
Sembari Menunggu Kedatangan Pak Indarto Samuel Berbincang - Bincang Dengan Michelle Supaya Suasana Menjadi Cair Dan Tidak Canggung, Samuel Memang Seperti Bunglon, Dia Selalu Dapat Membuat Orang Lain Nyaman Dengan nya, Dia Sangat Pintar Memposisikan Diri ..
Samuel Bahkan Mengajukan Banyak Pertanyaan, Bahkan Beberapa Pertanyaan Samuel Mengarah Ke Masalah Pribadi ...
Samuel : " Apakah Kau Sudah Memiliki Kekasih ? "
Michelle : " Sa, Saya ... Saya Tidak Memiliki Kekasih Pak ".
Samuel : " Apa ? ( Samuel Kaget ), ah Yang Benar Saja, Gadis Secantik Dirimu Tidak Punya Kekasih "
Michelle : " Benar Pak , Saya Tidak Punya Kekasih ".
Samuel : " Kenapa Bisa Begitu ? "
Michelle : " Orang Tua Saya Tidak Membolehkan Pak ".
Samuel : " Apakah Bapak Mu Sangat Keras Kepada Mu ".
Michelle : " Bapak Saya Sudah Meninggal Pak ".
Samuel : " Maafkan Saya, Saya Tidak Bermaksud .. ( Ungkap Samuel Merasa Bersalah ) "
Michelle : " Tidak Apa - Apa Pak , Bapak Wajar Bertanya Seperti Itu ".
Samuel : " Baiklah, Aku Benar - Benar Minta Maaf " .. Michelle Membalas Dengan Senyuman Yang Menandakan Tidak Ada Amarah ..
Aku Benar-benar Kasihan Pada Gadis ini, Dia Pasti Menjalani Kesulitan Sebagai Anak Pertama Keluarga nya ( Samuel Mengetahui nya Dari Biografi CV Milik Michelle )
Ting Tong, Bunyi Bel Pintu Terdengar Jelas !
__ADS_1
" Silahkan Masuk ! ", Perintah Samuel ..
" Pak ! ", Sapa Pak Indarto
" Owh Silahkan Duduk Pak, ( Lelaki Separuh Baya Itu Duduk Tepat Di Samping Michelle Sekarang ) ", Perintah Samuel Dengan Santun ..
Pak Indarto Mengiyakan, Samuel Bermaksud Meminta Pak Indarto Membantu Michelle Dan Mengadaptasi kan Dirinya Dengan Pekerjaan Kantor ..
Samuel : " Begini Pak, Dia adalah ( Menunjuk Michelle ) Karyawan Baru di Perusahaan Kita Yang Melamar Beberapa Hari Yang Lalu, Saya Memutuskan Menerima Dia Bekerja Di Perusahaan Kita, Saya Menempatkan Dia Di Posisi Asisten Manager Pemasaran " ..
Pak Indarto : " Owh Begitu Pak, Baiklah, Kapan Mbak Ini Mulai Bekerja Pak ? " ..
Samuel : " Besok ! ".
Pak Indarto : " Baik Pak ".
Pak Indarto : " Baik Pak ".
Samuel : " Michelle, Pak Indarto Ini Adalah Manajer Pemasaran Kita, Bapak Ini Sangat Rajin Dan Ulet, Semoga Kamu Bisa Mencontoh nya "
Michelle : " Salam Kenal Pak Indarto, Saya Michelle ( Mengulurkan Tangan nya ) "
Pak Indarto : Salam Kenal Juga Mbak, Saya Indarto ( Membalas Ulur Tangan Michelle )
Samuel Meminta Michelle Supaya Pergi Dengan Pak Indarto ..
" Michelle, Sekarang Ikutilah Pak Indarto, Dia Akan Mengantarkan Mu Ke Ruang Kerja Mu Serta Mengajarkan Mu Beberapa Hal ", Perintah Samuel Dengan Lembut ..
" Baik Pak, Saya Izin Dulu ", Pungkas Michelle Mengundurkan Diri ...
__ADS_1
Michelle Dan Pak Indarto Meninggalkan Ruangan ... Sekarang Tinggal Samuel Sendiri Di Ruang Kerjanya, Tiba - Tiba ia Teringat Bahwa Hari Ini Jadwal Kepulangan Sahabat nya Evelyn ..
" Oh Iya, Sekarang Si Evelyn Kan Pulang ", Pungkas nya Kaget
Evelyn Memang Sangat Mempercayai Samuel, Bukan Karena Apa ? Samuel Dan Evelyn Sudah Bersahabat Sejak Kecil, Dan Samuel Selalu Membantu nya Dengan Ikhlas Tanpa Pamrih ...
Samuel Menelpon Evelyn, Tut, Tut, Tut ...
" Hallo ", Jawab Evelyn ...
" Jam Berapa Kau Mendarat Di Jakarta ? ", ..
Tanya Samuel
" Aku Akan Mendarat 10 Menit Lagi, Cepatlah Beranjak Dari Kantor Mu, Jangan Sampai Telat, Aku Tidak Mau Menunggu Seperti Orang Hilang Di Bandara " .. Pinta Michelle
" Baiklah Nona, Hamba Akan Datang Tepat Waktu " .. Mengakhiri Pembicaraan ..
" Hmm, Selalu Menutup Telpon Tanpa Salam ", Ketus Evelyn Kesal ..
Samuel Menghampiri Intan ..
" Intan, Aku Akan Meninggalkan Kantor Dan Tidak Akan Kembali Bekerja, Aku Akan Bekerja Besok, Jika Ada Sesuatu Penting Telpon lah Aku ", Pungkas Samuel Memberitahu ..
" Baik Pak ", Jawab Intan ..
Samuel Berlari Menuju Parkiran Untuk Mengambil Mobil Miliknya Dan Segera Mengemudikan nya Menuju Bandara
.......
__ADS_1