
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
"Aku tidak pernah mempercayai orang lain, meskipun dia adalah asisten sahabatku yang paling bisa di percaya, namun itu tidak akan bisa menjamin apa pun, karna kamu tau kan di dalam sebuah pertemanan tidak ada yang bisa di percaya karna bisa saja dia menusuk dari belakang." Ucap Lucas yang membuat Tenry terdiam dan mengalihkan pandanganya ke sisi lain.
"Akibat ulahku menusuknya dari belakanglah yang membuatku menikah dengan kamu." Lirihnya pelan, namun masih jelas terdengar di telinga Lucas.
"Cikh, tidak kamu salah." Balasnya yang kembali membuat Tenry kembali menatapnya.
"Salah? Dimana salahnya?" Itu sebuah kenyataan bukan, jika tidak kamu tidak akan mengenal ku." bantah Tenry yang tidak terima jika Lucas mengatakan semua pemikiranya itu salah.
Lucas hanya memilih mengedikan bahunya singkat, sebagai tanda jika dia malas untuk menjawab lagi.
Dia yang terkenal irit bicara, kini mulai mengurangi itu semua untuk bicara dan membiasakan diri dengan Tenry.
Lucas tidak tau kenapa dia malah memilih untuk menjalani pernikahaan yang tidak seharusnya dia jalani.
Dia tidak ingin mempunyai kelemahaan apa pun di dalam kehidupanya selain Valen adiknya.
"Lucas jawab aku, apa yang kamu maksud salah itu bagaimana ?" Tanya Tenry mendesak agar Lucas mau menjawabnya.
"Tenry jangan pernah memaksaku untuk keluat dari zona ku." Ucapnya memberikan sebuah peringatan.
Tenry tertunduk diam dengan peringatan itu, bahkan sampai pelayan mengantarkan pesanan saja dia masih terus terdiam.
Tidak lama waktu yang mereka gunakan untuk melakukan dinner malam ini.
__ADS_1
Malam yang mereka lewati dengan sedikit kegagalan karna Lucas yang tidak bisa menahan emosi, di tambah lagi aksi mereka yang saling diam menambah hancurnya momen malam ini.
Hingga ketika mereka sampai di rumah, tanpa bicara Tenry terus saja masuk ke kamar untuk membersihkan tubuhnya.
Sedangkan Lucas kini beralih ke ruangan kerjanya, dengan di ikuti oleh Kevin di belakangnya.
"Kevin, besok saya akan berangkat ke Barcelona, dan kamu urus segala keperluan di sini, aku sudah memberitahumu kan jika besok akan ada seseorang yang datang," Ucapnya mengarah pada Kevin yang sedang berdiri di depanya ini.
"Sudah Tuan, dan saya juga sudah menghubungi Dokter Xi untuk melakukan operasi penanaman bom itu, dan juga kami sudah menyiapkan penjagaan ketat agar selama kepergian anda, Nyonya Tenry tidak akan bisa melarikan diri Tuan." Jawan Kevin yang sudah melakukan pekerjaanya dengan sempurna.
Lucas menganggukan kepalanya singkat, lalu dia memerikasa dokumen yang tadi belum dia lihat. Dan tiba-tiba dia teringat seseuatu.
"Kevin, aku sudah meretas sistem cctv di jalan zzzz, kamu pergi dan pastikan jika di sana tidak ada meninggalkan bukti sekecil apa pun, meskipun itu hanya sebuah jejak kaki atau pun potongan rambut, kamu mengerti." Perintahnya lagi, yang di jawab tundukan kepala sopan dari Kevin.
"Bagus, kamu boleh pergi sekarang." Serunya lagi menyuruh Kevin untuk meninggalkanya sendiri saat ini.
Dan setelah Kevin keluar dari ruanganya, Lucas menyenderkan kepalanya sejenak merasa pusing dengan keadaan yang akan dia jalani dalam hari-hari ini.
Di tambah kondisi rumah tangga Valen yang masih berada dalam masalah besar, membuatnya bingung yang mana dulu yang harus dia selesaikan.
Sedangkan untuk masalah Tenry yang sedang merajuk saat ini, dia sama sekali tidak memperdulikanya.
Baginya wanita marah itu adalah hal yang biasa, tidak ada yang perlu di khawatirkan. Karna jika sudah selesai dia akan kembali dengan sendirinya tanpa harus di rayu ataupun di bujuk.
Karna untuk bersikap manis saja, Lucas mau muntah jika membayangkan hal itu terjadi dengan dirinya.
__ADS_1
Bersikap bucin tidak akan pernah terjadi di dalam kamus hidupnya, sekalipun dia terbukti akan jatuh cinta pada istrinya itu nanti.
Selesai berdiskusi dengan Kevin tadi , Lucas keluar dari ruang kerjanya menuju kamar pribadinya untuk membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lengket.
Ckklleeekkkk, dia membuka pintu kamarnya dengan perlahan, dan melangkah santai masuk.
"Sudah tidur dia," ucap Lucas pelan, melihat Tenry yang tidur dengan menghadap ke sisi lain.
Sedangkan Tenry yang tadi mendengar pintu terbuka, langsung cepat-cepat memenjamkan matanya agar tidak bertatapan dengan wajah suaminya.
Dia masih merasakan kesal karna Lucas sejak tadi hanya diam tanpa mau menjawab pertanyaa waktu di Cafe.
To Be Continue. *
Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti 🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰*** jangan Sinder.***
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭*
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
__ADS_1