Mungkinkah Kita Berjodoh

Mungkinkah Kita Berjodoh
Bab 1


__ADS_3

Di Pagi Hari Samuel Terbangun Dari Tempat Tidur nya, Ia Di Kagetkan Dengan Bunyi Dering Handphone Miliknya.


Samuel Bergegas Mengambil Handphone Yang Berada Di Meja Kerjanya, Ternyata Itu Adalah Panggilan Dari Sahabatnya Evlin.


"Tumben Evlin Telpon Aku Sepagi Ini" Gumamnya, Tanpa Berfikir Panjang Samuel Pun Menelpon Balik Evlin.


Tut,Tut,Tut,.. Cukup Lama Samuel Menunggu Telpon Evlin Namun Tidak Ada Jawabannya Juga, Samuel Berinisiatif Untuk Mendatangi Langsung Evlin Ke Rumahnya..


Namun Ia Ingat Bahwa Evlin Sedang Berada Di Singapura Untuk Kompetisi Modelling Internasional.


"Apa Dia Ingin Memberi Tahu Kalau Ia Akan Pulang Sebentar lagi", Gumamnya Dalam Hati


"Tapi Inikan Baru 5 Hari Dia Disana, Apa Ya Yang Ingin Disampaikan Evlin?" Samuel Pun Terus Memikirkan Apa Yang Hendak Disampaikan Evlin Sahabatnya Itu.


Tidak Lama Panggilan Masuk Dari Ibu Samuel


Yaitu Ibu Herlina,

__ADS_1


Ibu Herlina : " Halo Nak, Kamu Dimana Sekarang ?"


Samuel: " Aku Di Rumah Mah, "


Ibu Herlina : "Nanti Tolong Kerumah Ya Nak, Nanti Mamah Mau Bicara Sama Mu "


Samuel :" Iya Mah, Setelah Dari Kantor Ya Mah"


Ibu Herlina :" Iya Nak "


Setelah Mengakhiri Telpon Dengan Ibunya Samuel Kembali Dibuat Pusing Dengan Telpon Ibu nya, Dia Semakin Penasaran Dengan Apa Yang Hendak Disampaikan Oleh Ibu Kesayangannya itu,..


Sesudah Selesai Bebersih Diri Samuel Memilih Pakaian Yang Hendak Dipakainya Untuk Pergi Ke Kantor Hari Ini. Samuel Melihat Sebuah Kemeja Lengan Panjang Berwarna Merah Dan Celana Dasar Hitam Yang Dia Anggap Sangat Cocok Dikenakannya Ke Kantor.


Samuel Segera Bergegas Ke Ruang Makan Untuk Sarapan Pagi, Di Meja Makan Sudah Terlihat Begitu Banyak Aneka Lauk Pauk Yang Di Sediakan Oleh Ke Dua Asisten Rumah Tangganya Yaitu Bi Ijah Dan Juli.


Juli Adalah Asisten Rumah Tangga Samuel Yang Terpaut 2 Tahun Dibawah Samuel

__ADS_1


Samuel Sangat Baik Dan Peduli Terhadap Ke Dua Asisten Rumah Tangganya Itu Bahkan Tidak Pernah Memandang Mereka Sebagai Pembantu Tapi Sudah Dianggap Sebagai Anggota Keluarga nya Sendiri.


Samuel Yang Sedang Menyendok Nasi Ke Piring nya Melihat Ke Dua Asisten Rumah Tangganya Itu Sedang Bebersih, Samuel Merasa Kasihan Melihat Mereka Nampak Letih. Dengan Nada Lembut Samuel Memanggil Mereka


"Bi Ijah ? Jul ? Ayo Makan Bersama Ku" Ajak Samuel,


"Kami Belum Lapar Bos Muda " Sahut Mereka,


"Sudah Temani Aku Disini, Mari Makan Bersama, Aku Merasa Sepi" Sahut Samuel,


Bi Ijah :"Baik Bos",


"Jul! Ajak Bang Makmur Untuk Makan Bersama Kita Juga" Perintah Samuel!


"Siap Bos" Sahut Juli,


Setelah Mendengar Perintah Samuel Bosnya Itu, Juli Segera Mengajak Makmur (Yang Mana Makmur Sendiri Adalah Supir Pribadi Samuel) Untuk Pergi Ke Ruang Makan Untuk Sarapan Pagi, Makmur Pun Mengiyakan Karena Itu Perintah Langsung Dari Samuel

__ADS_1


Di Meja Makan Samuel Mengatakan Untuk Tidak Perlu Masak Malam ini Untuk nya Karena Ia Ingin Berencana Mengabiskan Waktunya Hari Ini Dengan Keluarganya Dikediaman Ibunya, Dia Juga Berpesan Bahwa Setelah Menyelesaikan Pekerjaan, Mereka Semua Boleh Pulang Ke Rumah Masing Masing Dan Kembali Bekerja Pada Senin Pagi, Setelah Selesai Menginstruksikan Perintah nya Dan Menghabiskan Makanan nya, Samuel Segera Beranjak dari ruang Makan ke Garasi Mobil Untuk Segera Berangkat Kekantor.


__ADS_2