Mr Psychopat

Mr Psychopat
Chapter 37


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


Saat ini Lucas telah berada di Negara Spanyol Madrid, dia harus segera bertemu dengan Mario untuk membicarakan masalah dendam yang berlarut-larut ini.


Lucas dengan santainya berjalan masuk ke dalam kantor milik Mario, tanpa permisi ataupun menyapa siapa pun, bahkan melihat auranya saja tidak akan pernah ada yang berani menegurnya. Dia begitu leluasa masuk ke mana pun yang dia mau.


Lucas terus berjalan sampai tiba di depan ruangan Mario, dia langsung masuk tanpa permisi terlebih dahulu. Tamara yang melihat itu pun hanya mampu terdiam tanpa bersuara sama sekali.


"Kamu ngapain diam saja di sini ha?" BentaknLucas dengan santai pada Mario yang di lihat hanya berdiri melamun menatap ke arah luar pemandangan.


Dia langsung duduk di sofa empuk di ruangan itu tanpa permisi.


"Sedang apa? Kamu punya otak gak sih Lucas, semua yang terjadi saat ini, akibat ulah kamu di masa lalu. Kamu yang bunuh aku yang di kejar." Umpatnya kesal melihat Lucas yang santai seperti tidak memiliki beban sama sekali.


Mendengar umpatan Mario, Lucas hanya tersenyum tipis dan mengeluarkan rokoknya. Dan mengambil sebatang lalu menghisapnya.


"Well,, dia saja yang begitu takut padaku hingga menjadikan mu pelampiasan." Jawabnya tersenyum kecut, sambil terus menerus menghisap batang rokoknya.


"Kamu tau, Daniel itu begitu bodoh. Dia masih dendam kepada kita hanya karna satu wanita sampah."


"Jangan lupa bayi mu yang kamu bunuh itu." Sahut Mario yang pasti sangat kesal jika berbicara dengan Lucas.


Lucas langsung tertawa renyah. "Aku bahkan tidak yakin jika itu bayiku." Jawabnya dengan santai, lalu mematikan rokoknya.


"Tapi kenapa kamu menjadikan ku kambing hitam." Tanya Mario dengan sinis menyinggung Lucas yang fokus pada ponselnya.

__ADS_1


"Aku tak mengkambing hitamkan mu," jawabnya dengan santai.


Mario langsung memutar kedua bola matanya malas mendengar jawaban santai dari sahabatnya itu.


"Dari awal Jane memang sudah tergila-gila sama kamu, tapi namanya sampah sekali ku goda pun dia langsung mengangkang kepadaku, lalu kalo hamil kenapa aku yang di salahkan. Ya memang aku yang pecahkan virginya. Tapi dengan bodohnya dia bersandiwara jika itu adalah hasil hubunganya dengamu." Balas Lucas dengan terus fokus pada ponselnya.


"Lalu apa yang sebenarnya dulu kamu lakukan kepadanya? Mengapa keduanya menghilang tanpa jejak?" Tanya Mario yang sebenarnya dari dulu tidak pernah merasa penting dengan masalah ini. Itu makanya dia tidak pernah perduli apa pun yang dilakukan oleh Lucas, namun saat ini semuanya menjadi penting baginya.


Karna Daniel menuntut balas dendam padanya atas dosa yang tidak dia lakukan.


Lucas terlihat langsung berpikir dan mengingat bagaimana dulu dia membunuh Jane yang notabenya adalah kekasih Daniel.


"Sepertinya aku memaksanya melayani nafsuku 24 jam Non stop, lalu memberikanya kepada 50 anak buahku dan lalu menggilirnya bersamaan tanpa istirahat, hingga dia mati dan tak bernyawa. Lalu anak buah ku memasukan stik Golf kedalam apomnya dan lalu membakarnya." Jawabnya dengan santai benar-benar tidak memiliki hati sama sekali.


Mario langsung bergedik ngeri mendengar pengakuan dari temanya.


"Oh bayinya, jadi rebutan Doggy yang kelaparaan di hutan, Kan kasian mereka lapar jadi aku berikan saja bayi itu untuk mereka jadikan santapan yang nikmat." Balasnya langsung membuat Mario menatap tidak percaya ke arah Lucas.


Selama ini dia tau jika Lucas hanya membunuh dan memutulasi saja, namun dia tidak menyangka jika Lucas bisa berbuat lebih parah lagi.


"Sakit jiwa." Lirihnya pelan yang masih di dengar oleh Lucas dan membuat Lucas tertawa ngakak karnannya.


Mario benar-benar tak bisa berpikir apa pun saat ini, "Lucas ku mohon hentikan semua ini sekarang! Kamu taukan jika Daniel lah penyebab Papah Istriku meninggal, aku sengaja menyembunyikanya karna aku tidak ingin Eden semakin terluka lagi." Ucapnya mengacak rambutnya frustasi.


"Kamu tenang saja Mario, aku yang memulai semuanya maka aku juga yang akan mengakhiri ini. Kamu taukan prinsipku jika nyawa di balas dengan nyawa." Ucapnya dengan penuh keyakinan, Siapa pun tau jika Lucas tidak akan pernah bermain dalam kata-katanya.

__ADS_1


Mario menatap tajam ke arah Lucas dengan pandangan meremehkan. "Apa memangnya yang bisa kamu lakukan ?" Tanya Mario dengan sinis.


Lucas hanya menanggapi ucapan Mario dengan tertawa sinis, lalu dia memilih bangkit dari duduknya tanpa memperdulikan Mario yang sedari tadi menatapnya dengan tajam.


"Lebih baik kamu pergi dari negara ini sekarang! Urus istrimu yang koma itu, dan anak kamu yang sepertinya ketika besar aku akan menjadikanya ketua gengster." Ucap Lucas se enaknya membuat Mario naik pitam dibuatnya.


Mario reflek langsung mengambil sebuah pulpen dan melemparkanya pada Lucas, yang membuatnya semakin tertawa dengan tingkah laku Mario.


Mario yang terus menerus melihat Lucas tertawa langsung merasakan kesal yang sangat besar. "Cukup Lucas, di saat kondisi tegang seperti ini kamu masih bisa tertawa." Bentak Mario dengan kesal.


"Kamu ini kenapa Mario? Bukankah kita berdua ini sama, oh ayolah Mario jangan kamu lupa posisi kamu sebagai ketua Mafia di Eropa, kita sama-sama seorang pembunuh dan kita juga sama-sama suka memutilasi manusia. Jangan karna sebuah cinta kamu melupakan semua itu!" Seru Lucas dengan tegas memperingatkan posisi Mario yang tidak banyak di ketahui orang luar.


Mario langsung terdiam mendengar kalimat itu, dia sadar siapa dirinya. Seseorang yang sudah membunuh mungkin ratusan manusia apakah pantas mendapatkan Eden, wanita baik-baik yang membencinya karna ulahnya dia sendiri.


Lucas yang sedari tadi menatap ke arah Mario langsung menyadari perubahan raut wajah itu. "Kita boleh jatuh cinta Mario, dan kita memang wajib melindungi mereka, tapi kamu harus ingat satu hal Pendosa tetaplah Pendosa, meskipun kamu meninggalkan dunia hitam pun tidak akan merubah atau pun menghapus dosa mu. Dan ketika kita mati nanti, kita hanya akan tinggal memilih pintu neraka mana yang akan kita masuki." Ucapnya penuh kebanggaan, seakan-akan dirinya lah yang akan menjadi ketua mafia di neraka nanti.


To Be Continue. *


Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti 🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰*** jangan Sinder.***


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘

__ADS_1


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭*


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


__ADS_2