
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
"Apaaa.jangan pernah berharap aku akan menguburkan tubuh Papah kamu dengan layak. Camkan itu baik-baik!" Ucapan Lucas yang mengerti arti tatapan mata Istrinya. Lalu dia memberikan ancaman otoriter kepada Tenry.
"Keviiin, teriaknya pada Asistenya."
"Ya Tuan, saya disini," sahut Kevin dengan cepat.
"Panggil Dokter sekarang! Suruh mereka membawa alat-alatnya dengan lengkap, aku mau dia menjahit semua luka yang ada di tubuh istriku, terutama bersihkan sisa-sisa yang berada di rahimnya. Pastikan kandunganya bersih sebelum aku menanamnya kembali!" Perintahnya tegas pada Kevin.
"Oh ya, bersihkan semua daging-daging serta semua darah yang berada disini, pastikan jika aku turun nanti, sudah tidak ada bau amis darah lagi."
"Baik Tuan, segera akan saya laksanakan." Balasnya menunduk Hormat, lalu melangkah pergi.
Dan setelah kepergian Kevin, dengan segera Lucas menggendong Tenry naik dan masuk kekamar, untuk membersihkan dirinya dari darah-darah yang menempel di tubuh mereka.
"Bagaimana perasaanmu sayang hem?" Tanya Lucas menciumi Pundak Tenry.
"Apa kamu sekarang sudah puas Lucas? Siapa lagi yang mau kamu bunuh sekarang ha? Sampai kapan kamu mau berhenti menjadi Gila seperti ini. Kamu bunuh semua mereka yang tidak bersalah, kamu siksa mereka. Bahkan kamu membuat bisnis dari wanita-wanita yang usianya baru balita. Astaga Lucas. Stopp!" Ucapnya tanpa takut. Dengan posisi sedang berbaring dengan menutup matanya dan Lucas yang memeluknya dari belakang.
Lucas hanya tersenyum tipis dengan semua perkataan dan pernyataan yang di kelurkan Tenry,"bukankah aku sudah bilang, jangan memancing emosi ku, lalu kamu dengan tidak tau diri malah membunuh bayiku." Jawabnya dengan santai masih dengan memeluk dan mencium tubuh Tenry yang sudah bersih dari darah yang menutupi tubuhnya tadi.
Tok..tokk..tokk. Suara ketukan pintupun terdengar disela-sela pembicaraan mereka.
"Masuk." Sahut Lucas kepada seseorang yang mengetuk pintu itu.
"Tuan. Dokter yang anda mintaa tadi, sudah datang," seru Kevin asisten Lucas.
"Bagus, suruh dia masuk!" Perintahnya dengan nada yang tenang.
__ADS_1
"Baik Tuan." Balas Kevin, lalu dia melangkahkan kakinya keluar untuk menjemput Dokter itu, yang saat ini tengah berada di ruang tamu,
Beruntungnya darah-darah dan sisa-sisa potongan tubuh Lastri sudah dibersihkan dengan cepat. Karna jika tidak bisa sangat bahaya untuk mereka semua.
Karna selama ini semua kejahatan dan Bisnis Lucas memang jauh Dari pantauan Hukum Negara. Sehingga dia selalu aman dalam membunuh atapun menculik remaja untuk dijual.
"Permisi Tuan," ucap sang Dokter dengan sopan membungkukan tubuhnya hormat.
Lucas yang sedang asik mencium bibir istrinya itu akhirnya terhenti karna suara itu.
Dan sejenak dia menarik nafasnya panjang," cepat kamu obati istriku, dalam satu jam aku kembali semuanya harus selesai, dan ingat bersihkan kandunganya sebersih mungkin, karna dia harus menerima kembali benihku ini untuk ditanam secepatnya! Apa kamu mengerti,?" Serunya pada Dokter itu, dengan suara yang penuh penekanaan, dan ketakutaan yang tinggi.
"Me-me-mengerti Tuan." Jawab Dokter itu ketakutan.
