
Senin Pagi Yang Cerah Dan Bersahaja Menyambut Semua Orang Yang Super Sibuk Di Hari Ini, Terlebih Dengan Samuel Dan Michelle. Dimana Michelle Hari Ini Memulai Kerja Di Hari Pertama Dan Samuel Bekerja Seperti Biasa Sebagai CEO
Rumah Michelle
Michelle Berpakaian Rapi Layaknya Seorang Pegawai Yang Akan Bekerja, ia Sangat Memperhatikan Penampilan nya Secara Detail Agar Terlihat Menarik, Setelah Selesai Berpakaian, ia Menyusuri Ruang Tamu Menuju Dapur Untuk Bertemu Ibunya, Menanyakan Pendapat Ibunya Mengenai Pakaian Yang ia Pakai Dan Meminta Uang Saku
Michelle : " Ibu, Pakaian Ku Bagus Tidak ? Menarik Tidak Bu ? "
Ibu Michelle : " Bagus Sekali Nak, Menarik Juga, Serta Terlihat Sopan "
Michelle : " Owh Iya Bu, Aku Juga Ingin Meminta Uang Saku Untuk Ke Kantor Hari Ini "
Ibu Michelle : " Owh Baiklah Nak, Ini Uang Saku Mu ( Sembari Mengambil Selembar Uang 50,000 Ribu ) "
Michelle : " Makasih Ya Bu, Michelle Pergi Dulu ( Sembari Mencium Punggung Tangan Ibunya Dengan Lembut ) ".
Rumah Orang Tua Samuel
Dimeja Makan Berbentuk Lingkaran Yang Terisi Aneka Makanan Dan Minuman Tersebut, Samuel Dan Kedua Orang Tua nya Menyantap Makanan Untuk Bekal Tubuh Melakukan Aktivitas Sampai Siang Hari, Terlintas Di Pikiran Samuel Mempertanyakan Masalah Perluasan Jaringan Pabrik Air Mineral Perusahaan Keluarga nya ...
Samuel : " Pah, Masalah Perluasan Jaringan Pabrik Kita Di Kalimantan Gimana Pah ? Apa Jadi Kita Perluas ? "
Pak Tedy : " Tentu Nak, Papah Sudah Mengkonfirmasi Hal Tersebut Kepada Investor, Dan Hasilnya Mereka Tertarik Untuk Bekerja Sama ".
__ADS_1
Samuel : " Gitu Yah Pah ( Mengakhiri Percakapan Mereka Yang Singkat )
Tak Selang Lama Kemudian ..
" Pah, Mah, Udah Pukul 07:30 nih, Waktu nya Aku Ke Kantor Supaya Tidak Telat " Ucap Samuel. ( Sembari Menciumi Punggung Tangan Kedua Orang Tua nya ).
Samuel Melangkah Ke Garasi Mobil Dimana Pak Anto Salah Satu Asistennya Sudah Mempersiapkan Mobil Yang Akan Di Gunakan Samuel
" Terima Kasih Ya Pak " Ucap Samuel. Ia Masuk Kedalam Mobil Toyota Fortuner Putih Itu Sedikit Terburu - buru ..
Dalam Perjalanan
Michelle Berdiri Di Pinggir Jalan Dengan Perasaan Was - Was Karena Belum Ada Satupun Angkot Jurusan Yang ia Ingin Tuju
" Aku Bisa - Bisa Telat Ini ", Ucapnya Dengan Nada Khawatir. Tidak Lama Kemudian, Michelle Melihat Angkot Berwarna Merah Berjalan Menuju Arahnya, Tidak Lama Kemudian Michelle Menyetop Angkot Tersebut
" Pak, Angkot nya Sampai Ke Jl. Merdeka No. 10 Tidak ? ", Tanya Michelle Penuh Harap.
" Iya Neng, Ayo Naik Neng ", Ajak Kernet Angkot.
" Baik Pak ", Pungkas Michelle Mengiyakan.
20 Menit Perjalanan Berlalu, Michelle Sampai Juga Di Perusahaan Milik Keluarga Calon Suami nya.
__ADS_1
" Neng Kita Sudah Sampai ", Pungkas Kernet Angkot Memberi Tahu.
" Owh Iya Bang, Berapa Ongkosnya Bang ? " Tanya Michelle.
" 15 Ribu Saja Neng ", Ucap Kernet Angkot Memberi Tahu .
" Owh, Baiklah Bang, Ini Bang ( Memberi Uang Sebesar 50,000 ) ", Beri Michelle.
" Ini Kembaliannya Neng, 35,000, Makasih Ya Neng " Ucap Kernet.
" Sama Sama Bang, ( Sembari Mengambil Uang Kembalian Tersebut ) ", Pungkas Michelle.
Michelle Terkagum - Kagum Betapa Besarnya Kantor Tempat Dia Akan Bekerja.
" Hmm, Siapa Lah Yang Punya Kantor Dan Pabrik Sebesar Ini, Pasti Mereka Benar - Benar Kaya ", Gumamnya Dalam Hati Terkagum - Kagum.
ia Pun Berlari Menuju Kantor, Sesampainya Di Gerbang Ia Terhenti, Karena Ada Sebuah Mobil Toyota Fortuner Cukup Laju Memasuki Kantor Tersebut.
" Wah, Dia Pasti Bos nya ". Ucap Michelle
ia Pun Melanjutkan Langkahnya
....
__ADS_1