
Evelyn Yang Merasa Geli Melihat Kerakusank
Samuel Segera Menegurnya
" Hey, Makanlah Pelan-pelan, Jangan Seperti Orang Yang Berpuasa Sepuluh Hari, Kau Juga Bisa Keselek ", Kata Evelyn
Benar Juga, Samuel Keselek Setelahnya.
" Uhuk,Uhuk, ", Bunyi Samuel Keselek
" nah kan, Sudah Kubilang ", Ucap Evelyn Sembari Mengambil Segelas Air Tanda Perhatian
Samuel Langsung Meneguk Air Dingin itu
" Aku Benar-benar Lapar, Aku Tidak Makan Tadi Di Rumah, Dan Juga, Masakan Ibu Sangat Lezat ", Kata Samuel Melanjutkan Aktivitas Makannya
" Tapi Kau Harus Pelan-pelan Makannya Sem ", Ucap Evelyn Menggerutu
" iya deh iya ",Ucap Samuel Menurut
Michelle Hendak Pergi Ke Perusahaan xxx Bersama Dengan Pak Indarto Untuk Urusan Promosi Produk.
Michelle Berinisiatif Untuk Pergi Keruangan Samuel Untuk Meminta Maaf.
" Pak, Saya Kesitu Sebentar Ya Pak, Ada Sesuatu Yang Saya Ingin Urus ", Kata Michelle Meminta Izin Pak Indarto
__ADS_1
" Owh, Ya Sudah Mbak, Gak Papa, Tapi Jangan Lama-lama Ya Mbak, Soalnya Keburu Ngejar Waktu ", Pungkas Pak Indarto.
" Owh Iya Pak ", Kata Michelle
Setelah Mendapat Izin Pak Indarto, Michelle Melangkah Menuju Ruangan Samuel.
Dia Terlihat Menggenggam Kedua Tangannya Penuh Harap.
ia Sudah Dekat Dengan Ruangan Samuel, Kini ia Sedang Mencoba Membuka Pintu, ia Membuka Pintu Tersebut Dengan Sangat Hati-hati, Dan Sangat Pelan. Pintu itu Terbuka, Dan Nampak Samuel Sedang Tertawa Dengan Perempuan lain, Yaitu Evelyn.
Entah Apa Yang Terjadi Pada Michelle, Hatinya Seperti Tertusuk-tusuk Pisau Yang Sangat Tajam, tanpa disadari, air mata mengalir dari pelupuk matanya.
ia pun menutup pintu dan Berlari-lari kecil Meninggalkan Ruangan Samuel, ia Pergi ke kamar mandi, Michelle Menatap Cermin Dan mengusap air matanya.
air matanya mulai berhenti mendera, ia kembali Keruangan Kantornya, Dimana Pak Indarto Sedang Bersiap-siap Dan Menunggu
Michelle Memasuki Ruangan, Pak Indarto Yang Melihat Mata Michelle Sebam menjadi bertanya-tanya.
" Mbak Kenapa ? Mbak Baru Menangis Ya ", Tanya Pak Indarto Penasaran
" Gak Kok Pak ", Jawab Michelle
" Kenapa Mata Mbak Michelle Sebam ", Tanya Pak Indarto Seperti Menginvestigasi
'' Gak Kok Pak,Kena Debu Tadi ", Jawab Michelle
__ADS_1
" Owh Begitu Ya Mbak, Tapi Mbak Gak Papakan ? Kalau Gak Papa, Kita Bisa Berangkat Sekarang aja ya Mbak " Tanya Pak Indarto
" Iya Pak, Saya Tidak apa-apa, Kita Bisa Berangkat Sekarang Pak ", Jawab Michelle Menutupi Kesedihannya
Michelle Dan Pak Indarto Bergegas Menuju Halaman Kantor, Dimana Mobil Dinas Kantor Sudah Siap Menunggu.
" Silahkan Naik Mbak ", Kata Pak Indarto Mempersilahkan
" Owh, Iya Pak, Terima Kasih ", Kata Michelle Menjawab
Mobil Mulai Berjalan Menuju Perusahaan Irwan ( Sahabat Samuel ) Yang Akan Bekerja Sama Dengan Mereka
Di Ruangan Samuel, Begitu Terdengar Jelas Suara Tawaan Senda Gurau Dari Samuel Dan Evelyn, Mereka Menyelingi Pembahasan Mereka Dengan banyak Lelucon, Supaya Terhidar dari Stress.
Pembahasan Mereka Pun Telah Selesai, Senda Gurau Pun Mulai Sunyi, Samuel Berniat Ingin Curhat Kepada Michelle Tentang Perjodohannya.
" Chel, Ada Yang Ingin Ku Sampaikan ", Kata Samuel Ragu
" Apa Tuh ? Katakan Saja ", Sebut Evelyn Bertanya
" Saat Ini Aku Sedang Bingung Akan Sesuatu Hal, Antara Ikhlas Dan Tidak Ikhlas ", Kata Samuel
" Antara Ikhlas Dan Tidak Ikhlas ? Memangnya Apa ? ", Tanya Evelyn Kembali
" Sebenarnya .....
__ADS_1