Mungkinkah Kita Berjodoh

Mungkinkah Kita Berjodoh
Bab 20


__ADS_3

Samuel Yang Juga Sibuk Dengan Beberapa Berkas, Menjadi Terdiam Sebentar Karena Ingat Curhatan Michelle


Kok Dia Bisa Punya Masalah Yang Sama Ya Sama Ku, Hmm, Gumam Samuel Dalam Hati


Waktu Telah Menunjukkan Pukul 16:00, Artinya Jam Kerja Kantor Sudah Habis, Semua Karyawan Mulai Bersiap-siap Untuk Pulang Ke Rumah, Begitu Pula Dengan Samuel Dan Michelle


Samuel Sudah Melangkahkan Kakinya Dari Ruangan Kantor Menuju Parkiran, Di Lantai Paling Bawah Kantor, Samuel Berpapasan Dengan Michelle, Samuel Pun Menyapanya


" Kamu Udah Mau Pulang Ya ? ", Tanya Samuel


" Iya Pak ", Jawab Michelle Lembut


" Bagaimana Kalau Kamu Ku Antar ", Kata Samuel Menawarkan


" Tidak Usah Pak, Saya Sendiri Saja Naik Angkot ", Jawab Michelle Menolak


" Kenapa Kau Menolak, Padahal Aku Ingin Berbuat Baik Kepada Mu ", Jawab Samuel Kecewa Menunduk


" Saya Hanya Tidak Enak Kepada Bapak, Saya Takut Merepotkan Pak Samuel, Bapak Sudah Sangat Baik Kepada Saya, Padahal Saya Cuma Karyawan Baru ", Jawab Michelle


" Aku Tidak Pernah Merasa Direpotkan Kok, Itu Hanya Perasaan Kamu Saja ", Kata Samuel Merespon

__ADS_1


" Tapi Pak, Saya Tetap Merasa Tidak Enak ", Jawab Michelle


" Ya Sudahlah, Terserah Mu Saja ", Kata Samuel Kesal


Samuel Pun Meninggalkan Michelle Sendiri Di Ruang Tunggu Dengan Perasaan Kesal, Michelle Pun Sedih Atas Perlakuan Samuel


Samuel Berjalan Menuju Parkiran Dan Menaiki Sedan Hitam Miliknya, ia Menancapkan Gas Mobilnya Dengan Cukup Kencang Karena Dia Sedikit Emosional


Kenapa Kau Menolak Ajakan Ku, Lagi Pula Aku Menawarkan Kebaikan, Ehh, Kenapa Aku Kesal ? Itu Hak nya Menolak Atau Tidak, Tapi Ya Sudahlah, Gumam Samuel Dalam Keadaan Perasaan Yang Campur Aduk


Michelle Yang Kini Sedang Menunggu Angkot Dijalan Besar, Nampak Murung Karena Perlakuan Samuel Tadi


Apa Aku Salah Menolak Tawarannya ? Aku Tau Dia Mencoba Berbuat Baik, Tapi Aku Juga Tidak Enak Merepotkan Dia, Gumam Michelle Dalam Hati


Michelle Pun Menaiki Angkot Tersebut


Samuel Yang Menghabiskan 20 Menit Perjalanan Kini Sampai Di Rumahnya, Makmur Dengan Sigap Membukakan Pintu Gerbang Dan Memberi Sapaan


Tapi Berbeda Dengan Sebelum-sebelumnya, Samuel Tidak Membalas Sapaan Makmur Dan Langsung Berjalan Menuju Rumah


Makmur Pun Sangat Heran Dengan Hal Tersebut, Dia Bertanya-tanya Dalam Hati,

__ADS_1


" Apa Ya Kesalahan Ku ? Kenapa Pak Samuel Nampaknya Sangat Cuek Dan Acuh ", Gumam Makmur Dalam Hati Kebingungan


Samuel Memasuki Kamarnya, ia Membaringkan Tubuhnya Yang Atletis Itu Di Kasur Dengan Telentang, ia Nampak Sangat Lelah, Namun Tetap Tampan, ia Pun Terlelap Dalam Tidur Dengan Sendirinya Tanpa aba-aba


Memang Hari ini Cukup Melelahkan, Juga Ditambah ia Mengalami Bad Mood Karena Penolakan Michelle


Rumah Michelle


Michelle Sudah Menginjakkan Kaki Di halaman, Seperti Biasa ia Disambut Oleh Adiknya Egi, Tapi Hari ini Michelle Tidak Membawa apa-apa Karena ia Harus Menabung uangnya untuk mencukupi ongkos Bolak-balik Kantor Sebelum ia Gajian.


" Kak ! Kakak Kok Pulangnya Lebih Lama Dari Yang Kemarin ? ", Tanya Egi Kebingungan


" Iya Dek, Kakak Kan Sudah Mulai Bekerja Hari ini ? ", Jawab Michelle


" Begitu Ya Kak, Ya Sudah Ayo Kak Kita Masuk " ajak Egi


" Ayo Dek ", Pungkas Michelle


Tak Selang Beberapa Waktu, Ibu Michelle Pun Pulang, Tapi Sama Dengan Michelle ia Pun Hari ini Pulang Dengan Tangan Kosong


Egi Juga Menyambut Ibunya Dengan Senang Pula

__ADS_1


" Horee, Ibu Sudah Pulang ",Kata Egi


Bu Nina Hanya Memberi Respon Dengan Mengelus Kepala Putra Bungsunya Itu


__ADS_2