
Kenapa Dia Bisa Begitu Akrab Dengan Michelle ?, Gumam Samuel Dalam Hati
Bagaimana Irwan Bisa Mengenal Michelle, Gumam Sandi Kebingungan, Karena ia Tidak Mengetahui Bahwa Samuel Mengutus Michelle Dan Pak Indarto Mempromosikan Produk Baru Perusahaan Ke Perusahaan Irwan.
Samuel Yang Melihat Kedekatan Irwan Dan Michelle Merasa Cemburu. Untuk Mensiasatinya Samuel Segera Mengajak Mereka Semua Keruangan Meeting.
Semuanya Dipersilahkan Duduk, Sandi Dengan Sigap Menarik Kursi Dan Mempersilahkan Michele Duduk. Sandi Sengaja Melakukannya, Supaya ia Duduk Dekat Michelle. Kini Giliran Samuel Dan Irwan Yang Jengkel Dibuat Oleh Sandi.
Vivian Yang Melihat Dengan Jelas Kegenitan Sandi Merasa Jengkel Dengannya, ia Pun Semakin Jengkel Kepada Michelle.
" Baiklah, Kita Mulai Rapat Pagi ini " Kata Samuel Membuka Rapat
Mereka Menghabiskan Waktu Selama 2 Jam Dalam Mendiskusikan Kerja Sama Mereka.
" Semuanya Sudah Deal Ya " Kata Samuel
" Iya Pak, Deal, Deal " Kata Irwan Dan Yang Lain
" Baiklah, Saatnya Menanda tangani Employee " Kata Samuel
Samuel, Sandi, Pak Indarto Dan Beberapa Petinggi Perusahaan Maju, Begitupun Irwan Dan Petinggi Perusahaannya Ikut Maju Dalam Penanda tanganan employee Tersebut.
Kerja Sama Merekapun Secara Sah, Legal, Dan Terikat Secara Hukum.
Rapat Selesai, Irwan Dan Rombongannya Bersiap Untuk Pulang.
__ADS_1
Namun Samuel Mencegah Kepulangan Mereka.
" Bagaimana Kalau Kita Makan Siang Dulu " Ajak Samuel
" Boleh Juga " Jawab Irwan
" Mari Kita Ke Kantin Kantor " Ajak Samuel
Pelayan Datang Membawakan Menu, Samuel Sebelumnya Sudah Mengkonfirmasi Kepada Para Staf Kantin Untuk Bekerja Dengan Baik.
" Silahkan Dipilih ! Tenang Saja, Makannya Gratis Kok, Hehehe " Kata Samuel Bergurau
" Terima Kasih Pak " Kata Mereka
Lagi Dan lagi, Sandi Berulah. Sekarang Dia Duduk Dekat Michelle Dan Bercanda Dengannya. Samuel Yang Merasa Sangat Tidak nyaman Menegur Sandi Secara Tidak Langsung Dengan Kata " When ", Yang Membuat Sandi Terdiam Salah Tingkah Seketika.
Kurang ajar Si Sandi, ia Semakin Menjadi-jadi, Gumam Samuel Mengerenyitkan Dahinya Merasa Jengkel
" Sam, Michelle ini Karyawan Yang Sangat Pandai lho ", Kata Irwan Memuji Michelle
" Benarkah ? Kenapa Kau Bisa Membuat Kesimpulan Seperti itu Wan ? " Tanya Samuel
" Tentu, Saat Dia Mempresentasikan Produk Perusahaan Mu, ia Sangat Fasih, Ia Membuat Ku Tidak Berfikir Panjang Untuk Menyetujui Kerja Sama Kita " Kata Irwan
" Iakah ? Berarti Dia Memang Sangat Pandai " Kata Samuel
__ADS_1
" Apa Kau Baru Menyadari Hal itu ? " Tanya Irwan
" Dia Karyawan Baru Wan, Jadi Aku Belum Terlalu Mengenal Potensi Dalam Dirinya, Tapi Instingku Berkata, Dia Memang Pandai Wan " Kata Samuel
" Betulkan Ku Kata, Kau Harus Memberi Apresiasi Kepadanya Sam " Kata Irwan
" Iya-iya " Kata Samuel Tersenyum
Apresiasi ? Baru Begitu Saja Sudah Diberikan Apresiasi ? Apa-apaan Pak Irwan, Kenapa Dia Ikut Memuji Penyihir ini ? Jangan-jangan Dia Menyukai Michelle Juga, ahh Tidak Mungkin, Gumam Vivian Kesal Dalam Hati
Makan Siang Itupun Selesai, Samuel Dan Intan Mengantarkan Irwan Sampai Halaman Kantor, Sesudahnya, Mereka Kembali Keruangan Masing-masing. Samuel Yang Melihat Tempat Nasi Michelle, Berfikir Untuk Mengembalikannya.
" Tan, Tolong Panggilkan Michelle Kemari " Kata Samuel Memerintah
" Baik Pak " Jawab Michelle
Michelle Kemudian Datang,ia Memasuki Ruangan Samuel.
" Bapak Memanggil Saya ? " Tanya Michelle
" ia, Ini Tempat Nasi Mu, Terima Kasih Untuk Kebaikan Mu " Kata Samuel Cuek
" ia Pak, Sama-sama " Kata Michelle
" Kalau Sudah Tidak ada Yang Ingin Kau Bicarakan, Kau Boleh Keluar " Kata Samuel
__ADS_1
" Iya Pak, Permisi Pak " Jawab Michelle Sedih
Sepertinya Aku Sudah Membuat Kesalahan Dengan Menerima Tawaran Pak Sandi, Gumam Michele Sedih