
" Tapi Kenapa Raut WajahMu Menunjukkan Kemarahan Sam ? ", Tanya Sandi Aneh
" Tidak Apa-apa, Aku Hanya Kaget Saja, Kau Dengannya Bisa Sedekat ini ", Kata Samuel Merasa Kecewa Dan Sedih
Kau Bersikukuh Menolak Tawaran Dari Ku Waktu Lalu, Tapi Kau Dengan Mudah Mengiyakan Ajakan Sandi, Benar-benar Aku Tidak Habis Pikir, Gumam Samuel Merasa Sangat Heran
Michelle Segera Menyadari Kekesalan Samuel, Dia Benar-benar Takut Kalau Samuel Akan Marah Untuk Kedua Kalinya. Dia Menatap Wajah Kesal Samuel Dan Menyimpan Kesedihan.
" ehh, Ngomong-ngomong Tumben Kau Sarapan Di Kantor Sam ? " Tanya Sandi
" Tidak Apa-apa, Aku Hanya Ingin Sarapan Di Kantor " Jawab Samuel Dengan Nada Yang Masih Menunjukkan Kekesalan
" wah itukan Nasi Goreng, Apa Kau Membawanya Dari Rumah ? " Tanya Sandi
" Iya " Jawab Samuel Cepat
" Benarkah ? " Tanya Sandi Bingung
" Tentu " Jawab Samuel Singkat
Kalau Aku Mengatakan Michelle Yang Membuatkannya Untuk Ku, Kau Pasti Minta ia Membuatkannya Juga Untuk Mu, Gumam Samuel Dalam Hati
Mendengar Jawaban Samuel, Michelle Juga Sedikit Kaget.
Kenapa Pak Samuel Tidak Mengatakan Nasi Goreng itu Buatanku ? Apa Dia Malu ? Atau ia Marah ?, Gumam Michelle Menerka
" Ya Sudah Aku Duluan Ya " Kata Sandi Pamit
" Iya " Jawab Samuel Singkat
" Chel, Jangan Lupa Makan Kue Coklatnya '' Kata Sandi Mengingatkan
__ADS_1
Sandi Meninggalkan Ruangan. Kini Hanya Ada Samuel Dan Michelle Berdua, Seketika Suasana Hening Sepeninggal Sandi.
Michelle Berinisiatif Memulai Percakapan, Tentunya ia Juga Ingin Menyampaikan Minta Maaf.
" Pak " Panggil Michelle
" Apa ? " Jawab Samuel Ketus
" Saya Ingin .. " Perkataan Michelle Terhenti
" Kalau Kau Membahas Masalah Barusan, Lupakan Saja " Kata Samuel
" Maafkan Saya Pak " Ucap Michelle Penuh Penyesalan
" Sudahlah, Untuk Apa Kau Minta Maaf Kalau Kau Masih Mengulangi Kesalahan Yang Sama ", Kata Samuel Merasa Jengkel
Michelle Hanya Bisa Menunduk Sedih Setelah Mendengar Perkataan Samuel Tadi.
" Kau Boleh Keluar Sekarang ! Aku Ingin Sendiri " Kata Samuel Mengusir Michelle Agak Kasar
Samuel Kini Sendiri Di Ruangannya, ia Menghabiskan Makanan Buatan Michelle Yang Sisa Beberapa Sendok itu Lagi, ia Sangat Menghargai Kerja Keras Michelle Walaupun ia Kesal Dengannya.
Tunggu, Mungkinkah ia Menyukai Sandi, Gumam Samuel Membuat Kedua Mereka Terbelalak Seketika.
Kedatangan Irwan
Beberapa Mobil Sedan Mewah Mulai Memasuki Halaman Kantor, Mereka Adalah Irwan Beserta Rombongan.
" Pak, Pak Irwan Sudah Sampai " Kata Intan Memberi Tahu Dengan Cepat Kepada Samuel
" Benarkah ? Baiklah, Kamu Ikut Saya Turun Kebawah Menyambut Mereka Tan " Pungkas Samuel Memberitahu Intan
__ADS_1
" Baik Pak " Kata intan Patuh
" Ya Sudah, Ayo Kita Kebawah " Kata Samuel
Mereka Berjalan Melalui Lift Supaya Cepat Sampai Kebawah. Dibawah, Sandi, Vivian, Pak Indarto Serta Michelle Sudah Menunggu.Samuel Irwan Kini Sudah Saling Menatap. Mereka Bersalaman Dan Berpelukan.
" Apa Kabar Sahabat Ku " Kata Irwan Membuka Percakapan
" Seperti Yang Kau Lihat, Aku Baik-baik Saja. Kau Sendiri, Bagaimana Kabarmu ? " Tanya Samuel
" Sama Seperti Mu, Aku Juga Baik-baik Saja " Kata Irwan
" Apakah Perjalanan Mu Lancar Tadi " Tanya Samuel
" Lancar, Namun Ada Sedikit Macet Tadi Di Jalan xxx " Jawab Irwan
" Memang Jalan Itu Tempatnya Macet " Kata Samuel
" Ya Begitulah, hehehe " Kata Irwan
Bukan Hanya Menyapa Samuel, Irwan Juga Menyapa Sandi.
" Kau Apa Kabar San ? " Tanya Irwan Menyalami Sandi
" Baik Wan, Bagaimana Dengan Mu ? " Tanya Sandi
" Aku Juga Baik Dan " Jawab Irwan
" Hey Michelle, Apa Kabar ? " Tanya Irwan
" Saya Baik Pak " Jawab Michelle
__ADS_1
Samuel Dan Sandi Merasa Jeles Seketika Melihat Irwan Yang Nampak Akrab Dengan Michelle.
Kenapa Dia ...