
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
"Ehmm,, tidak bisakah kita dinner layaknya seperti pasangan lainya ?" tanyanya gugup, takut jika Lucas akan tersingung dengan kalimat-kalimat yang akan keluar dari mulutnya itu.
Lucas benar-benar tak mengerti apa yang sebenarnya ingin Tenry coba untuk katakan itu. "Tenry, tadi kamu meminta untuk pindah ke restoran yang ramai dengan pengunjung seperti pasangan lain, dan aku menurutinya, sekarang apa lagi? What exactly are you trying to say ?" tanyanya lagi, tidak ingin bermain-main saat ini.
Tenry menundukan kepalanya, dia memilih diam dari pada menjawab suaminya itu.
Karna jika dia bicara juga akan sangat percuma, karna Lucas tidak akan pernah mengerti apa yang dia inginkan layaknya pasangan pada umumnya.
Karna lagi-lagi dia harus di sadarkan dan di ingatkan jika suaminya ini berbeda dari yang lain.
Apa lagi ini adalah frist dinner untuk suaminya, tentu saja dia harus memaklumi jika Lucas tidak mengerti apa yang dia inginkan.
"Tenry katakan!" Bentak Lucas yang mulai emosi melihat istrinya tak kunjung berbicara dan menjelaskan keinginanya itu.
Tenry mengangkat kepalanya menatap ke arah Lucas. "Berikan ponselmu," pintanya pada suaminya yang saat ini juga sedang menatapnya dengan tajam.
Lucas tersenyum sinis mendengar permintaan dari istrinya yang sepertinya mulai bermain-main dengan meminjam ponsel pribadinya.
"Kamu tidak perlu memberikanya kepadaku, hanya perlu buka Siri saja," tambahnya lagi, dia tau jika Lucas tidak akan mudah meminjamkanya ponsel dengan statusnya dia yang merupakan tahanan.
Lucas mengeluarkan ponselnya dan megarahkanya pada wajah istrinya, lalu menekan tombol di samping ponsel itu untuk mengaktivkan Siri ponsel itu.
__ADS_1
"Siri, buka youtube vidio date bareng pasangan," ucapnya mengarahkan siri ponsel pintar itu untuk membuka aplikasi yang dia inginkan, tanpa harus menyentuh ponsel milik Lucas.
Dan tak lama kemudian vidio itu terbuka, dan Tenry menyuruh Lucas untuk menontonya.
Dengan malas Lucas menuruti itu, dia memperhatikan vidio itu dengan saksama, hingga dia memilih mematikan vidio itu dan memasukannya kembali ke dalam sakunya.
"Aku tidak bisa seperti itu, kamu tau aku siapa, ingat Tenry aku sudah berusaha semampuku untuk bersikap terbuka dengan mu, namun jika kamu meminta lebih, aku juga tidak bisa memberikanya. Kamu bukan bersuamikan seorang Raja ataupun seorang Dokter, yang mempunyai kehidupan yang baik, tapi kamu punya suami aku, seoarang Psychopat dan ketua di dalam kehidupan gelap."
"Aku tidak berhubungan dengan bunga dan kata-kata manis, tapi aku berhubungan dengan darah dan kematian, jadi aku tekankan untuk kamu lupakan saja impian jika kamu ingin aku berubah menjadi laki-laki seperti itu, apa kamu mengerti Tenriyola?" Ucapnya dengan tegas, dengan penekanaan di setiap kalimatnya.
Bukan dia tidak ingin dan tidak mau untuk berubah menjadi suami dan pria kebanyakaanya, namun dia adalah Lucas Maurice, dia tidak ingin memiliki sumber kelemahan apa pun, dia bukanlah mafia yang bisa tunduk dan di taklukan begitu saja oleh sebuah rasa cinta maupun wanita.
Baginya, pernikahaan ini hanyalah sebuah pernikahaan, tidak ada kewajiban cinta dan rasa di dalamya.
Dia sendiri tidak bisa memastikan apa itu cinta dan kasih sayang, tapi prinsipnya dia tidak akan melepaskan dan membiarkan barang miliknya di sentuh orang lain, apa lagi sampai pergi begitu saja.
Karna jika itu sampai terjadi maka dia pasti akan sangat-sangat murka dan menggila. Itu pasti.
Tenry tersenyum semanis mungkin membalas ucapan dari Suaminya itu, "oke, gak papah kok, ayo kita jalan," ajak Tenry mengalihkan pembiacaraanya ke arah yang lain.
Lucas tidak memperdulikan itu sama sekali, dia kambali mengemudikan mobilnya, mencari restoran yang kira-kira pas dengan selera istrinya.
Dan setelah melakukan perjalanan beberapa menit, mereka akhirnya sampai di depan sebuah restoran yang tidak terlalu mewah, mungkin lebih tepatnya di sebut dengan nama Cafe.
__ADS_1
"Apakah di sini oke?" tanya Lucas ingin memastikan jika Istrinya itu akan nyaman berada di sini.
Tenry menganggukan kepalanya singkat sebagai jawaban, dia lebih suka berada di tempat seperti ini, di bandingkan restoran yang di reservasi tadi, karna itu sama sekali tidak menyenangkan baginya.
Jika ingin dinner seperti itu, menurutnya untuk apa keluar, jika di rumah saja Lucas pasti bisa membuatnya.
Dan setelah Lucas memarkirkan mobilnya Lucas segera menggadeng tangan istrinya masuk ke dalam cafe.
Namun di saat dia baru memasuki Cafe, beberapa pengunjung laki-laki malah menatap ke arah istrinya, bahkan ada yang secara terang-terangan menggoda istrinya.
Awalnya Lucas masih bisa mengontrol emosinya, namun di detik kemudian, ada seorang pria yang dengan berani menyentuh tangan Tenry meskipun itu tidak sengaja, tetap saja Lucas tidak bisa menerimanya.
To Be Continue. *
Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti 🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰*** jangan Sinder.***
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭*
__ADS_1
Terima kasih🙏🏻🙏🏻