Mungkinkah Kita Berjodoh

Mungkinkah Kita Berjodoh
Bab 21


__ADS_3

Berbeda Dengan Egi, Michelle Malah Terdiam Seperti Akan Di Patuk Ular, Dia Sama Sekali Tidak Menggubris Kedatangan Ibunya


" Chel ? Kenapa Kamu Diam Saja ", Panggil Bu Nina


Tapi Tetap Saja Michelle Diam, Dia Benar-benar Terlelap Dalam Lamunannya


" Chel ? Michella Indriana ? ", Panggil Bu Nina Dengan Nada Seperti Sedang Memberi Sebuah Ancaman


" Iya Bu ? ", Jawab Michelle Terkejut


" Apa Yang Sedang Kamu Pikirkan ? ", Tanyap Bu Nina


" Gak Ada Kok Bu ", Jawab Michelle


" Bener Nih ? Kamu Gak Bohong ? ", Tanya Bu Nina Menginvestigasi


" Iya Bu, Bener Kok, Gak Ada Apa-apa, Ibu Seperti Seorang Detektif Saja ", Jawab Michelle


" Ya Sudahlah Kalau Begitu, Ayo Bantu Ibu Masak Buat Makan Nanti Malam ", Perintah Bu Nina Kepada Michelle

__ADS_1


" Iya Bu, ", Jawab Michelle Mengangguk


Rumah Samuel


Samuel Masih Tertidur Pulas, Namun Tak Lama ia Terbangun Karena Pesan What's App Yang ia Terima, Pesan itu Tak Lain Dari Sahabatnya Sendiri Yaitu Sandi, Pesan Itu Berisi Informasi Kepulangan Sandi Yang Akan Pulang Besok Pagi, Dan Sudah Bisa Bekerja Besok Lusa.


Samuel Membalas Pesan Tersebut Sangat Senang, Karena ia Betul-betul Membutuhkan Sandi Untuk Merekrut Karyawan, Sandi Memang Seseorang Yang Sangat Cerdas Dalam Hal Yang Berhubungan Dengan Kepegawaian, ia Merupakan Lulusan Terbaik Angkatannya, Dimana ia Dulu Mendapatkan Gelar Cumlaude Saat Kuliah Di Singapura.


Setelah Membalas Pesan What's App Sandi, Samuel Berjalan Menuju Kamar Mandi, Melepas Baju Dan Celananya, ia Menyalakan Sower Mode Panas, Dan Berendam Sebentar, Ia Sesekali Menenggelamkan Kepalanya, ia Berendam Di Air Hangat itu Cukup Lama


Entah Kenapa Setiap Samuel Merasa Bad Mood, ia Pasti Berendam di Dalam Air Hangat, Setelahnya ia Sering Sekali Merasa Lebih Baik, Sama Seperti Sekarang, Moodnya Yang Memburuk Karena Penolakan Michelle, Kini Mulai Membaik.


Setelah Selesai Mandi, Samuel Memilih Baju Tidur Di Lemarinya Dan Memakainya, ia Segera Turun Ke Bawah Menuju Meja Makan Untuk Menyantap Makan Malam


ia Berinisiatif Mengajak Kedua Asisten Rumahnya Dan Mas Makmur Untuk Makan Malam Bersama.


" Bik,Ayo Makan Malam Bersama, Tolong ajak Juli Sama Kang Makmur Juga Ya Bik ", Pungkas Samuel Memerintah


" Baik Tuan ", Ucap Bibik Mengangguk

__ADS_1


Juli Yang Sedang Sibuk Menyetrika Pakaian Terhenti Dari Aktivitasnya Karena Mendengar Panggilan Dari Bi Ijah.


" Jul, Ayo Makan Malam ", Ajak Bi Ijah


" Tapi ini Belum Waktunya Kita Makan Bik ", Ucap Juli Heran


" Tuan Muda Mengajak, Jangan Banyak Bicara lagi, Ayo Hentikan Dulu Pekerjaan Mu, Jangan Sampai Tuan Muda Menunggu ", Perintah Bi Ijah Kepada Juli


" Baiklah Bik ", Jawab Juli Singkat Sembari Membenahi Setrikanya


Bi Ijah Melangkahkan Kakinya Ke Pos Ronda, Disana ia Memanggil Mas Makmur Untuk Di ajak Makan Malam.


" Mur, Ayo Makan ", Ajak Bi Ijah


" Kan Belum Waktunya Kita Makan Malam Bik ", Jawab Makmur


" Sudah Jangan Banyak Tanya, Ayo Cepat, Jangan Sampai Tuan Muda Menunggu ", Pungkas Bi Ijah


" Baiklah Bik ", Jawab Makmur Singkat

__ADS_1


Makmur Jadi Ingat Kejadian Tadi Sore, Ketika Samuel, Tuan Mudanya Itu, Nampak Cemberut, ia Mulai Berstigma Negatif Akan Apa Yang Terjadi Di Meja Makan Nanti.


Sembari Menunggu Mas Makmur Dan Bi Ijah Samuel Asyik Memainkan Handphone Pintar Miliknya, Sedangkan Juli Sibuk Mempersiapkan Hidangan.


__ADS_2