
" Chel ! ", Ucap Samuel Membuka Obrolan Sembari Menikmati Hidangan
" Iya Pak ? ",
" Kamu Suka Makanannya ? ",
" Suka Pak, Ini Makanan Favorit Saya "
" Pantas Saja Kamu Ngikutin Saya "
Michelle Hanya Tersenyum Tersipu Malu
" Saya Mau Curhat Boleh Gak Chel Sama Kamu ", Tanya Samuel
" Boleh Banget Pak ", Jawab Michelle Tersenyum
Samuel : " Sebenarnya Saya Juga Sedang Dalam Kegundahan Chel "
Michelle : " Kenapa Begitu Pak ? Bapak Ada Masalah Ya ? "
Samuel : " Iya Chel, Masalah Saya Sama Kaya Kamu "
Michelle : '' Iya Pak ? Apa Masalah Bapak ? "
Samuel : " Saya Juga Akan Di Jodohkan Oleh Orang Tua Saya, Sebenarnya Papa Saya Yang Ngotot "
Michelle : " Kok Kita Bisa Samaan Ya Pak ? "
Samuel : " Entah lah, Tapi Perbedaannya Kamu Memiliki Kesempatan Untuk Menghindari Perjodohan Ini, Tapi Kalau Saya, Saya Harus Tetap Wajib Menikahi Gadis Yang Akan Di Jodohkan Dengan Saya "
Michelle : " Bapak Sendiri Sudah Bertemu Dengan Dia "
__ADS_1
Samuel : " Kalau Hal ini Kita Sama Chel, Saya Belum Pernah Bertemu Dengannya "
Michelle : " Maaf Bertanya Pak, Apa Bapak Sudah Memiliki Kekasih ? "
Samuel : " Tidak Chel, Memangnya Kenapa Chel "
Michelle : " Baguslah Paj, Jadi Bapak Tidak Menyakiti Seseorang Jika Perjodohan Itu Terjadi
Samuel : " Iya Chel, Kamu Benar, Hehehe "
Michelle : " Seperti Yang Bapak Bilang, Kita Hanya Bisa Mengharap Yang Terbaik "
Samuel : " Betul Chel, Dan Juga Semoga Dia Yang Terbaik "
Michelle : " Iya Pak "
Samuel : " Lanjutan Makan Mu "
Michelle : " Iya Pak "
" Kamu Udah Siap Chel Makannya ? ", Tanya Samuel
" Sudah Pak ", Jawab Michelle
" Ya Sudah, Habiskan Minumnya, Sebentar Lagi Jam Kerja Di Mulai "
" Baik Pak "
Aktivitas Santap Siang Mereka Pun Selesai
Dan Mereka Kembali Melanjutkan Pekerjaan Masing-masing
__ADS_1
Disisi Lain, Vivian Nampak Tidak Senang Dengan Kedekatan Mereka, Gadis Berusia 25 Tahun Itu ( Beda Beberapa Bulan Saja Dengan Samuel ) Memang Sudah Menyukai Samuel Sejak Lama, Bahkan Sejak Awal Bekerja Di Perusahaan ...
Vivian Ingin Membalas Kemarahannya Dengan Michelle, ia Mendatangi Ruang Kantor Michelle Dengan Muka Masam
" Loh Bu ?, ", Kata Michelle Kaget
" Knp, Tidak Boleh ? ", Jawab Vivian Ketus
" Bukan Bu, Tumben Ibu Kesini, Apa Ada Yang Penting Bu ? "
" Tidak, Aku Hanya Memberi Tahu Mu Satu Hal, Ingat Kataku, Kau Pegawai Baru Jangan Menjadi Seorang Penjilat Dan Sok Dekat Dengan Pak Samuel "
" Kenapa Ibu Bilang Begitu, Saya Tidak Melakukannya ", Jawab Michelle Sedikit Kesal
" Kau Tidak Melakukan ? Kau Sudah Makan Bersama Dengan Pak Samuel Dan Bercanda Tawa, Dan Kau Bilang Sekarang, Kau Tidak Dekat Dengan Dia, Sebaiknya Kau Sadar lah ", Jawab Vivian Kesal
" Saya Rasa Ibu Sudah Salah Mengerti Dan Salah Paham, Saya Hanya Ditawari Makan Dan Minum Oleh Pak Samuel, Saya Tidak Berani Menolak nya "
" Sudahlah, Kau Banyak Alasan, Kau Bisa Saja Menolak nya Dengan Berbagai alasan, Bilang Saja Kau Sudah Makan, Kau Begini, Kau Begitu, Pasti Pak Samuel Memaklumi, Memang Dasar Kau Saja Penjilat "
" Tapi Bu .. "
" Ingat Pesan Ku Tadi Yah, Jgn Terlewat Oleh Mu, "
Terserahlah Kau Mau Berbicara Tentang Ku, Dan Kalau Ternyata Kebenaran nya Aku Tidak Seperti Itu, Aku tidak akan Ambil Pusing, Gumam Michelle Dalam Hati
" Hey ? Kenapa Terdiam ? '', Bentak Vivian Menyadarkan Michelle Yang Terdiam
" Iya Bu, Saya Akan Ingat Apa Yang Ibu Sampaikan ", Ucap Michelle Tak Ambil Pusing Peringatan Vivian
Vivian Meninggalkan Ruang Michelle
__ADS_1
Dasar Perempuan Genit, Bagaimana Bisa Dia Jadi Asisten Manager Pemasaran, Aku Tau, Dia Pasti Merayu Manis Manja Kepada Pak Samuel, Gumam Vivian Kesal ..
Michelle Yang Juga Sedikit Kesal Melanjutkan Pekerjaan nya, ia Terlihat Sangat Konsentrasi Walaupun Sempat Buyar Karena Kedatangan Vivian Tadi ..