
" Saya ... Tidak ada .. Saya Hanya Ingin Memberi Tumpangan Kepada Michelle, Maksudnya Bagaimana Kalau Aku Menjemput Mu Pagi ini, Dan Kita Berangkat Ke Kantor Sama-sama ", Tulis Sandi Menawarkan Tumpangan
" Tidak Usah Pak, Merepotkan, Lagi Pula Saya Ada Sesuatu Yang Harus Diurus Jadi Saya Harus Berangkat Lebih Cepat Dari Awal Biasanya ", Tulis Michelle Berbohong Menolak Secara Halus.
Bukan Tanpa Alasan Michelle Berbohong, ia Takut Jikalau Samuel Akan Marah Lagi Jika ia Menerima Tawaran Baik Sandi, Sedangkan Tawaran Samuel Tidak ia Gubris.
" Kenapa Kau Selalu Menolak ? Aku Cuma Ingin Memberi Tumpangan Kok Tidak Lebih, Apa Jangan-jangan Kau Berfikir Negatif Tentang Ku ? ", Tulis Sandi Jengkel
" Tidak Pak, Bukan Begitu Maksud Saya, Saya Hanya .. ", Tulis Michelle Terputus
" Hanya Apa ? Kenapa Tidak Dilanjutkan ? ", Tanya Sandi Penasaran
" Saya Hanya Takut Merepotkan Bapak ", Kata Michelle
" Ya Sudahlah, Terserah Mu ", Kata Sandi Kecewa
Michelle Benar-benar Bingung, ia Juga Jadi Merasa Takut Sandi Akan Marah Seperti Samuel
" Begini Saja Pak, Bagaimana Nanti Sore Saja Bapak Mengantar Saya Ke Rumah Setelah Jam Kerja Selesai ? ", Kata Michelle Menyerah
" Benarkah ? Gitu Donk, Baiklah, Itu Juga Sangat Bagus ", Tulis Sandi Sumringah
" Iya Pak ", Kata Michelle
" Baiklah, Aku Bersiap-siap Dulu ", Tulis Sandi
__ADS_1
" Owh, Iya Pak ", Balas Michelle Menutup Percakapan Via Chat Itu.
Sandi Sangat Semangat Setelahnya, ia Masuk Ke Kamar Mandi, Bebersih Diri, Air Yang Dingin Pun Terasa Sangat Hangat.
Michelle Bersiap-siap Untuk Ke Kantor, Tapi Hari ini Ada Yang Beda, Michelle Harus Mengantarkan Adik Bungsunya Egi Ke sekolah, Karena Ibunya, Bu Nina, Ada Urusan.
Egi Dan Michelle Mencari Angkot Ke Perempatan Jalan, Tak Lama Kemudian, Sebuah Angkot Berwarna Merah Datang Menghampiri, Mereka Menaikinya.
Angkot Yang Ditumpangi Michelle Telah Sampai Di Depan Sekolah Egi. Egi Turun Dari Angkot Dan Memberi Lambaian Tangan Ke Michelle. Michelle Membalasnya Dengan Lambaian Tangan Kecil.
Samuel Sudah Berada Di Kantor Dahulu, ia Berangkat Lebih Cepat Karena Tidak Mau Telat Sarapan, Namun Rupanya Harapannya Pupus, ia Belum Melihat Batang Hidung Michelle.
Ternyata Dia Belum Sampai Kantor Juga, Gumam Samuel Dalam Hati
5 Menit Setelahnya, Michelle Sudah Tiba Di Ruangan Kantor Samuel.
" Pagi Juga ", Jawab Samuel Sedikit Kaget
" Ku Kira Kau Akan Telat, Tapi Ternyata Kau Menepati Janji ", Kata Samuel
" Hehehe, Ini Pak, Nasi Gorengnya, ", Kata Michelle
" wah, ini yang Ku Tunggu-tunggu, Masih Hangat Juga, Owh Iya Silahkan Duduk ", Kata Samuel Sumringah
Samuel Segera Membuka Tempat Nasi Itu Dan Memakannya Sangat Lahab.
__ADS_1
" Ini Benar-benar Sangat Enak ", Kata Samuel Memuji Masakan Michelle
Michelle Yang Duduk Di Kursi Hanya Tersenyum Tipis, Padahal Dalam Hatinya Begitu Senang
" Chel, Bisakan Aku Minta Tolong ", Tanya Samuel
" Tentu Bisa Pak, Apa Yang Bisa Saya Bantu ? ", Tanya Michelle
" Tolong Ambilkan Segelas Air Putih ", Pinta Samuel.
Michelle Berdiri Dari Kursinya, Berjalan Menuju Dispenser Dan Mengambil Sebuah Gelas Kaca Dan Mengisinya Dengan Air Putih.
" Ini Pak !, ", Kata Michelle
" Terima Kasih Chel ", Kata Samuel
" Sama-sama Pak ", Kata Michelle
" ehh, Kamu Udah Sarapan Belum ? ", Tanya Samuel
" Sudah Kok Pak ", Jawab Michelle
" Kirain Belum, Kalau Belum, Kita Bisa Berbagi ", Kata Samuel
" Saya Sudah Makan Kok Pak ", Kata Michelle
__ADS_1
tok,tok,tok, Suara Ketukan Pintu Dari Luar Terdengar Jelas Oleh Samuel Dan Michelle.
Samuel Mempersilahkannya Masuk.