
" Makanan Kesukaan Ku Adalah Nasi Goreng Dan Ayam Goreng, Jadi Kau Harus Memasaknya Jadi Satu ! ", Kata Samuel Memberi Arahan
" Begitu Ya Pak, Baiklah Pak, Saya Akan Membawanya Besok Pagi ", Kata Michelle
" Tapi, Besok Berangkatlah Lebih Awal, Aku Tidak Terbiasa Sarapan Telat ", Perintah Samuel
" Baik Pak, Akan Saya Usahakan ", Jawab Michelle Tersenyum
" Ya Sudah, Kau Boleh Pergi Bekerja Sekarang ! ", Kata Samuel
" Iya Pak, Terima Kasih Banyak Pak ! ", Ucap Michelle
" Iyaa ", Kata Samuel Bernada Halus
Saat Hendak Keluar, Tiba-tiba, tok,tok, tok .. Ada Yang Mengetuk Pintu. Samuel Mempersilahkannya Masuk, Ternyata Sandi Yang Datang. Sandi Berjalan Kearah Samuel, Michelle Berjalan Keluar Ruangan Namun Tersenyum Kepada Sandi Dan Sandi Pun Tersenyum Kepadanya.
" Siapa Dia ? ", Tanya Sandi
" Kenapa ? ", Tanya Samuel Balik
" Tidak apa-apa, Hanya Saja Dia Cantik Dan Manis ", Kata Sandi Memuji Michelle
" Dia Karyawan Baru, Aku Menempatkan Posisinya Sebagai Asisten Manager Pemasaran Mendampingi Pak Indarto ", Tutur Samuel Memperkenalkan
__ADS_1
" Wah, Enak Sekali Dia Langsung Mendapatkan Jabatan Itu ", Kata Sandi
" Ya Waktu Dia Melamar Kerja Disini, Kau Masih Di Pekanbaru, Jadi Aku Mengambil Langkah Muda Saja Untuk Memutuskan, Lagi Pula Instingku Baik Terhadapnya ", Tutur Samuel
" Jadi Begitu, Apakah Dia Sudah Melakukan Tugas Dengan Baik ? Maksudku, Apa Dia Berhasil Menjalin Kerja Sama Dengan Perusahaan Irwan ? ", Tanya Sandi
" Tentu Saja, Dia Berhasil Membuat Irwan Tertarik Untuk Bekerja Sama, Dan Irwan Besok Akan Kesini untuk Tanda Tangan Employee", Kata Samuel Memuji Michelle
" Hebat Juga Dia, Aku Jadi Semakin Tertarik Dengan Dia ", Kata Sandi
Mendengar Perkataan Sandi Barusan, Tiba-tiba Samuel Merasa Seperti Tidak Suka, Seperti Ada Kecemburuan Didalam Lubuk Hatinya.
" Benarkah ?, Hmm, Tumben Keruanganku, Ada Apa ? ", Tanya Samuel Mengalihkan Pembicaraan
" Owh Baiklah ", Kata Samuel
Setelah Meminta Tanda Tangan Samuel, Sandi Meninggalkan Ruangan Samuel.
Samuel Kini Sendiri Diruangannya, ia Memikirkan Perkataan Sandi Tadi, Rupanya Perkataan itu Membuat Pikirannya Tidak Konsen.
apa jangan-jangan Sandi Juga menyukainya ? ahh, Tapi Kenapa Aku Merasa Cemburu, apa aku Juga Menyukainya, Astaga, Apa Yang Terjadi Padaku ? ia, Aku Pasti menyukainya Juga, Samuel Merasa Tidak Karuan.
Tidak ada Gunanya Juga, Aku kan Akan Dijodohkan oleh papah, Hah, Bisa Saja Aku Menolak, Kalau aku memohon merengek-rengek Pasti papa mendengarkan aku, Gumam Samuel
__ADS_1
Sandi Rupanya Tidak Kembali Keruangannya, Tetapi ia Malah Ke Ruangan Pak Indarto, Yang Mana Satu Ruangan Dengan Michelle.
Sandi Seperti Atlet Yang Akan Mengikuti Kejuaraan dunia, Semangatnya Nampak Dari Langkah Kakinya Yang Begitu Cepat Dan Senyum Riangnya.
Sandi Langsung Memasuki Ruangan Tersebut Karena Tidak Dikunci.
" Selamat Pagi ", Ucap Sandi
" Pagi Pak ", Staf Pak Indarto Beserta Michelle Juga Berdiri Membalas Sapaan Sandi
Sama Seperti Samuel, Sandi Memiliki Watak Yang Ramah Dan Baik Dengan Semua Pegawai.
" wah Mas Sandi, Sudah Pulang Rupanya ", Kata Pak Indarto Sambil Menyalami Tangan Sandi
" Iya Pak ", Kata Sandi
" Syukurlah Sampai Dengan Selamat, ngomong-ngomong Mana Oleh-oleh nya Mas ?, Tanya Pak Indarto Bergurau
" Iya Pak, Waduh Maaf nih Pak, Gak Sempat Kemarin, Soalnya Jadwal diPekanbaru Padat Sekali ", Kata Sandi Menunjukkan Rasa Sesal
" Waduh, Jangan Begitulah Mas, Saya Kan Cuma Bercanda ", Kata Pak Indarto
" Hehehe ", Jawab Sandi Tertawa
__ADS_1
" Owh Iya Pak, Ini ....