
Tepat Pukul 17:45, Samuel Sampai Digerbang Rumahnya, Makmur Dengan Sigap Membukakan Pintu Gerbang Untuk Tuannya
Kini Mobil Toyota Itu Sudah Terparkir Di Halaman Rumahnya, Makmur Segera Menawarkan Diri Agar Memasukkan Mobil Itu Ke Garasi ..
" Tuan Muda !, Dibilang Kuncinya Biar Saya Masukkan Mobil Tuan Muda Dalam Garasi ", Pinta Makmur
Samuel Menyerahkan Kunci Itu Dan Memasuki Rumahnya
ia Memasuki Kamar nya Dan Bergegas Membersihkan Diri ...
" Apakah Ada Tamu Hari Ini Bisa ? " Tanya Samuel Yang Kini Sudah Berada Di Meja Makan Pada Bi Ijah ..
" Tidak ada Tuan ", Jawab Bi Ijah ...
" Baiklah, Aku Sudah Selesai Makan, Kalian Jangan Lupa Makan, Ajak Makmur Juga Ya Bi ", Perintah Samuel
Samuel Kembali Ke Kamar nya
Tiba - Tiba Saat Membaringkan Tubuh Di Kasur, ia Teringat Akan Pertanyaan Bu Fika
Apa Sebenarnya Yang Mau Disampaikan Tante Fika Yah, ahh Sudahlah Aku Malas Memikirkannya, Hari ini Benar-benar Melelahkan .. ( Gumam Samuel )
Rumah Michelle
" Bagaimana Hari Kerja Mu Chel ? ", Tanya Bu Nina Membuk Pembicaraan.
" Semuanya Berjalan Baik Kok Bu ", Ucap Michelle
" Apakah Mereka Baik Padamu ? ",
__ADS_1
" Baik Bu, Apalagi Bosnya, Tampan, Bijaksana, Calon Suami Idaman Intinya Bu ", Jawab Michelle
Bu Nina Menatap Anak Perempuan Semata Wayang nya Itu ..
" Apa Kamu Sudah Kebelet Nikah ", Tanya Bu Nina
" Tidak Kok Bu, Aku Hanya .. ", Jawab Michelle Terbatah-batah
" Egi !, Kamu Sudah Selesai Makan Kan ? ", Tanya Bu Nina
" Sudah Bu, ", Jawab Egi
" Kalau Begitu, Cuci Tangan Mu Dan Belajar lah Di Kamarmu ", Ucap Bu Nina ..
" Baik Bu ! ", Jawab Egi
Melihat Ibunya Yang Tidak Biasa, Michelle Heran ..
Bu Nina Berfikir Ini Saatnya Untuk Menyampaikan Wasiat Almarhum Suaminya
........
Bu Nina : " Chel, Ibu Mau Menyampaikan Sesuatu Kepada Mu Nak, Dengarkan Dengan Baik - Baik Dan Seksama "
Michelle : " Iya Bu, ( Nampak Bergetar ) "
Bu Nina : " Disaat Sebelum Bapak Mu Menghembuskan Nafas Terakhir, Dia Memiliki Pesan Yang Harus Kamu Ketahui Nak Dan Tentunya Harus Kamu Laksanakan "
Michelle Nampak Semakin Bingung, Di Tambah Lagi Tatapan Ibunya Seperti Teka teki Yang Harus Di Selesaikan ..
__ADS_1
Michelle : " Apa Bu ? "
Bu Nina : " Bapak Mu Berpesan Bahwa Kalau Kamu Sudah Berusia 23 Tahun, BapakMu Ingin Kamu Di Nikah Dengan Anak Sahabatnya "
Michelle : " Tapi Bu, Aku Masih Muda Dan Aku Masih Memiliki Tanggung Jawab Bagi Keluarga Kita Bu, Terlebih, Aku Tidak Mau Di Jodohkan, Aku Ingin Mencari Jodohku Yang Ku Kehendaki "
Bu Nina : " Tidak !!! ( Memukul Meja Hingga Membuat Egi Ketakutan Dan Keluar Dari Kamarnya ) " ..
Egi : " Ada Apa Bu "
Bu Nina : " Bukan Apa - Apa, Masuk Ke Kamar Dan Lanjut Kan Belajar Mu "
Egi : " Iya Bu ( Menjawab Dengan Rasa Takut ) "
Egi Dan Michelle Benar - Benar Tidak Percaya Kalau Ibunya Yang Lembut Hati Dan Nada Bicaranya Bisa Segarang Itu ...
Bu Michelle Menenangkan Diri Dan Menarik Nafas Panjang ...
Bu Nina : " Chel, Sekeras Apa Pun Kamu Menolak, Kamu Tidak Akan Pernah Bisa Menolak Perjodohan Ini, Karena Kalau Kamu Menolak, Ibu Tidak Akan Menganggap Kamu Lagi Sebagai Anak "
Michelle : " Bagaimana Ibu Bisa Bicara Seperti Itu ? Bagaimana Ibu Sekejam Ini ? ( Michelle Menangis "
Bu Nina : " Sayang, ( Memegang Kedua Tangan Michelle ) Maafkan Mamah, Tapi Itulah Keinginan Terbesar Bapak Mu, Ibu Benar-benar Menyesal Chel " ..
Michelle Melepaskan Tangan Ibunya Dan Berlari Menuju Kamar, Bu Nina Berniat Mengejar nya Tapi Dia Tau Itu Akan Menambah Michelle Dengannya Bertikai
Michelle Menangis Tak Henti Di Sudut Kamarnya, Dia Menangisi Apa Yang Terjadi Malam Ini
Kenapa Aku Harus Menghadapi Kesedihan Ini, Kenapa Kesenangan Yang Ku Dapat Kan Hari Ini Tidak Sebanding Kesedihan Yang Ku Dapat Kan
__ADS_1
Michelle Menangis Sepanjang Malam, Namun Akhirnya ia Lelah, Dan Menutup Matanya Terpejam, Ia Tau Ia Harus Bekerja Produktif Besok, Jadi Ia Menyudahi Tangisannya