
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
Sedangkan sedari tadi Lucas sudah melihat kegugupan dan ketakutan dari wajah Tenry, yang menandakn ada yang sedang ditutupinya.
“Nyonya kita sama-sama seorang Dokter, anda begitu tau jelas, bahwa sebuah
Menstruasi tidak akan pernh sebanyak ini mengeluarkan darah.” Bantah sang Dokter.
“Cukup, kamu bisa pergi sekarang!” Suara Lucas tiba-tiba menyuruh Dokter itu untuk pulang.
“Baik Tuan saya permisi,” pamit sang Dokter.
“Hemm.” Jawab Lucas singkat.
Selepas Dokter itu keluar dari kamar mereka, Tenry semakin ketakutan, saat ini dia bisa melihat jelas, urat-urat kemarahan dari wajah Lucas, bahkan matanya sudah memerah saat ini, menandakan emosi yang sangat memuncak.
“Tuhan, habislah riwayat ku kali ini,” batinya menelan salivanya dalam-dalam.
“Katakan jujur sekarang Tenry!” Bentak Lucas penuh penekanan.
“Jujur apa?” Tanyanya masih dalam mode berbohong.
“Kenapa kamu membunuh bayi ku?” Tanyanya dengan emosi yang mengebu-gebu.
“Aa-aku tidak mengerti apa maksud kamu? Bayi apa? Aku tidak hamil Lucas, percayalah.” Ucapnya yang terus-menerus menutupinya.
Akan tetapi Lucas bukanlah orang yang bodoh, bahkan dengan melihat gerak- gerik Tenry saja dia sudah tau jika wanita ini sedang berbohong.
“Aaarrrrggghhhh Lucas, lepaskan.” Teriak Tenry, disaat Lucas mencekik lehernya dengan satu tangan dan membawanya ke udara,
Lucas menggantungnya dengan satu tangan yang mencekiknya, “katakan padaku berpa usia bayiku yang kamu bunuh?” Bentaknya semakin menguatkan cekikanya, hingga wajah Tenrry berubah menjadi merah,
“Lucas, lepaskan!” Ucapnya disela-sela nafas yang sudah tersegal.
Dan dengan cepat Lucas langsung menurunkanya, dan melepaskan cekikan itu, namun dia malah berganti menjambak rambut Tenry. “Katakan padaku berapa usianya?” Bentaknya sekali lagi membuat Tenry ketakutan.
“Aaarrrrgghh, iya usianya 3 minggu di kandungan hikss. Sakit.” Ucapnya disertai jeritan kesakitan.
“Aaarrggghhh,” teriak Lucas menghantamkan kepala Tenry ke dinding,hingga bocor.
“Berani sekali kamu membunuh bayi ku Tenry,” pekiknya menggila, langsung melepaskan sabuknya dari celana yang dia pakai saat ini,
Ctakkkk.. ctaakkkk.
__ADS_1
“Aammppuunn Lucass,ampunn.” Jeritanya disaat Lucas mencambuknya menggunakan tali pingganya itu.
“Ampun ha, bukankah kamu sudah tau jelas, jika kamu berani berulah. Maka terima lah hukuman yang akan aku berikan.” Balasnya penuh emosi.
“Katakan siapa yang membantu mu ha ?”tanyanya terus mencambuk tubuh Tenry. “Katakan cepat!” Lagi-lagi Lucas menjaambaknya dan menghantamkan kepalanya berkali-kali ke lantai hingga bocor di berbagai tempat.
Tenry mengunci bibirnya dia tidak ingin mengatakan siapa yang membantunya untuk mengugurkan bayinya.
Dengan emosi Lucas langsung menarik rambut Tenry bagaikan kambing dan menyeretnya ke lantai bawah, padahal dia tau sangat jelas jika saat ini kondisi Tenry sangat memperihatinkan.
“Kevin.” Panggilnya pada salah satu anak buahnya yang paling unggul.
“Saya Tuan!” Jawab Kevin dengan berlari terburu-buru ,
“Bawa si Tua bangka itu kemari!” Perintahnya dengan tegas.
“Baik Tuan.” Jawabb Kevin dengan singkat lalu dia melangkahkan kakinya pergi secepat mungkin untuk menjalankan perintah Tuanya .
“Lassstttttrrii.” Teriaknya memanggil kepala pelayan Rumahnya.