"Bagus, sekarang kerjakan cepat tugasmu!" Perintahnya tegas, lalu kembali menatap Tenry,
Dan beberapa menit kemudian dia melepasakan ciuman panas itu, dengan nafas keduanya yang terengah-engah.
Cupp, sekali lagi Lucas memberikan sebuah kecupan di bibir itu," aku harus pergi!" Serunya lalu bangkit dari tempat tidur, dan segera melangkah keluar.
Dan setelah pintu tertutup sempurna, Dokter wanita itu lansung melangkah mendekati Tenry, dia langsung mengeluarkan Alat-alat yang akan digunakana untuk menjahit semua luka robek di kepala dan tangan itu.
"Bagaimana ini semua bisa terjadi Nyonya?" Tanya sang Dokter yang mempunyai jiwa penasaran yang tinggi.
"Tidak perlu tau, cukup diam dan kerjaankan." Sahut Tenry dengan aura yang dingin, yang semakin membuat Dokter itu merinding mendengarnya.
Setelah satu jam berlalu, Lucas kembali lagi masuk kedalam kamar, dia ingin mengecek keadaan istrinya saat ini.
"Apakah kamu sudah selasai dengan pekerjaanmu?" Tanya pada Dokter, yang tengah mengobati dan menjahit luka di tubuh Tenry.
__ADS_1
Dokter yang tengah merapikan barang-barangnya itu kembali, sontak terkejut dengan suara bariton yang tiba-tiba menegurnya. "Su-sudah Tuan." Jawab Dokter itu dengan Gugup.
Dengan santai dia langsung naik ke atas tempat tidur, dan kembali memeluk tubuh Tenry istrinya. "Bagus, sekarang segeralah keluar, aku ingin istirahat saat ini." Perintahnya dengan mata terpejam sambil memeluk Tenry.
Tenry yang dipeluk oleh Lucas, diam-diam merasakan kehangatan, lalu dia bebalik menghadap ke arah Lucas, dan melihat wajah tampan itu sedari dekat, dan dia baru menyadari hal itu, karna selama ini dia hanya memperhatikan wajah itu dari jauh atau jika sedang tidur, maka Tenry lebih memilih membelakanginya.
Dengan pelan dan penuh keberanian dia membelai lembut wajah yang terlihat sangat lelah itu, namun dia merasakan suhu tubuh Lucas yang meninggi, "Ya ampun Lucas, kamu demam," lirihnya pelan menyentuh dahi suaminya, lalu dengan cepat dia menyingkirkan tangan Lucas yang berada di pinggangya. Dan segera dia bangun dari tempat tidur dengan perlahan dia bangkit, dan menahan sakit di kepala dan tanganya. Namun dia tetap berusaha, untuk mengambil sesuatu yang bisa menurukan demam suaminya.
Dengan perlahan dia mengambil air dingin dan menempatkannya di sebuah wadah yang bersih dari kamar mandi, tak lupa dia juga mengambil sapu tangan kecil untuk mengompres kepala Lucas,
Setelah dia rasa cukup, akhirnya Tenry kembali malangkah naik ke atas tempat tidur, lalu dia mengambil obat Paracetamol yang tadi sempat di simpanya, dia mengambil lalu membangunkan Suaminya. "Lucas,,heeyy,,bangun ! Minum dulu obatnya Yuk," ucapnya dengan lembut. Menepuk pelan pundak Lucas.
Lucas membuka matanya perlahan dan mengikuti arahan Tenry dibawah alam sadarnya dia menuruti apa yang dikatakanTenry, hingga akhirinya istrinya itu berhasil meminumkanya obat, padahal dia adalah tipe manusia yang paling malas dan tidak suka meminum obat.
Setelah memberikan obat, Lucas berbaring kembali dan tidur, dengan perlahan Tenry mulai mengompres kepala Lucas berharap demam itu segera turun, namun di tengah-tengah tidurnya Terdengar Lucas yang bergumam memanggil nama adiknya, "Valeeen..Alenggg,Sini datang sama kakak," gumamnya di dalam tidurnya.
To Be Continue. *
Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti 🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰*** jangan Sinder.***
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭*
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
__ADS_1