
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
Lucas dan Valen akhirnya sama-sama saling membalas pelukan hangat yang sudah lama mereka tidak pernah lakukan, lantaran Valen yang takut mengunjungi Lucas. Meskipun dia tau, jika kakaknya tidak akan pernah menyakiti dirinya, namun dia takut kakanya itu membunuh suaminya, karna Valen berpindah agama atas keinginan untuk mengikuti suaminya.
Sedangkan dari arah luar, Tenry melihat kehangatan keduanya yang menyatu karna kasih sayangpun terduduk menangis, "aku juga rindu dengan kakak ku, aku rindu dengan semya keluarga ku Lucas, Mamah dan Papah semua, mengapa kamu bisa bersikap hangat kepada adikmu namun tidak dengan ku, aku istrimu Lucas, pleas hargai aku," tangisnya dengan menutup wajah dengan kedua tanganya, melihat Kasih sayang yang teramat besar yang dia berikan kepada adiknya itu.
Tapi satu yang dia masih bingungkan. Kenapa Valen menggunakan sebuah Hijab, padahal dia tau jelas apa agama yang di anut oleh Valen,
Karna dulu semasa mereka bersahabat bertiga bersama, mereka selalu rajin ke Gereja bareng. Dan dia mengingat jika Lucas juga beragama Kristian, lalu mengapa Valen menggunakan Hijab? Apakah Lucas mengizinkam hal itu? Lalu kenapa dia tidak marah? Segitu besarkah rasa kasih sayangnya terhadap adiknya?
Entahlah semua jawaban itu hanya bisa di simpanya di dalam otak kecilnya, namun dia tidak akan pernah berani untuk bertanya langsung, karna itu sama saja dengan bunuh diri.
"Aleng apa yang kamu gunakan dikepala kamu ini?" Tanya Lucas disaat adiknya itu sudah mulai tenang.
Valen yang mendapatkan pertanyaan itu dari kakanya langsun tersenyum tipis, dia sudah tau jika hal ini pasti akan dipertanyakan oleh kakaknya, "Ini adalah Hijab kak, Aleng menggunakanya untuk menutup seluruh Aurat Aleng, hanya karna suami Aleng saja yang boleh melihatnya." Jawabnya dengan ragu, dia takut kakaknya itu akan tersingung dengan kalimatnya.
Dan benar saja Lucas menatap Valen dengan tajam saat ini, sebenarnya dia masih tidak rela melihat adiknya berpindah agama menjadi seorang muslim karna memakasa menikah denga n Kenan suaminya, namun dia benar-benar akan terlihat lemah jika bersangkut pautkan dengan adiknya, dia marah namun dengan berusaha dia menahanya.
Lucas benar-benar tidak akan pernah menyakiti adiknya, pernah sekali Lucas menampar Valen dengan keras, disaat Lucas mendapatkan kenyataan adiknya berpindah agama tanpa izin darinya, dia murka dan tanpa sadar langsung menampar wajah adiknya dengan keras.
Namun disaat dia tersadar, dia langsung menyesalinya hingga dia melukai tanganya sendiri akibat sudah terlalu lancang menampar wajah Valen hingga memerah, "kamu tumben ke sini, ada apa?" Tanyanya penasaran adiknya itu tiba-tiba datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
__ADS_1
Valen terdiam memikirkan jawaban yang tepat, dia tidak mau mengakui jika saat ini dia tengah di poligami oleh Kenan, karna jika hal itu diketahui oleh Lucas. Maka dalam hitungan menit Nyawa Kenan akan berada diujung tanduk. Dan Valen tidak mau hal itu terjadi, "katakan Aleng, kakak tidak mau ada hal yang kamu sembunyikan dari kakak," ucapnya menyiratkam pengancaman secara halus.
Valen langsung tersenyum tipis menanggapi ancaman kakaknya, dan langsung memeluk tubuh kakaknya kembali. "Aku tidak apa-apa kok kak, aku hanya kangen sama kamu, dan inginmenginap disini untuk beberapa hari kedepanya, bolehkan kak?" Mohonya pada Lucas agar di izinkan kembali menginap dirumah besar kakaknya.