“Saya Tuan.” Jawab Lastri ketakutan, dan penuh kegugupan.
“Siapa yang berani-beraninya membantu wanita sampah ini membunuh bayiku?”
Namun Lastri hanya diam tanpa mau menjawab, yang membuat Lucas mengetahui apa jawabanya.
“Rupanya kou menantangku Lastri, “ ucapnya pelan dan segera mengambil ponselnya
Terlihat Lucas yang sedang mengotak-atik ponselnya.
"Kamu yang meminta ini bukan Lastri, maka terima lah," ucapnya tersenyum Licik.
Lastri yang sudah tau apa yang akan di terimanya. Dia langsung berlutut di bawah kaki Lucas agar tidak melalukan hal itu.
"Ampuni saya Tuan, saya janji tidak akan melakukan lagi." Tangis Lastri meminta pengampunan.
"Ciikhh kamu pikir jika aku memafkan kamu, itu akan mengembalikan nyawa bayiku yang kalian renggut iya. Dasar sampah," balasnya lalu dia menendang tubuh Lastri hingga terpental beberapa meter,
Lalu dia dengan segera menekan tombol diponselnya,
Booooooooooommmmmmmm.
Tubuh Lastri meletus seperti balon, hingga daging-daging ditubuhnya itu sudah tidak karuan bentuknya. Seperti tercincang habis.
__ADS_1
Bahkan organ-organ tubuhnya terberai begitu saja, benar-benar seperti busa yang dipecahkan. Hingga potongan-potongan tubuh itu sudah terpencar dimana-mana.
Tenry yang melihat itu nyata didepan matanya, hanya mampu terdiam mendadak bisu, Lucas benar-benar meledakan Tubuh Lastri tanpa sisa.
"Hikss..hikss Lastri maafkan aku." Tangisnya melihat Tubuh Lastri yang terberai.
"Ini belum selesai Tenry. Lihat lah jika kamu berani menentangku!" Bentaknya dengan keras.
Lalu tidak lama kemudia, pengawal Kevin tadi datang dengan membawa seorang pria paruh baya. Yang diketahui adalah Arifin. Papah dari Tenry.
"Papah." Lirihnya pelan.
“Lucas, apa yang kamu lakukan kepada papah?” Teriak Tenry disaat Lucas mengikat tali di leher Papahnya dan menyeretnya seperti kambing.
“Lucas lepaskan Papah. Dia orang tua aku!” Bentak Tenry di tengah-tengah kekutanya menahan sakit akibat pendarahan yang terus menerus keluar.
“Cikhh, apa kamu bilang lepaskan! Aku sudah bilang berkali-kali sama kamu, jangan pernah bertindak bodoh, jika kamu mau nyawa Papah dan Kakak kamu selamat. Tetapi dengan bodohnya kamu membunuh bayi ku!” Bentaknya terus menarik tali yang berada di leher Arifin.
“Lucass jangggaaannnn.” Teriaknya histeris melihat Papahnya yang sudah pucat akibat tarikan tali dilehernya.
“Hikkss, Lucas aku mohon lepaskan Papah, bunuh saja aku bunuh!” Mohonya dengan mengatupkan kedua tanganya dan berlutut di bawah kaki Lucas.
“Aaarrgghhhh,” jeritnya kesakitan menahan perutnya, lalu tidak lama dia terduduk dan merasakan seperti sebuah daging yang menggumpal keluar dari gawang apomnya.
Dia langsung meraba dan mencari tau apa yang keluar dari gawang apomnya itu, dan dia mendapatkan sebuah gumpalan daging yang diyakini adalah janin yang baru berusia 3 minggu itu,
Dan segala perbuatanya itu tak lepas dari pandangan Lucas, hingga saat dia benar-benar memegang janin itu, sorot mata Lucas benar-benar menampilkan amarah yang sangat besar.
Dengan gerakan cepat dia langsung mengambil gumpalan darah janin itu, dan terlihat nafasnya yang seperti benar-benar menahan emosi, “ Biaaaaadddaaaabbbb, dasar kamu perempuan sampah. Berani-beraninya kamu bunuh bayi aku. Haaaaaaaa.” Bentaknya menjambak Rambut Tenry lalu, mengambil sebuah pisau kecil kesayanganya yang sangat tajam.
To Be Continue. *
Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti 🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰*** jangan Sinder.***
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭*
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
__ADS_1