
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
“Ambil ini!” Perintahnya pada Tenry yang saat ini sangat ketakutan, dan tanpa memjawab Tenry hanya diam saja.
Lucas yang kesal langsung menghantam keras kepala Tenry yang sedari tadi sudahmengeluarkan darah karna Lucas menghantamkanya kedinding dan kelantai.
Dan dengan cepat Lucas langsung mengambil Samurai panjangnya dan mengarahkanya ke kepala Tenry. “Aaarrrggghhhhhh,” Lucas menimpas kepala Tenry dengan keras, hingga darah segar mengalir bagaikan mata Darah, bukan mata air . Namun mata Darah.
Namun karna ketakutan yang berlebihan, Tenry tidak meraskan sakit yang teramat, namun pandanganya sekarang tertuju kepada Papahnya yang sudah tidak bisa berbicara, dia hanya bisa menangis histeris melihat Lucas yang menimpas kepala Tenry. Hingga robek besar.
“Ambill ini!!” Bentaknya pada Tenry agar mengambil samurai itu.
“Ambiiil,” bentaknya sekali lagi di ikuti dengan tabokan keras dipipnya, dengan tubuh yang sudah bermandikan darah yang berasal dari kepalanya yang bocor dan robek, Tenry mengambil samurai yang sangat tajam itu.
“Bunuh dia!” Perintahnya menyuruh Tenry membunuh Papahnya sendiri.
Tenry terdiam mendengarkan perintah Lucas, apakah dia sudah tidak waras menyuruh Tenry membunuh orang tuanya sendiri?.
“Bunuh dia!” Bentaknya sekali lagi dengan penuh penekanan dan lagi-lagi di ikuti tabokan di kepalanya, yang membuat darah itu semakin gencar mengalir.
“Tidak, lebih baik aku yang mati,” tolak Tenry lalu mengarahkan Samurai itu ke tanganya.
Namun bukanya takut,Lucas malah ikut menekankan Samurai itu di tanganya hingga dia meringgis karna Samurai itu mulai memotong tanganya, karna benda ini sangat-sangatlah tajam.
“Jika kamu memilih untuk bunuh diri, aku tidak masalah, tetapi ingat Papah dan kakak kamu akan jauh mendapatkan penyikasaan yang lebih dari ini.” Ancamnya semakin menekan samurai itu di tanganku yang sedikit lagi hampir benar-benar memutuskan tangganku.
Lalu dia manarik kembali samurai itu, dan terlihat jelas tangganku yang sudah bolong akibat Samurai itu.
__ADS_1
“Nyawa di balas dengan nyawa, jika kamu berani membunuh Bayi ku, maka kamu juga harus berani membunuh orang tua mu!” Ucapnya penuh penekanan.
Tenry benar-benar merasa sangat dilema saat ini, dia benar-benar tidak mampu mengambil keputusan, di satu sisi jika dia yang mati, nasib Papah dan kakaknya akan lebih parah dari pada sekarang, disisi lain dia juga gak bisa membunuh orang tuanya sendiri.
“Tuhan tolong aku! Apa yang harus aku lakukan pada saat ini?” Batinya merintih memohon petunjuk.
“Cepat Tenry! Kamu tidak mempunyai banyak waktu untuk berpikir saat ini!” Bentak Lucas padanya.
“Aakkuuu-“ ucapnya terputus tidak tau langkah apa yang akan dia ambil saat ini.
Dengan diam dia menatap wajah sang Papah. Wajah yang selama 28 tahun ini mengasihinya, memberikannya cinta dan kasih sayang, mendidiknya dan selalu mendukungnya.
Apakah tega Dia akan membunuh Ayah kandungnya sendiri ?
Disaat dia menatap kearah Papahnya, dia langsung mendapatkan sebuah kode yang diberikan kepadanya.
