Mr Psychopat

Mr Psychopat
Chapter 9


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


Tingg... tongg. Bryan memencet bel rumah besar itu. Lalu tak lama keluarlah sosok pria setengah tua, dengan senyuman mesum di wajahnya.


"Jadi ini pesananku?" Tanyanya dengan menarik Tubuh Nora kedalam dekapanya.


"Ingat ya, kamu tidak boleh membantunya kabur!" Bryan memberikan sebuah ancaman pada pria separuh tua itu.


"Tenang bro. Selesai tugasnya akan ku kembalikan padamu." Jawab pria itu dengan santai.


"Bagus, kalo begitu saya akan menunggu diluar!" Balasnya lagi. Lalu pria tua itu menutup pintunya dan mengajak Nora morena.


15 menit kemudian.


"Aaaaaaarrrrrgggghhhh jeritan pria setengah tua tadi sangat nyaring hingga Bryan yang diluarpun bisa mendengarnya.


Dengan cepat Bryan langsung berlari masuk kedalam, dan sontak dia terkejut melihat kukubird pria tua itu yang sudah setengah putus akibat digigit oleh Nora.


"Shitt, kabur kemana dia?" Tanya Bryan penuh emosi.


"Kesana hiks." Tunjuk pria tua itu sambil memegangi masa depanya yang sudah tergantung dan sebentar lagi akan putus.


Dengan cepat Bryan langsung lari mengejar Nora yang kabur,


"Tolongg...tolongg..tolong saya." Tangisan Nora ketika mendapatkan sebuah rumah dengan penuh Ibu-ibu yang sedang melakukan arisan. Dan sontak ibu-ibu itu terkejut ketakutan karna melihat tubuh Nora yang sudah dipenuhi banyak darah terutama dibagian mulutnya yang dipakai menggit tadi.


"Tolong saya..saya diculik."" Tangisnya memohon bantuan.


"Baik saya akan menelpon polisi." Sahut salah satu ibu-ibu itu.


Namun Bryan lebih dulu menangkapnya."jangan Bu, wanita ini terjaring kasus Nark oba yang sangat meresahkan masyarakat." Ucapnya tambah membuat ibu-ibu itu semua menjadi panik.


"Apakah perlu saya hubungi polis?" Tanya ibu itu dengan ketakutan.


"Tidak perlu bu, saya adalah seorang intel yang dikhususkan menangkap wanita ini. Saya permisi!" Pamitnya buru-buru menarik dan menyert tangan Nora. Dan mau tidak mau Nora mengikutinya.

__ADS_1


"Shittt berani sekali kamu kabur ya." Umpatnya penuh emos. Lalu dengan cepat membawa Nora kembali kemarkas.


Setibanya dimarkas, Nora langsung diletakan di sebuah Bak mandi. Dengan tangan yang terborgol. Dan tak lama beberapa anak buah Bryan masuk dengan membawa enam ember es batu. Dan langsung meletakanya diatas tubuh Nora.


"Jalani hukuman ini sampai es batu ini semua mencair dan menjadi hangat kembali." Ucapnya dengan sinis lalu pergi meninggalkan Nora yang terendam dengan Es batu.


********


Tak membutuhkan waktu lama, saat ini Kevin baru saja datang dengan seorang dokter yang sudah terbiasa bekerja dengan Lucas.


“Tuan ini dokternya,” ucap Kevin dengan menundukan kepalanya hormat, menunjuk dokter yang berada di belakangnya .


Lucas langsung menoleh ke arah Kevin dan dokter itu. “Hem, cepat kamu periksa istriku,” titahnya dengan lugas.


“Ba,,baik Tuan,” jawabnya dengan Gugup, lalu melangkah mendekat ke arah Tenry yang sedang pingsan saat ini.


"Bagaimana keadaaanya?" Tanya Lucas saat Dokter telah selesai memeriksa keadaan Tenryz


"Kondisi kakinya tidak begitu parah Tuan, hanya saja retak di tulang, tapi tidak patah.." jawab Dokter itu menjelaskan keadaan Tenry saat ini.


