
Vivian Memasuki Ruangan Setelah Mendapatkan Kode Izin Dari Samuel.
Tapi Tatapannya Langsung Sinis Saat Melihat Michelle Duduk Di Depan Samuel.
Ngapain Dia Disini Jam Segini, Dia Pasti Lagi Caper, Dasar Penyihir, Gumam Vivian Kesal
" Pagi Pak ", Ucap Vivian Memberi Salam
" Owh Iya Vivian, Pagi, Ada Apa Jam Segini Sudah Ingin Bertemu Saya ? ", Tanya Samuel
" Saya Mau Menyerahkan Berkas Yang Akan Kita Bahas Dengan Pak Irwan Pak ", Kata Vivian
" Owh Ya Sudah, Letakkan Saja Diatas Meja ", Perintah Samuel
" Baik Pak " Kata Vivian
" Owh Iya, Apa Kamu Sudah Sarapan ? " Tanya Samuel Kepada Vivian
" Owh Sudah Pak ", Kata Vivian
" Benarkah ? Berarti Kamu Sama Dengan Saya Sarapan Selalu Dirumah, Tapi Hari ini Saya Sarapan Dikantor, Karena Michelle Menawarkan Nasi Goreng Buatannya ", Kata Samuel
" Benarkah Pak ? Baik Sekali Michelle Ini ", Jawab Vivian Penuh Kebohongan
" Ya Begitulah, Rasa Nasi Goreng ini Pun Sangat Enak, Sampai Saya Terlihat Rakus Memakannya ", Kata Samuel.
" Pasti Makanan ini Makanan Favorit Bapak ", Terka Vivian Sembarang
__ADS_1
" Kamu Betul ", Kata Samuel Membenarkan Terkaan Vivian
" Hehehe, Ya Sudah Pak, Saya Duluan Ya ", Kata Vivian
" Owh Iya Silahkan ", Kata Samuel
Darah Vivian Terasa Mendidih Dikala Mendengar Samuel Memberi Pujian Setinggi Langit Pada Michelle.
Gak Pak Sandi, Gak Pak Samuel, Semuanya Sama. Pelet Apa Yang Dipakai Penyihir Itu Ya, Gumam Vivian Kesal
" Chel, Apa Kamu Sudah Siap Dengan Pertemuan Nanti ? ", Tanya Samuel
" Semoga Saja Pak ", Jawab Michelle
" Kamu Harus Memberikan Performa Terbaikmu ", Kata Samuel
" Baguslah ", Kata Samuel
Sandi Sudah Berada Dikantor, Dia Berusaha Mencari Keberadaan Michelle, Ia Terus Gelisah Karena Tidak Melihat Perempuan Yang ia Sukai Itu. Sandi Tidak Sabar ingin Memberikan Kue Coklat Kotak Yang ia Beli Ditoko Langganannya.
Kemana Sih Dia, Gumam Sandi Bertanya-tanya
Apa Mungkin Dia Berada Diruangan Samuel ?
Sepagi ini, Mungkin Saja, Gumam Sandi Menerka-nerka
Sandi Berjalan Cepat Menuju Ruangan Samuel, ia Mengetuk Pintu, Meskipun Samuel Sahabatnya, Dia Tetap Bos Di Kantor, ia Harus Mengikuti Etika Kantor. tok,tok,tok,.. Sandi Mengetuk Pintu.
__ADS_1
" Siapa lagi Itu Yang Datang ? Astaga, Tidak Bisa Membuat Ku Tenang ", Kata Samuel Bernada Kecil. Samuel. Mempersilahkannya Masuk.
" Sandi ? Kenapa Kau Sudah Ke Ruanganku Sepagi ini ? ", Tanya Samuel Keheranan.
" Maaf Bos Mengganggu ", Kata Sandi Tersenyum
" Maksudnya ? ", Tanya Samuel Heran Melihat Kekonyolan Sandi
" Aku Kesini Untuk Bertemu Michelle ", Kata Sandi
" Kau Kan Bisa Menemuinya Nanti ", Kata Samuel Geram
" Kalau Aku Menemuinya Nanti Kue Coklat ini Keburu Dingin ", Kata Sandi Menunjukkan Kotak Kue itu Kepada Samuel.
Melihat Tingkah Sandi Samuel Makin Geram Dia Menggenggam Tangannya Tanpa Sepengetahuan Sandi Dan Michelle.
" nah Kue ini Ku Belikan Khusus Untuk Mu ", Kata Sandi Memberikan Sekotak Kue Coklat Hangat
" Owh Makasih Banyak Pak ", Terima Michelle Dengan Sopan
Samuel Merasa Sangat Cemburu Dan Kesal Melihat Pemberian Sandi itu.
" Santai Saja, Itu Sebagai Bentuk Terima Kasih Ku Karena Apa ? Karena Kau Menerima Tawaran Ku Untuk Memberi Tumpangan Padamu Nanti Sore ", Kata Sandi
Mendengar Itu, Darah Samuel Terasa Mendidih Seketika, ia Benar-benar Tidak Percaya Dengan Apa Yang Baru ia Dengar Dari Sandi.
" Apa ? Memberikan Tumpangan ? Maksudmu Kau Akan Mengantarkannya Pulang Nanti Sore ? ", Kata Samuel Menatap Tajam arah Michelle Dengan Penuh Kekesalan.
__ADS_1
" Iya Sam, Mengantarkannya Pulang .. Tapi Kenapa...