Mr Psychopat

Mr Psychopat
Chapter 8


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS ๐ŸŒŠโค๏ธ๐ŸŒน


"Ya Tuhan, kenapa aku mesti merasakan sesakit ini? Aku tidak mencintaimya Tuhan, aku membencinya hingga diketurunanku yang ketujuh aku tidak akan pernah memaafkanya." Gumamnya menangsi menutup telinganya sekencang mungkin. Dia tidak bisa mendengar setiap rancuan perbuatan panas mereka.


"Hikss..hikss sakitt Tuhan melihat semua ini hikss..hikss hue..hue.." ucap suara cewek kelima yang tidak lain adalah Tenry yang memilih menatap kearah langit.


Sangking enaknya menikmati permainan, mereka melakukanya hingga subuh dini hari, sehingga tenry dengan kembali masuk kedalam kamar utamadengan Lucas yang memeluknya dari belakang.


Ya setelah puas melakukan hubungan panas bersama wanita-wanita itu, Lucas langsung menggendong tubuhnya masuk kedalam kamar utama rumah itu, dan membiarkan wanita-wanita itu tidur dikamar sebelah. Karna seperti biasa sebelum Lucas bangun nanti. Wanita-wanita itu sudah harus enyah dari pandanganan matanya.


Ke esokan harinya.


Praaannngggg suara pecahan kaca yang ditumbuk keras oleh Lucas disaat kemarahanya memuncak karna dia tadi mendapatkan Tenry yang di bawa paksa oleh anak buahnya. Karna behasil kabur dari Rumah.


Dengan wajah yang sangat marah. Dia menarik keras rambut Tenry.


"Aarrrggghhh sakit Lucas." Lirihnya merasakan sakit dikepalnya.


"Apa kamu pikir bisa kamu dariku dengan begitu mudahnya ha." Bentaknya benar-benar murka. Karna jika dia terlambat sedikit maka dia benar-benar akan kehilnggan Tenry.


"Maaf Lucas, ampun. Aku janji gak akan melalukanya lagi." Ucapnya memohon belas kasihan dari Lucas untuk mengurangi sakit dikepalanya.


"Ampun kamu bilang, apa kamu pikir aku akan memaafkanmu dengan mudah ha?" Teriaknya didepan telinga Tenry.


"Sepertinya jika aku mematahkan kedua kakimu ini, itu akan lebih baik untuk saat ini." Ucapnya memapilkan senyum iblisnya dan menghempaskan kepala Tenry begitu saja.


Lalu dia melangkah mengarah ke lemari besar yang ada diruangan itu dan terlihat seperti menngambil sesustu dari dalamnya dan kembali melangkah mendekatinya.


Betapa terkejutnya Tenry, Lucas mendekatinya dengan membawa curtert silet kecil di tanganya.


"No,Lucas aku gak mau, dia berusaha bangkit untuk berlari sembunyi dari kemarahan Lucas.


Dia berlari berteriak histeris ketakutan karna sepertinya Lucas benar-benar lepas kendali saat ini.

__ADS_1


Namun betapa naasnya dia, ketika dia berlari kakinya harus kesandung sesuatu yanh membuatnya jatuh, sehingga Lucas mampu menangkapnya.


"Kamu mau kemana sayang? Apakah sudah cukup bermain dengaku ha?" Ucapnya dengan lembut yang semakin membuat Tenry ketakutan.


"Tidak Lucas ku mohon ampunin aku." Dia masih berusaha memundurkan dan menjauhkan dirinya dari jangkauan Lucas.


"Aarrgh Lucas sakit, ampun hikss.hikss lepasin sakit." Jeritan kesakitanya disaat Lucas menginjak kakinya dengan keras menggunakan sepatu fantopel miliknya yang sangat berat dan sakit.


Lucas benar-benar meremukan tulang-tulang Tenry dengan injakan kakinya. "Aarrrggghh sakit." Teriaknya senyaring mungkin bersamaan dengan bunyinya tulang yang dipatahkan.


Dan seketika langsung membuat Tenry lemas seketika meraskan sakit yang sangat- sangat luar biasa.


"Bagaimana sayang? Apakah kamu masih bisa berlari sekarang? Larilah ! Lari! Bahkan aku tidak akan mengejarmu lagi.." ucapnya tanpa perduli dengan rintihan kesakitan istrinya, bahkan dia bisa melihat dengan jelas bagaimana pucatnya wajah Tenry saat ini.


"Apakah masih kurang sayang? Atau kamu masih mau meraskan yang lebih indah lagi dari pada rasa sakit ini?" Tanyanya dengan mengelus lembut pipi Tenry yang saat ini berubah merah, menahan sakit dikakinya yang diremukan oleh suaminya.


