Mr Psychopat

Mr Psychopat
Chapter 29


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


Ketika ular itu telah masuk sempurna, Lucas langsung meminta sebuah jarum dan benang khusus untuk menjahit mulut Sandra agar Ular itu tidak keluar lagi.


"Eeehhmmmuuhmmhjmmm hiskk,,hissk." Jeritanya di saat mulai merasakan sakit di dalam tubuhnya mungkin akibat dari patukan atau gigitan King Cobra itu yang berada di tubuhnya.


Dan tak lupa Lucas memasukan sebuah balok besar dan memaksanya masuk ke dalam gawang Apom milik Sandra hingga robek tak karuan, bahkan darah mengir bagaikan Mata darah, bukan mata air.


Setelah semuanya selesai, Lucas menatap ke arah Sandra yang saat ini sudah tidak bergerak lagi. Bahkan nafasnya saja sudah tinggal setengah. "Benar-benar sampah, karna terlalu banyaknya dosamu sehingga aku kesulitan untuk membunuhmu." Kesalnya melihat Sandra yang masih saja bernafas walaupun sudah sekarat.


Lalu dia mengalihkan padanganya kepada tigapuluh orang yang masih hidup saat ini.


"Lemparkan 10nya ke kolam lintah ku itu, kasian mereka belum ada makan." Perintahnya pada aanak buahnya.


"Baik Tuan." Jawab mereka serempak dan dengan segera membawa 10 pengkhianat itu masuk ke dalam kolam lintah mematikan itu.


"Lalu bagaimana yang 20 ini Tuan?" Tanya Anak buahnya lagi.


Dengan senyuman mematikan Lucas menatao ke arah anak buahnya. "Ikan Piranha ku sepertinya sudah lama tidak makan." Serunya pelan namun membuat seluruh anak buahnya mendadak lemas.


"Masukan seluruhnya ke kolam Piranha ku. Pastika semuanya mati tak tersisa." Perintahnya dengan tegas.


"Baik Tuan."


Setelah menyelesaikan tugasnya, kini Lucas merenggangkan sedikit ototnya yang lelah akibat beraktivisatas seharian ini. Dia ingin tidur sebentar karna malam ini dia akan memberikan kebahagian pada istrinya, yaitu dinner pertama mereka.

__ADS_1


Saat ini Lucas dan Tenry kini tengah berada sebuah restoran terbaik yang sudah di reservasi oleh Lucas khusus malam ini, menikmati dinner malam yang tidak romantis, karna Lucas sama sekali tidak membuka suara sama sekali seperti pasangan biasa.


Tenry hanya terdiam tanpa ada nafsu makan sama sekali, dia hanya mengaduk-aduk makanya tanpa ada minat sama sekali malam ini.


"Ada apa ? Apakah kamu tidak suka dengan makan malamnya hem?"tanya Lucas yang sedari tadi sudah memperhatikan gerak gerik istrinya sedari tadi.


Tenry menggelengkan kepalanya singkat, lalu menghembuskan nafasnya kasar sebagai jawaban.


Lucas terlihat meletakan kembali peralatan makannya, lalu menatap fokus pada istrinya yang saat ini sedang murung tak menikmati dinner malamnya.


"Katakan Tenry ada apa ? Aku mengajakmu keluar dinner untuk bisa merasakan indahnya pasangan pada umumnya.


Tenry yang di bentak oleh Lucas kali ini semakin mengerucutkan bibirnya malas. "Aku mau kita dinner seperti biasa, bisakah kita pindah ke restoran yang ada banyak orang, aku ingin menjalani hidup seperti biasa," pintanya dengan lembut sambil menggengam tangan suaminya yang terlihat datar saat ini.


Lucas menarik tanganya yang saat ini tengah di gengam oleh Istrinya, sebagai penolakan permintaan dari Tenry.


Lucas terlihat menarik nafasnya dengan dalam, lalu menghembuskan dengan kasar. "Baiklah Tenry, aku akan menurutimu malam ini. Kita akan pindah ke restoran yang kamu inginkan," Serunya lagi, yang membuat Tenry sontak menatapnya dengan senyum yang sangat manis.


"Makasih sayang,makasih," Serunya dengan riang, lalu segera berdiri dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah suaminya untuk memeluk tubuh Lucas sebagai ucapan terima kasihnya.


Lucas hanya diam saja tanpa tersenyum ataupun membalas ucapan istrinya itu, dia langsung berdiri dari duduknya, dan meninggalkan Tenry begitu saja.


"Cepat jalan, atau kamu akan ku tinggal," perintahnya yang melihat Tenry hanya berdiri diam tanpa mengikuti langkahnya.


Dengan segera Tenry mengambil tasnya dan bergegas mengikuti langkah suaminya yang tergolong sangat cepet itu.

__ADS_1


"Sayang," panggilnya ketika dia berhasil mendapatkan tangan suaminya.


"Hemm," jawab Lucas tanpa menoleh sedikitpun, dia masih terus berjalan hingga sampai ke dalam mobil mereka.


"Sayang dengar dulu," panggilnya lagi, ketika Lucas mulai memasangkan sabuk pengaman untuknya.


Namun bukanya menjawab Lucas malah mencium dan melahap bibir Tenry dengan kasar. Hingga di saat mereka sudah mulai kehabisan nafas, Lucas melepaskan ciuman itu.


"Apa pun yang kamu inginkan, just talking, no need to call me like that, do you understand or not?" tegasnya yang merasa muak mendengar Tenry yang sedari tadi memanggil-manggil dirinya.


Tenry yang takut, kini hanya menjawabnya dengan anggukan kepalanya singkat.


"Katakan ada apa?" seru Lucas lagi, ketika mihat Tenry yang tak kunjung membuka pembicaraanya.


To Be Continue. *


Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti 🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰*** jangan Sinder.***


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭*

__ADS_1


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


__ADS_2