
Keesokan Harinya Samuel Terbangun Dari Tidurnya, Seperti Biasa ia Berjalan Menuju Kamar Mandi, Melepas Pakaiannya, Dan Berendam Di Air Hangat Beberapa Menit.
Sesudah itu ia Memilih Pakaian Yang Cocok Menurutnya Dan Memakainya, Beda Dari Sebelumnya Kini Meja Makan Kosong, Bukan Karena Apa, Itu Permintaan Samuel Sendiri Agar Bi Ijah Tak Perlu Memasak Makanan, Sebab ia Ingin Sarapan Di Kantor, Sarapan Yang Di Bawa Evelyn.
Michelle Juga Sedang Bersiap-siap, ia Berdandan Rapi Dan Cantik Dengan Sedikit Polesan Natural Di Wajahnya
Seperti Biasa, ia Pergi Ke Simpang Lorong Komplek Tempat ia Tinggal Untuk Menyetop Angkot Yang Membawanya Setiap Pagi Ke Kantor.
Samuel Kini Sudah Sampai Kantor, Michelle Pun Begitu, Kini Samuel Dan Michelle Sama-sama Berada Di Pintu Masuk Kantor.
Michelle Memberi Senyum Sapa Kepada Samuel Saat Mereka Senyuman, Tapi Samuel Hanya Membalasnya Dengan Wajah Cemberut Dan Ketus, ia Masih Kesal Dengan Kejadian Tadi Sore, Michelle Yang Melihat Respon Samuel Tersebut Benar-benar Sedih.
Samuel Berjalan Dengan Terburu-buru Menuju Ruangannya.
apa-apaan itu, sekarang ia malah tersenyum manis setelah Menolak ajakan ku tadi sore, Gumam Samuel Kesal
Michelle Yang Masih Merasa Sedih, Berjalan Perlahan Menuju Ruang Kerjanya, ia Termenung di kursinya.
" Mbak, Kok Diam Saja ? ", Tanya Pak Indarto Menyadarkan Lamunan Michelle
" Gak Papa Kok Pak ", Jawab Michelle
__ADS_1
" Apa Mbak Kurang Enak Badan ? Kalau ia Biar Saya Ambilkan Obat ", Kata Pak Indarto Menawarkan Kebaikan
" Ya Sudahlah Mbak, Jangan Lupa Nanti Kita Akan Bertemu Dengan Klien Di Perusahaan xxx, Siapkan Yang Terbaik Ya Mbak ", Pinta Pak Indarto
" Baik Pak, Akan Saya Usahakan ", Jawab Michelle Tersenyum
Evelyn Yang Sedang Dalam Perjalanan, Mengendarai Mobil Mewahnya Dengan Kecepatan Lumayan Tinggi, Selain Supaya Tidak Terlambat, Evelyn Juga ingin Makanan Yang Dimasak Ibunya Untuk Samuel Tidak Dingin, Sehingga Masih Nagih Di Lidah.
Samuel Terlihat Tidak Sabar Menunggu Kedatangan Sahabatnya, Bukan Karena Rindu, Tapi Karena ia Sudah Lapar, Wajar Jam Makan Paginya Telat.
Namun Di Lain Sisi, Samuel Juga Menggerutu Karena Michelle Tidak Menunjukkan Tanda-tanda Akan Datang Keruangannya Untuk Meminta Maaf atas Kejadian Tadi Sore.
Kenapa Dia Tidak Menunjukkan rasa penyesalan, Gumam Samuel Dalam Hati Merasa Kesal.
Karena Sudah Biasa Kekantor, Evelyn Langsung Dipersilahkan Masuk Oleh Intan.
" Mbak Evelyn, Silahkan Masuk ! Sudah Ditunggu Masuk Pak Samuel ", Tutur Intan
" Owh Terima Kasih Ya Intan ", Pungkas Evelyn
" Sama-sama Mbak Lyn ", Kata Intan Membalas
__ADS_1
Evelyn Memasuki Ruangan Samuel. Samuel Yang Sedang duduk Termenung di kursi Tamu Tidak Menyadari Kedatangan Evelyn, Evelyn Pun Mengambil Kesempatan Untuk Mengagetkan Samuel.
" Dokter ", Teriak Evelyn Sembari Memegang Kedua Bahu Samuel
Samuel Pun Seperti Orang Yang Kehilangan Jantungnya Saat Mendengar Evelyn Mengagetkannya.
" Hahahaha ", Michelle Tertawa Terbahak-bahak
" Kurang ajar Kau Lyn, Jantungku Serasa Mau Copot Kau Buat ", Ucap Samuel Kesal
" Kau Sih, Terlalu Tenggelam Dalam LamunanMu, Apa Yang Kau Sebenarnya Pikirkan Sahabatku ? ",Tanya Michelle
" Tentu Bukan Dirimu ", Jawab Samuel Ketus
" Aku Juga Tidak Berharap", Jawan Evelyn Menyangga
" Mana SarapanKu, Aku Sudah Sangat Lapar ", Tanya Samuel Menagih
" Ini ! Ambillah ! ", Ucap Evelyn Menyerahkan
" Wanginya Harum Sekali ", Ucap Samuel
__ADS_1
Tanpa Aba-aba Samuel Memakan Makanan Tersebut Seperti Orang Yang Kelaparan Selama 3 Hari