Mr Psychopat

Mr Psychopat
Chapter 18


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


Tenry yang mendengar akan hal itu langsung menangis, dia merasa bahwa Lucas adalah benar-benar seorang pria egois, dia lebihh baik mengubur perasaan hangat dan rindunya hanya demi sebuah ambisi dan kekuatan, untuk apa ? Untuk apa semua itu?.


Bahkan mungkin dia juga tau, bagiamana rasanya aku yang sangat merindukan seluruh keluargaku yang mati dibununya, namun lagi-lagi dia menutup mata dan hatinya, memilih tidak perduli. "Sebenarnya apa yang bisa membuatmu menjadi sosok yang hangat? Tidak mungkin jika selamanya aku akan bertahan dengan semua sikap Psychopat kamu itu, ya memang kamu tidak membunuh ku, tapi kamu menyiksaku dengan sangat kejam. Bagaimana caranya agar kamu bahagia bersama ku? Jika suatu saat aku sudah lelah. Maka jangan pernah memintaku kembali." Lirihnya pelan mengelus pelan wajah suaminya yang sedang tertidur.


Akhirnya Tenrypun juga ikut memejamkan matanya disebelah Lucas dengan memeluk tubuh suaminya perlahan menutup matanya. Namun di langsung terkejut mendengar Lucas yang lagi-lagi, memnggil nama adiknya,


"Apakah kamu begitu merindukanya ?"


Di sisi luar rumah Lucas.


Dari luar terlihat sesosok wanita cantik yang berhijab, masuk kedalam rumah besar Lucas dengan membawa sebuah koper besar du tanganya.


sebenarnya dia sangat takut, namun saat ini dia benar-benar membutuhkan pelukan hangat kakaknya untuk menenangkan jiwanya yang sakit akibat, pertikaian rumah tangganya bersama Kenan suaminya.


"Maaf, kak Lucas ada di mana ya?" Valen bertanya pada seorang pelayan rumah yang lewat didepanya,


Pelayan itu langsung menatap Valen dari atas hingga kebawah, "maaf, nona ini siapa ya? Mengapa mempertanyakan Tuan kami?" Pelayan itu menampilkan wajah yang penuh curiga pada Valen.


Namun bukanya marah, Valen langsung tersenyum sopan kepada pelayan itu, "kamu bisa melihat seluruh foto yang berada dirumah ini. Itu hanyalah foto saya dengan kakak Saya Lucas." Jawabnya dengan suara yang lembut.


Seketika pelayan itu langsung tersadar dan menundukan tubuhnya hormat. "Maafkan saya Nona, saya baru disini. Jadi saya belum mengenali anda, dan terlebih lagi sekarang anda memakai sebuah kain yang menutupi kepala anda," jawab Pelayan itu dengan gugup.

__ADS_1


Valen yang mengetahui kegugupan dari pelayan itu langsung mengelus bahunya perlahan. "Tidak masalah, jika sama saya kamu bebas melakuka apapun, tapi tidak didepan kakak saya, apa kamu mengerti?" Ucapnya dengan senyuman manis di wajahnya.


"I-iya Nona. Sekali lagi saya minta maaf atas kelancangan saya ini." Seru pelayan itu yang masih dalam mode takut. Namun entah takut apa, mungkin dia takut jika Valen mengadukan sikapnya tadi yang kurang sopan pada Lucas,


"Iya tidak masalah. Kamu jangan takut ya, aku tidak akan melaporkanmu dengan Kak Lucas." Jawabnya dengan ramah,


Namun di saat Tengah berbicara dengan pelayan itu, tiba-tiba dia dikejukan dengan suara sesorang, "Valen." Sapa Tenry yang melihat kehadiran Valen,


Niatnya ingin membuatkan Bubur untuk Lucas di dapur, terhenti karna melihat sosok yang dikenalnya. Namun dia ragu untuk menegur, karna dia agak sedikit bingung, dengan penampilan Valen seperti sekarang. mengapa saat ini dia melihat Valen yang tampil beda.


Valen yang melihat keberadaan Tenry dirumah kakaknya, langsung menatap bingung kepada Tenry, "Apa yang sedang kamu lakukan disini Ten?" Valen heran mengapa mantan sahabatnya ini bisa berada di rumah kakaknya.


Tenry yang di tanya seperti itupun bingung mau menjawab apa, dia benar-benar takut salah bicara. Karna satu kata salah saja maka tamatlah riwatnya.


Disaat dia menemukan sosok kakaknya yang tengah tertidur, dengan perlahan Valen naik keatas tempat tidur dan memeluk tubuh kekar kakaknya, dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Lucas, mencari sandaran atas luka yang diberikan Kenan kepadanya.


Hanya kakaknya lah yang bisa memberikan ketenangan untuknya lewat pelukan hangatnya, Valen tau, semarah-marahnya Lucas terhadapnya. Tetapi Lucas tidak pernah memukulnya apalagi sampai membunuhnya.


Jika saat ini Kakaknya itu masih marah kepadanya, itu adalah hal yang wajar. Meskipun niatnya baik menikah dengan Kenan. Akan tetapi dia salah, berpindah agama tanpa mendapatkan Izin dari Lucas.


Sudah cukup Lama Lucas mendiamkannya, Valen sudah tidak tahan di acuhkan oleh Kakak kesayanganya, disini lah sisi Lain Lucas, yang hanya bisa hangat kepada adik kandungnya Valen.


Kemarahan, dan kegilaanya selama lima tahun ini, adalah akibat dari pelampiasanya yang merasa kehilangan adik kesayangan akibat sebuah rasa cinta yang Lucas sendiri tidak tau apa itu cinta.

__ADS_1


"Kakak aku merindukanmu, pleas jangan marah lagi sama Aleng, hiks," tanggisnya pecah di dalam pelukan kakaknya yang tengah tertidur.


Lalu dia mengambil tangan Lucas untuk menyentuh Pipinya, "kakak dulu pernah sekali menamparku karna marah, tapi Aleng tau. Selepas kakak menampar Aleng, kakak melukai tangan kakak sendiri. Aleng tau Aleng salah kak, harusnya Aleng membicarakan hal itu dulu dengan kakak, namun Dengan bodohnya Aleng melangkah sendiri mengambil keputusan tanpa mengikut sertakan kakak didalamnya, maafkan Aleng kak,hikss." Lirihnya pelan di tengah-tengah tangisanya memeluk tubuh kakaknya.


Lucas yang merasakan basah di bajunya, serta pelukan yang amat erat, akhirnya membuka matanya perlahan. Dia terkejut melihat sesorang memeluknya, karna Valen menegelamkan wajahnya serta Hijab yang dia gunakan. Maka dari itu Lucas tidak mengenalinya. Dia langsung marah dan ingin menarik wanita itu dengan kasar.


Namun disaat Lucas ingin menariknya, dia mendengar suara isakan tangis yang sangat dikenalnya. "Aleng." Lirihnya pelan menyebutkan nama adiknya yang sudah lima tahun ini tidak menemuinya.


Valen yang mendengar kakaknya terbangun dan menyebutkan namanya, semakin menangis histeris didalam pelukan kakanya, "Aleng, kakak kangen sama kamu, kenapa kamu baru menemui kakak ha?" Tanyanya lembut membalas pelukan adiknya.


"Maafkan Aleng kak, maafkan Aleng," hanya kalimat itu yang mampu di ucapkanya saat ini.


To Be Continue. *


Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti 🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰*** jangan Sinder.***


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya😘😘


Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭*

__ADS_1


Terima kasih🙏🏻🙏🏻


__ADS_2