
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
Hari-hari terus berganti, minggu menjadi bulan. Hingga saat ini kandungan Tenry sudah memasuki bulan akhir yang membuat tubuhnya semakin bulat, karna Lucas tidak pernah berhenti memberikanya apa pun yang dia mau, mulai dari makanan, minta jalan-jalan, nonton bioskop, dan menikmati liburan lainya membuat Tenry dan Lucas menjadi seperti hidup kembali menjadi seorang manusia biasa.
Dan selama kehamilan ini pun Lucas sudah tidak terlihat lagi membunuh secara terang-terangan di hadapan Tenry.
Dan kebanyakaan dirinya menyerahkan tugas itu kepada Kevin yang menyelesaikan pekerjaanya, karna alasanya dia begitu mual melihat darah.
Sungguh itu membuat Tenry ingin tertawa, dirinya bagaikan seorang Vampire yang di telvison, namun jika di sana Bella menyukai darah, di sini sepertinya Lucas membenci darah dan itu sangat menguntungkan untuk Tenry, karna selama kehamilanya ini Lucaslah yang mengidam.
Mulai dari muntah jika liat darah, gak bisa berhenti mengelus perut Tenry, gak bisa jauh dari bau tubuh Tenry, mau terus pegang rambut Tenry dan lain sebagainya.
Membuat Lucas dan Tenry sangat-sangat menikmati masa-masa yang indah di kehamilaan ini, meskipun wajah dan aura Lucas masih terlihat sama dan masih tidak ingin mengungkapkan apa pun.
Saat ini mereka baru saja pulang dari pusat perbelanjaan, mereka tadi berbelanja untuk keperluan kamar bayi mereka yang sebentar lagi akan lahir.
"Ehhmm, enggaakk kanan kanan,"
"Ehh enggak kiri,,kiri." seru Tenry mengarahkan Lucas memasang tulisan. Welcom in the World Baby Zein.
"Udah belum Ten?" tanya Lucas yang sudah lelah memegang tulisan tersebut.
Tenry terlihat menyipitkan matanya dengan gerakan memutar. "Oke sayang udah pas." sahut Tenry yang kembali membereskan barang-barang yang lain.
Cuupp, Lucas mengecup kening Tenry sekilas, dan mengelap keringat yang terlihat ada di sana. "Kamu jangan capek! Nanti Zeinnya marah." ucapnya dengan datar dan membuat Tenry tersenyum mendengarnya. "Enggak kok Pah, Zein kan anak Papah, pasti kuat dong." Balas Tenry dengan suara yang di khaskan seperti anak keciil, membuat Lucas menggelengkan kepalnya melihat kelakukan istrinya ini.
__ADS_1
"Oh iya sayang, itu nanti lemarinya taruh di situ ya, terus ini mainanya taruh di sini, dan itu nanti taruh di sebelah sana, dan yang ini taruh di atasnya," seru Tenry yang semakin cerewet selama hamil ini. Membuat Lucas menatapnya dengan dalam.
Tenry yang melihat Lucas menatapnya dengan tajam itu langsung menyeritkan keningnya bingung. "What?" tanyanya tanpa mengalihkan pandanganya dari tumpukan baju yang dia lipat dan masukin ke dalam lemari Zein.
Lucas langsung memeluk tubuh Tenry dari belakang sambil mengelus perutnya itu. "Terima kasih ya Tenri, karna kamu masih mau mengandung putraku," lirihnya dengan pelan dan merasa jika dirinya ini bodoh, karna dia sebenarnya tidak tau jika Tenry benar-benar tulus mengandung bayinya atau hanya karna takut pada kematian jika sampai melenyapkanya kembali.
"Sayang, untuk apa berterima kasih? Ini adalah bayi kita, bukan putramu saja tapi putra kita, dan aku benar-benar ikhlas mengandungnya, dan aku juga bahagia bisa memiliknya dan kamu." balas Tenry yang semakin membuat Lucas merasakan sakit di jantungnya yang tidak tau kenapa namun rasanya sangat sakit sekali.
"Setelah aku melenyapkan orang tuanya dan juga menjual kakaknya, dia masih mau dan ikhlas mengandung putraku, bahkan luka di sekujur tubuhnya ini sangat lah penuh dan itu semua karna ku, astaga harusnya aku bisa menyadari jika dia sebenarnya bukanlah wanita jahat, Tuhan apakaha aku mencintanya ? Tapi apa itu cinta? Apakah begini rasanya mencintai itu? Siapa yang bisa menjawabku?" Pikirnya dengan keras dalam hati,sambil terus menerus mengelus perut istrinya.
Dan di saat mereka tengah saling mengungkapkan rasa hangat, tiba-tiba saja ponsel Lucas berdering. Terdapat panggilan masuk dati "Rumah kinrara." Yang membuat Lucas menatap ke arah Tenry sekilas.
"Katakan," jawab Lucas tanpa basa basi.
Lucas langsung menutup panggilnya dan menatap pelan ke arah istrinya. "Sayang ada apa sih?" tanya Tenry yang merasa khawatir dengan suaminya saat ini.
Lucas terdiam dan itu semakin membuat Tenry merasakan frustasi. "Sayang ada apa kamu jangan diam saja." bentak Tenry yang melihat suaminya itu sedang tertimpa masalah yang sangat besar.
"Nayra kabur dari sekapan ku bersama dengan Bryan, dan mereka melaporkan semua bisnis dan kejahatanku, dan sekarang polisi di seluruh negara sudah membongkar habis kejahatanku. Aku sudah tamat Tenry,,aku tamat kali ini." Jawabnya yang membuat Tenry shok seketika.
"Ini gak mungkin,, kamu aman kan, ayo kita lari sebelum kita di tangkap." Ajaknya pada suaminya dengan menarik tangan Lucas.
Namun belum beberapa langkah Tenry merasakan perutnya mengalami kontraksi yang sangat hebat.
"Aaarrrggghhh Saaayngg,, peruutt akuu,.aaarrgghh perutt akuu saakkkiiitt." Jeritanya yang membuat Lucas merasa khawatir.
__ADS_1
"Tenry,,tenry." serunya panik lalu melihat darah di kaki istrinya.
"Aaarrggghhh sakitt." Jeritan Tenry lagi semakin menggengam erat tangan suaminya.
"Bertahanlah kita akan segera ke rumah sakit." Ucap Lucas dengan suara yang parau melihat kedaan Tenry serta jeritan kesakitanya.
"Kevviin siapkan mobil antar aku ke rumah sakit." Teriaknya dengan sedikit berlari membawa tubuh istrinya yang sedang menahan sakit.
Kevin dengan segera menyiapkan mobil dan melajukanya dengan cepat menembus jalan agar bisa segera sampai di rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, dengan panik Lucas berteriak dan meletakan tubuh istrinya di atas tempat tidur rumah sakit. "Kalian semua selamatkan istri dan bayi ku, atau aku bunuh kalian semua." perintahnya yang mengeluarkan sebuah ancaman untuk suster dan dokter itu.
To Be Continue. *
Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti 🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰*** jangan Sinder.***
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭*
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
__ADS_1