Seketika langsung membuat Dokter wanita itu menelan salivanya kasar. "Maaf Tuan, saya hanya seorang Dokter, jika masalah obatam seperti itu, bisa Tuan tanyakan langsung pada bagian farmasi." Jawab Dokter itu dengan gugup karna ketakutan.


"Ya sudah pergi sana! Kou membuat ku muak." Serunya mendorong tubuh Dokter itu.


"Aawwww." Rintih Dokter itu disaat dirinya terjatuh karna didorong oleh Lucas.


"Cikhh Lemah." Lirihnya pelan dengan menatap tajam kearah Dokter itu. Sehingga membuat dokter itu segera berdiri dan berlari ketakutan.


Setelah Dokter itu pergi, Lucas langsung berjalan mendekat kearah Tenry," ini akibatnya jika kamu berani lari dariku! Jika kamu menurut padaku! Aku tidak akan pernah melakukan ini lagi." Tandasanya menciumi tangan Tenry yang terdapat luka sayatan lukisan namanya, "sepertinya ini kurang, aku harusnya menuliskanya disini," tunjuknya kearah Jantung Tenry.


"Disini, harusnya aku memberikan sayatan dan lukisan namaku dijantung kamu ini." Gumamnya pelan dan seperti berfikir.


Lalu dia bangkit dari duduknya, dan kembali mengambil pisau curter itu.


Sreeekk..sreek lagi-lagi dia memberikan sayatan pada dada Istrinya. "Engghhhh sakit." Lirih Tenry pelan dalam pingsanya.

__ADS_1


Namun seperti Tuli. Lucas tetap melanjutkan aksinya melukis didada Tenry dengan sebuah pisau curter. Hingga lagi-lagi membuat daraj itu mengalir seperti air yang deras."hikss..hikss.. sakit. Lucas sakit." Rintihnya kesakitan berulang-ulang.


"Sssttttt sayang, sedikit lagi. Ini gak akan sakit." Ucapnya lembut membelai wajah Tenry dengan tangan yang dipenuhi dengan darah."sakitt..sakittt.. hikss Lucas. Bunuh aku. Ini sakit. Hentikan ku mohon..hikss sakit." Jeritanya benar-benar meringis kesakitan.


Bagaimana tidak. Tangan yang terkena pisau dapur saja sakitnya luar biasa. Apalagi Tenry yang merasakan pisau curter yang sangat tajam kini merobek-robek kulitnya. Ini bahkan ssakitnya lebih meyakitkan jika Lucas sekalian memutulisinya.


"Cukup Lucas. Sakitt..hikss..hikss." Tangisnya namun tak lama hilang kesadaran sekali lagi."


"Ehmm, selesai," serunya lalu mengambil ponselnya dan segera mengambil foto dada Tenry yang masih dipenuhi oleh darah segar itu.


"Lastri." Teriaknya memanggil kepala pelayan Lastri.


"Iya Tuan saya disini." Sahutnya dengan berlari.


"Panggilkan Dokter untuk mengobati luka istriku ini." Ucapnya dengan meraba hasil lukisanya.


Lastri langsung memandang melihat keadaan Tenry, dia langsung meringgis melihat Istri Tuanya yang saat ini sudah berlumuran darah. Jika saja dia berani untuk membunuh. Dia benar-benar akan membunuh Tenry, agar tidak ada lagi penyiksaan yang sangat menyakitkan seperti ini dari Tuanya.


"Apa yang kamu liat.!" Bentak Lucas melihat Lastri yang memandang istrinya dengan ketakutan.


"Ti-tidak Tuan, maaf saya permisi." Pamitnya buru-buru sebelum dia yang jadi santapan siang Dari Tuanya.


To Be Continue. *


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ******🙏🏻🙏🏻**** dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰*** jangan Sinder.***


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ****😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya********😘😘*** ****


*****Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ******😭😭😭*


Terima kasih🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2