Mr Psychopat

Mr Psychopat
Chapter 43


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


Kebetulan rumah sakit itu adalah rumah sakit tempat adiknya Valen bekerja, dan Valen melihat kakaknya yang sedang berdiri panik dengan baju yang sudah penuh dengan darah.


"Kakak, ada apa ini ? Kenapa kakak menangis ha ? Kakak nangis?" tanya Valen yang melihat Lucas untuk pertama kalinya menangis.


"Istriku,,selamatkan istriku di dalam." Lirihnya parau dengan suara yang mulai terdengar bergetar.


Valen yang melihat itu akhirnya mengerti jika di dalam sana Tenry sedang di tindak lanjutkan.


Dan karna kekuasan Valen, Dia langsung membawa kakaknya masuk untuk untuk menemani Tenry di dalam.


"Tenry." panggil Lucas ketika melihat tubuh istrinya yang banyak di penuhi alat-alat.


"Kenapa kalian meletakan banyak sekali alat di tubuh istriku ha?" bentakanya dengan ketakutan yang begitu besar.


Dia baru pertama kali merasakan rasa takut seperti ini setelah bertahun-tahun lamanya hatinya mati, hati yang tidak bisa merasakan hangat serta rasa takut, kini secara ajaib merasakan takut, dan bahkan sangat takut melihat Tenry yang seperti ini.


"Sayang, maafin aku," tangis Tenry pecah di saat dirinya merasa sudah tidak sanggup lagi menahan sesak nafasnya di tengah-tengah operasi yang di lakukan dokter sebagai upaya penyelamatan.


"Aku titip anak kita ya, aku mau dia menjadi sepertimu sosok yang kuat dan tegar dalam mengahadapi hidup yang keras ini, maafkan aku yang sudah gak sanggup lagi mendampingimu, maafkan aku yang sudah harus pergi saat ini,,hisskk,,aaakkhhh." Tangisnya di saat merasakan nafasnya sudah berada di ujung.


"Sssttt, Tenry hei, berjuanglah sayang itu anak kita sebentar lagi akan keluar ya, ku mohon bertahanlah sayang, aku mencintamu Tenry." Lirihnya yang membuat Tenry tersenyum di sela-sela nafasnya.

__ADS_1


"Katakan sekali lagi." pinta Tenry dengan suaranya yang pelan.


"Aku mencintaimu Tenry,,aku mencintaimu sayang." Ucapnya dengan lantang dan penuh keyakinan.


"Terima kasih karna sudah mencintaiku Lucas Maurice, aku begitu bahagia karna kamu akhirnya mampu mengungkapkan itu." balasnya dengan suara yang semakin pelan.


"Hisskk,,hisskk, berjuanglah Tenry," tangisnya memeluk tubuh Tenry dengan sangat erat seakan-akan mengahalangi semuanya.


"Aku pamit Lucas, aku mencintaimu."


Tttiiiiiiitttttttt,, oeekk,,eeookkkk,,eeeookk. Suara detak jantung yang sudah tidak di deteksi berbarengan dengan suara tangis Zein yang semakin membuat Lucas merasakan keterpurukan.


"Tenry sayang anak kita sudah lahir,,sayang lihat." serunya dengan mengambil alih bayi yang masih penuh darah itu, lalu di dekatkan ke arah wajah Tenry.


"Terny bangun,,banggun,, kenapa kamu pergi padahal aku tidak membunuhmu,Tenry." Teriaknya frustasi ketika melihat anaknya yang menyusu tanpa ada respon dari ibunya.


Bahkan Valen yang berdiri di ujung serta tim dokter yang membantu, tidak kuat menahan rasa haru melihat bayi yang begitu malang itu.


Lucas berdiri dengan langkah gontai mengambil tubuh putranya itu. "Cukup ya Nak, biarkan Mamah pergi dengan tenang," tangis Lucas semakin jadi ketika melihat wajah teduh istrinya yang tadi terlihat sangat kesakitan.


"Oeeekkk,,oeeekkk,,oeekk." Tangis Zein lagi, namun dengan lihat Lucas memberikanya ketenangan.


"Ssstttt,nak kamu di bersihkan dulu ya, biar tampan anak papah." Lirihnya pelan dan kembali memberikan baby Zein kepada dokter agar segera di tangani.

__ADS_1


Lalu dia kembali lagi menatap wajah istrinya lalu menciumnya dengan segenap penuh rasa kasih sayang. "Apakah kamu menyesal mengenalku? Apakah memang ini yang kamu inginkan sejak dulu? Apakah sebegitu menakutkanya aku sampai kamu pergi seperti ini ha." Bisiknya dengan pelan di telinga Tenry.


"Kembali lah sayang, aku sudah mengatakan aku mencintaimu tapi kenapa kamu tetap pergi.hisskk,,hisskk, kamu marah sama aku ha ? Kamu marah karna aku gak bisa seperti Mafia khayalan kamu yang bertindak bucin iya." Serunya lagi namun tidak mendapatkan jawaban apa pun.


Valen berjalan mendekati kakanya. "Kak sudah kak, ayo kita urus dulu semua, kasian kak Tenry gak bisa di biarkan lama-lama seperti ini." Tangis Valen pecah meraskaan sakit melihat kakaknya yang selama ini kuat, kini hancur dan lemah bagaikan tak bernyawa.


Lucas yang sudah lemah kali ini, hanya diam dan mengikuti saja kemana Valen membawanya berharap mendaptkan sedikit ketenangan.


Keesokan harinnya adalah hari pemakaman Tenry.


Terlihat seluruh kerabat datang mengantarkan peristirahatkan terakhir istri dari Lucas itu.


To Be Continue. *


Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti 🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰*** jangan Sinder.***


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭*

__ADS_1


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


__ADS_2