Papahnya itu seperti memberikan Kode, untuk membunuhnya saat ini juga, tapi kenapa? Kenapa Papahnya memberikan kode seperti Itu kepadanya? Apakah dia sudah benar-benar tidak sanggup merasakan penderitaan yang di berikan Lucas untuknya,
Tenry terdiam mencerna setiap kalimat dan kode yang di berikan Arifin kepadanya. Sedangkan dia juga sudah sangat-sangat merasakan pusing dan sakit dikepalnya, karna darah yang terus mengalir tanpa berhenti,
“Apa yang kamu pikirkan ha ? Bukankah kamu sudah pernah menghilangkan dua nyawa, harusnya saat ini kamu tidak perlu merasa bingung lagi, “ jawbanya kesal.
Namun dengan cepat Lucas mengeluarkan Pisau kecilnya yang sngat tajam, dan dia langsung melangkah mendekat kearah Arifin. Dan perlahan dia mulai memotong jari Arifin satu persatu,
“Hikss,,hiks.” Hanya terdengar suara tangisan dan rintihan yang bisa dikeluarkan oleh Arifin, karna mulutnya yang tidak bisa terbuka karena Lidahnya yang sudah membengakak besar akibat infeksi yang menyebar di mulutnya, karna luka yang dulu diberiakan oleh Lucas, di saat memotong Lidahnya, tidak pernah diobati sehingga menjadi pembengkakakn yang serius.
“Jangan Lucas aku mohon hentikan!” Ucapnya histeris melihat Lucas yang memotong -motong jari Papahnya satu persatu.
__ADS_1
Dan tidak cukup sampai disitu, dengan cepat Lucas mengambil sebuah tongkat Golf lalu memukul dan menghancurkan semua tulang-tulang Arifin dan kepalanya dengan keras seperti menghantam dan memecahkan batu dengan palu itu.
Tenry semakin histeris melihat kepala Papahanya yang sudah retak tidak karuan akibat dihantam palu yang sangat keras oleh Lucas.
Dengan cepat Tenry langsung mengambil samurai panjang dan tajam itu, lalu dia melangakah mendekat.” Sreeeeeekkkk.”tanpa sadar Dia menggorok leher Papahnya sendiri hingga kepala itu terlepas dari tubuhnya dan memuncratkan darah yang begitu banyak, sehingga menyembur dan memandikan wajah Tenry dengan darah Papahnya.
“Aaaakkkhhhhhhhhhhh.” Teriaknyanya Histeris ingin memotong lehernya sendiri, namun dnegan cepat Lucas merampas samurai kesayangnya itu.
Tenry langsung bersujud digenangan darah Papahnya yang mengalir,” maafkan Tenry Pah,maafkan Tenry,” tangisnya mengusapkan darah itu keseluruh tubunya, lalu dia mengambil kepala Arifin yang sudah terlepas dari tubuhnya lalu memeluk kepala itu. Dengan histeris.
Dia benar-benar tidak menyangka kehidupan membawanya menikah dengan Psychopat gila seperti Lucas, dia membunuh Papahnya karna dia iingin mengakhiri penderitaan dan kesakitaan yang dirasakan Papahnya saat ini, bagaikan sapi yang akan bahagia jika disembelih, maka itu jugalah yang dilakukan Tenry saat ini. Dia begitu tersiksa melihat rintihan tanpa suara yang di lihatnya di wajah Papahnya. Dan karna itulah dia memilih Membunuh Papahnya.
Dengan tersnyum bagaikan iblis Lucas langsung memeluk tubuh Tenry dan memberikan kecupan bertubi-tubi, dikepala Tenry yang sudah banyak lUka Robek akibAt di timpas dan di hantam oleh Lucas Tadi. “Good Job darling.” Serunya memuji tindakan Tenry.
Dengan gerakan cepat, Lucas langsung melemparkan kepala Arifin itu jauh-jauh dari pandaganya.
"Cepat bawa kepala dan tubuh itu ke kandang Harimau kesayanganku! Sudah lama mereka tidak makan daging yang enak, sekalian kuga potongan-potongan tubuh Lastri itu juga lempar ke sana, biar mereka tidak saling berebutan!" Perintahnya kepada seluruh anak buahnya, dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Tenry.
To Be Continue. *
Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti 🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰*** jangan Sinder.***
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘
__ADS_1
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭*
Terima kasih🙏🏻🙏🏻