Lucas yang mendengar adiknya meminta izin terlebih dahulu kepadanya sebelum menginap, ada rasa sakit dihatinya. Sejauh inikah hubunganya dengan adik kesayanganya, hingga Rumah yang dulunya menjadi tempat tinggal mereka bersama, kini adiknya harus meminta Izin dulu terhadapnya untuk menginap. "Aleng, hubungan kita tidak serenggang itu sampai kamu harus meminta izin kepada kakak untuk tinggal dirumah kamu sendiri," seru Lucas pelan dengan penuh kelembutan.
"Bukankah. Dulu kakak yang mengatakan jika Aleng harus meminta izin dulu sebelum memutuskan sesuatu," balasnya pelan dengan senyuman mengejeknya, membuat Lucas langsung tersenyum tipis menanggapi godaan adiknya.
"Aleng are you okay?" Tanya Lucas yang yakin jika adiknya tengah menyembunyikan sesuatu darinya. "Iya kak. Aleng baik-baik saja." Jawabnya dengan senyuman menutupi kegugupanya.
"Dimana suami kamu? Megapa kalian tidaj berbarengan?" Lucas bertanya lagi karna dia tidak puas dengan jawab sang adik.
Tiba-tiba Valen teringat akan sesuatu yang juga ingin di tanyakan kepada kakaknya, "oh ya kak, Tenry kenapa bisa ada disini?" Tanyanya penasaran, karna semenjak perceraian Tenry dengan Arnon, saat itu juga Valen tidak pernah melihat Tenry kembali. Apa lagi saat ini dia tengah berada dirumah kakaknya, sungguh sangat membingungkan.
"Dia istri kakak sekarang," jawab Lucas dengan menarik nafasnya dalam-dalam.
Sontak Valen yang mendengar itu langsung terkejut dengan pernyataan yang kakaknya berikan itu. "Apa maksud kakak? Istri ? Kapan menikahnya?" Tanya Valen dengan memberikan banyak pertanyaan untuk kakaknya.
Lalu Lucas menceritakan sedari awal perintah Arvan untuk nya hingga kekesalanya terhadap Tenry, hingga sampai hari ini Tenry yang berani mengugurkan bayi mereka membuat kemarahan Lucas memuncak hebat. Hingga menewaskan dua orang sekaligus.
"Kak, yang kakak lakukan itu salah, kapan sih kakak bisa menghargai arti dari nyawa manusia yang berharga, apa kakak sadar jika hasil dari perbuatan kakak itu, kini menjadi sebuah hukuman besar buat aku kak, hiks," tangisnya pecah, dan karna kesal kakaknya itu menyiksa dan membunuh keluarga Tenry tanpa sebab, rasanya Valen ingi sekali melempar kakaknya itu di laut agar dimakan oleh ikan hiu.
__ADS_1
Dia marah karna dia merasa, karma akibat kelakuan kakaknya yang selalu merendahkan wanita bahkan menjualnya, kini berdampak padanya.
Valen harus ikhlas di poligami oleh suaminya, meskipun sakit namun dia harus sabar dan menerimanya.
Lucas yang mendengar kalimat ambigu yang adiknya keluarkan tadi langsung mengambil ponselnya dan menelpon seseorang, "Cepat cari tau permasalahan apa yang ada di dalam rumah tangga adik ku!" Perintahnya pada seseorang ditelpon dengan tegas, dan segera menutup panggilan itu.
"Lihat saja Kenan, sampai aku mendapatkan kamu menyakiti adik ku. Maka ucapkan selamat tinggal pada Dunia kenikmatanmu saat ini," seringainya sinis, menampilkan sorot mata yang penuh dengan amarah. Dia tidak bodoh, meskipun adiknya itu tidak mau menjawab, namun dia tau jika ada sesuatu besar yang sedang di simpan rapat oleh Valen tentang rumah tangganya. Dan dia harus mencari tau itu.
To Be Continue. *
Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti 🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰*** jangan Sinder.***
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭*
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
__ADS_1