"Apa sebenarnya salahku Lucas? Bukankah Arnon masih hidup? Lalu kenapa kamu masih menyiksaku? Apa sebegitu bencinya kamu terhadapku hingga tak pernah berhenti memberikanku penyiksaan ini?. Ucapnya berusaha untuk duduk menyeret kakinya yang sudah tidak bisa digunakan untuk berdiri lagi.


"Pandang aku Lucas! Apakah sedikitpun tidak pernah ada rasa dihati kamu untuk aku? Apa kamu tidak bisa sedikitpun bisa menghargai aku?" Tanyanya dengan lancang memegang wajah Lucas agar menatap matanya. Dan dengan cepat dia memeluk tubuh Lucas, dan menangis didalam dada kekar milik suaminya.


"Jika kamu ingin melukis nama kamu di tubuhku, aku siap. Aku tidak akan berteriak kesakitan." Tandasnya masih terus memeluk tubuh Lucas.


Dan iblis jahat itupun tersenyum tipis, dia benar-benar tertantang dengan sikap Tenry. Sehingga dengan cepat dia mengelarkan pisau curter tipis dari genggamanya.


Lalu dia menarik tangan Tenry. Lalu mulai melukiskan namanya disana.


Sayatan demi sayatan diberikan Lucas pada tangan istrinya, melukiskan namanya dengan pisau itu. bahkan darah yang mengalirpun bukan sedikit, namun sesuai janji, tenry hanya menekankan wajahnya didada suaminya. Tanpa bersuara. Hanya air mata menahan sakit karna Lucas mennyayat tanganya begitu lama Hingga membentuk kalimat "Lucas." Yang akan permanen seumur hidup ditanganya.


Namun karna tak kuasa menaham sakit, tenry akhirnya jatuh pingsan disaat Lucas baru menyayatkan dan membuat huruf A di tangan cantik itu. Dan karna belum selesai. Dia tidak perduli dengan Tenry yang pingsan. Karna baginya menuliskan namanya dengan sayatan itu lebih penting. Karna sudah pasti luka sayatan itu tidak akan pernah hilang selain dia mengoprasi kulitnya.


Dan setelah melihat Tenry pingsan Lucas langsung segera mengangkat tubuh istrinya masuk ke dalam kamar dan memanggil dokter untuk memeriksanya.


Di sisi Lain Rumah penyegelan Kinrara

__ADS_1


Rumah penyegellan Kirara California.


"Nora cepat pakai ini! Hari ini ada pelanggan membelimu!" Perintah Bryan dengan tegas.


Dan dengan patuh Nora mengikuti perintah Bryan dan mengganti pakaianya.


Betapa terekejutnya Nora melihat pakaianya saat ini, Brayan memberikanya sebuah pakaian ala myabe Jepang, yaitu kostum sekolah yang di bagian atasnya tidak mempunyai kancing sehingga hanya ada dua kancing dibawah saja. Dan terekspos lah gunung bromo miliknya yang dilapisi kaca mata hitam yang se xy.


"Kita mau kemana?" Tanyanya dengan suara yang serak.


"Sudah tidak usah banyak tanya! Ikutin saja aku!" Perintahnya dengan suara yang sedikit membentak.


Lagi-lagi dengan patuh Nora mengikuti langkah Bryan. Namun tak dipungkiri rasa ketakutan sangat besar didalam dirinya. Karna ini baru pertama kali dia melakukan hubungan dengan cara dijual seperti ini. Meskipun sebelumnya dia sudah dipakai oleh Lucas dan beberapa anak buah Lucas. Namun tetap saja dia masih sangat takut melayani para hidung belang.


"Ayo cepat keluar," bentak Bryan ketika sudah sampai dirumah pelangganya.


"Hey ingat kamu harus melayani dia dengan sebaik mungkin! Mengerti!" Tandasnya dengan tegas. Lalu dia beralih membuka tali ikatan yang sedari tadi mengikat tangan mulus Nora.


"Ingat kamu harus tersenyum! Cepat tersenyum!" Perintahnya tegas. Lalu di balas senyuman tipis dari Nora walaupun terpaksa. "Bagus! Sekarang ayo cepat keluar!" Ucapnya menarik dan menuntun Nora hingga kedepan sebuah rumah.


To Be Continue. *


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ******๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป**** dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


Dan Jangan lupa yah, dukunganya๐Ÿฅฐ*** jangan Sinder.***


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐Ÿ˜Ž


*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ****๐Ÿ˜ญLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya********๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜*** ****


*****Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ******๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ*


Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

__ADS_1


__ADS_2