Mr Psychopat

Mr Psychopat
Chapter 32


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


Dooorr,,doorr,,door, Lucas menembak semua CCTV yang bisa menjadi bukti kejahatanya kali ini, dan dia harus memusnahkanya.


Dan terakhir sebelum dia pergi meninggalkan Cafe itu, dia menyalakan sebatang rokoknya terlebih dahulu.


"Last point," lirihnya sambil tersenyum iblis, lalu melemparkan korek apinya masuk ke dalam Cafe yang sudah dia pastikan jika Gas yang dia bocorkan tadi pasti sudah menyebar memenuhi semua ruangan.


Bbbbbbbooooooommm,,boooooommm,,bbbooommmm..


Satu percikan api yang dia lemparkan, benar-benar berubah menjadi sebuah bom yang menghancurkan Cafe itu dan bangunan-bangunan sekitarnya.


Bahkan dia tidak memperdulikan jika banyak korban jiwa akibat ledakan yang dia buat itu, karna Cafe yang berada di pinggir jalan dan beberapa Kantor yang masih beroperasi di dalamnya.


Terlihat 3 bangunan sekaligus yang ikut terbakar dan meledak akibat gas-gas yang masih terus keluar.


Lucas dan Tenry sendiri bisa melihat banyak orang di pinggir jalan yang luka-luka, dan Bahkan meninggal akibat dari ledakan tiba-tiba itu.


Lucas tersenyum penuh arti, "done." Ucapnya, lalu masuk ke dalam mobilnya, meninggalkan lokasi kejadian.


Sedangkan Tenry sedari tadi sudah lemas melihat korban-korban tak bersalah akibat dari kemarahaan Lucas yang tak beralasan.


"Jadi Dinner kita bagaimana?" tanya Tenry mulai membuka topik kembali.


Dia ingin melupakan kejadian tadi, dengan cara mengajak suaminya itu berbicara hal-hal yang santai.


"Kita cari Cafe atau Restoran lain, tapi kamu harus menggunakan masker agar tidak ada yang melirikmu, paham," balasnya benar-benar tanpa rasa bersalah dengan korban-korban tadi.

__ADS_1


Tenry mengenduskan nafasnya kasar mengiyakan ucapan dari suaminya. "Oke, tapi aku gak mau kejadian tadi terulang lagi ya." Pintanya dengan lembut yang di jawab anggukan kepala singkat oleh Lucas.


Setelah itu mereka berdua kembali menikmati malam indah yang sempat berantakan karna sang Psycho yang tidak bisa mengontrol emosinya.


Setelah melakukan perjalanan beberapa menit, akhirnya mereka berdua kembali tiba di sebuah Cafe di pinggir jalan besar.


Tenry terlihat sangat antusias sekali, bahkan dia sampai lupa untuk mengandeng tangan suaminya.


Lucas yang melihat Tenry berjalan sendiri, kini mempercepat langkahnya dan langsung menarik tangan istrinya. "Ingat! Jangan pernah lepaskan tanganku, apa kamu mengerti?" bentak Lucas dengan sebuah nada ancaman.


Rasa bahagia yang tadi menyelimuti wajah Tenry, kini sontak berubah menjadi murung kembali. "Apakah dia tidak bisa melihatku bahagia walau beberapa menit saja?" batinya yang merasa lelah terus menerus di tekan seperti ini oleh Lucas.


Tenry mengikuti langkah kaki Suaminya hingga mereka menemukan meja di lantai dua dengan sebuah pemandangan yang sangat menyejukan.


Lucas terlihat menarik kursi untuk istrinya. "Duduklah," ucapnya dengan lembut namun datar.


Dia menggeser kursinya agar bersebelahan tanpa jarak dengan Tenry, dia tidak mau seperti pasangan lain yang duduk saling berhadapan, baginya itu sangatlah tidak bagus.


Tenry perlahan menutup matanya dan menghirup sejenak udara bebas di alam lepas ini.


Sudah lama sekali semenjak dia menikah dengan Lucas, dia tidak pernah menghirup udara segar seperti ini, dan dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk memfreshkan pikiranya.


"Do you like it baby?" tanya Lucas dengan fokus ke layar ponselnya.


Tenry yang mendengar pertanyaan itu, kini mengintip sedikit untuk melihat apa yang sedang di lakukan oleh suaminya. "Ya, this is not bad," jawabnya menahan kesal.


"Sumpah nih lakki, gak peka atau gimana sih, gak liat kali ya aku pake baju sexy di ruangan terbuka, astaga beginilah nasib jika menikah dengan Psychopat gila." batinya sambil mengenduskan nafasnya kasar.

__ADS_1


Lucas yang merasakan itu, kini menolehkan pandanganya ke arah istrinya. Lalu dia menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku.


Dia langsung memeluk tubuh Tenry dengan sangat erat. "Besok akan ada yang datang ke rumah," ucapnya pelan pada Tenry yang masih memejamkan matanya.


"Siapa?" tanya Tenry penasraan.


"Dia adalah asisten dari sahabatku Mario yang akan mengirim istri dan anaknya ke Indo untuk mendapatkan sebuah perlindungan," balasnya lagi sambil mengenduskan dan menghirup aroma tubuh istrinya.


Tenry langsung membuka matanya dan menatap suaminya yang sedang menciumi leher miliknya.


"Lalu kenapa dia harus ke rumah? Sayang kamu taukan jika aku merasa risih jika ada pria lain di rumah." Jawab Tenry yang seakan-akan mulai mempunyai hak dalam segala tindakan Suaminya.


Lucas melepaskan pelukanya pada istrinya, lalu memperbaiki duduknya sambil menunggu pesanan mereka datang.


To Be Continue. *


Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti 🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰*** jangan Sinder.***


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭*


Terima kasih🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2