
Matahari Mulai Menutup Sinarnya, Namun Tanda - Tanda Kepulangan Ayah Samuel Yaitu Pak Tedy Belum Tampak Juga.
"Mah, Papa Kemana Sih ? ", Tanya Samuel.
"Gak Tau Syg, Tadi Papah Mu Cuma Bilang Mau Kesitu Sebentar Tapi Gak Tau Kemana ", Jawab Bu Herlina Dengan Bingung.
Tak Selang Beberapa Lama Pak Tedy Memencet Tombol Pintu Rumah, Samuel Yang Mendengar Suara Bel Yang Berbunyi Bergegas Membukakan Pintu.
"loh Papah ?, ( Sembari Mencium Punggung tangan Ayahnya )".Ucap Samuel.
" Kenapa Kamu Keget Begitu Nak ? ". Tanya Pak Tedy.
"Yah Papa Sih Pergi Dari Siang Baru pulang jam segini, udah Pergi nya gak kasih Tau Kemana, Kan Khawatir pah ", Jawab Samuel.
" Maafkan Papah Ya Nak, Ayo Masuk", Ajak Pak Tedy.
Samuel Dan Pak Tedy Berjalan Menuju Ruang Makan Dimana Bu Minarti (Art di rumah Orang tua Samuel) Sudah Mempersiapkan Cukup Banyak Makanan Karena Kedatangan Samuel Hari Ini.
Diruang Makan Samuel Dengan Lahap Menyantap Makanan Masakan Bu Minarti, Bu Herlina Yang Melihatnya Tampak Senang.
Usai Makan Malam Orang Tua Samuel Berfikir Untuk Menyampaikan Apa Yang Ada Di Pikiran Mereka, Oleh Karenanya Mereka Mengajak Samuel Ke Ruang Tamu Dan Menyantap Kue Basah Yang Di Beli Samuel Tadi Dengan Secangkir Teh.
__ADS_1
"Nak, Sebenarnya Ada Yang Kami Ingin Sampaikan Kepada Kamu Nak," Ucap Pak Tedy Memulai Percakapan.
" Apa Tuh Pah ", Jawab Samuel.
Pak Tedy : "Nak, Kamu Masih Kenal Dengan Pak Irwan Kan ? "
Samuel : " Pak Irwan ?, Yang Dulu Bekerja Sebagai Asisten Papah ? "
Pak Tedy : " Iya Nak ".
Samuel : " Ada Apa Dengan Beliau Pak " ?
Pak Tedy : " Nak, Beliau Sudah Meninggal Setahun Yang Lalu ?
Pak Tedy : " Pak Irwan Terkena Serangan Jantung Mendadak Nak ".
Samuel : " Kok Papah Baru Tau Sekarang ? ".
Pak Tedy : " Papah Tau Dari Salah Satu Teman Lama Papah Nak, ".
Samuel : " Gitu Yah Pah, Tapi Pah Kenapa Papah ingin membicarakan Hal Ini Secara Intim Dengan Ku ".
__ADS_1
Pak Tedy : " Begini Nak, Papah Dengar Pak Irwan Memiliki Anak Gadis Yang Usia nya Terpaut Setahun Dengan Mu".
Samuel : " Terus Pah ?".
Pak Tedy : " Nak, Papah Berniat Menikahkan Kamu Dengan Dia ".
Samuel : " Tapi Pah ".
Pak Tedy : " Nak, Tidak Ada Tapi Tapian Kamu Harus Menikah Dengan Dia, Karena Itu Salah Satu Cara Untuk Membalas Kebaikan Pak Ridwan, Papah Juga Mau Punya Cucu Dari Anak Kesayangan Papah Jadi Kamu Harus Pikirkan Itu".
Samuel : " Haduhh Pah ( Samuel Tidak Berani Menjawab Lebih Lagi, Karena Belum Pernah Papah nya Memaksa kan kehendak Seperti itu )".
Pak Tedy : " Kita Akan Ke Rumah Pak Irwan Seminggu Lagi ".
Samuel : " Ya Sudah Lah Pah, Terserah Papah Aja ".
Pak Tedy : " Ya Sudah Nak, Kamu Pergi lah Ke Kamar Kamu Pasti Letih ".
Samuel : " Pah, Mah, Aku Ke Kamar Dulu Yah ".
"Iya Nak", Jawab Orang Tua Samuel Serentak.
__ADS_1
DiKamar Sebelum Menuju Keperaduan Tidur nya, Samuel Bingung Harus Bagaimana, " "Namun Kalau Dipikir Juga Aku Sama Evlin Gak Mungkin Bersama, Kami Udah Buat Perjanjian Untuk Saling Mengasihi Sebatas Sahabat, Usia Ku Juga Sudah Hampir Menginjak 25 Tahun, Aku Hampir Mencapai Target Ku Untuk Menikah, Apa Ku Lihat Dulu Saja Gadis Itu Yah, Jika Aku Merasa Cocok Aku Akan Menikahi nya, Jika Tidak Aku Akan Mencari Yang Lain " Gumam Samuel Di Hatinya.
Samuel Merasa Letih Memikirkan Hal Tersebut, Diapun Memutuskan Untuk Beranjak Tidur.