah menjauh dari Valen, lalu membalikan kembali tubuhnya dan tersenyum manis kepada adiknya.
Dddroooorrrr,,dddooorr,,ddoooorr,,dddoooorr.
__ADS_1
"Kakakakkaakakakakkakak." Teriak Valen yang melihat dengan jelas kematian kakak kesayanganya itu.
Lucas tewas seketika di saat mendapatakan beberapa tembakan kematian yang di layangkan oleh polisi sekitar.
Polisi sengaja menembak mati Lucas di tempat karna tidak ingin Lucas kabur atau mengamuk dan mengakibatkan kematian untuk polisi itu sendiri mengingat siapa Lucas yang merekas kenal.
Valen melemah mendekati tubuh kakaknya sambil terus menggendong Zein yang menangis di dekapanya.
"Kak,kak Lucas bangun." Panggilnya frustasi melihat kakaknya yang tidak bernyawa tepat di hadapanya.
"Kak Lucaaass bangunnn.jangan tinggalkan Valen kak, banggunnn," panggilnya lagi di iringi tangisan Zein yang semakin nyaring.
"Kakakkakakakakkakakakkak." Teriak Valen lagi merasa sesak di dadanya.
"Selamat jalan Kak Lucas, selamat jalan kak Tenry, berbahagialah di sana, aku janji akan merawat Zein dengan penuh kasih sayang."
Tamaattt---------
__ADS_1
Terima kasih ya sudah mampir ke karya author yang ini. Maaf tulisannya masih jelek dan banyak adegan yang ke potong.
Tapi terima kasih banget karena sudah mampir ya sayang - sayang Mimin. Di sini Mimin buka apa - apa kalau tidak ada kalian. Dan jangan lupa mampir ke karya Mimin yang lain ya. Terima kasih 🙏🏻