MY BOY

MY BOY
prolog


__ADS_3

Aku ingin menceritakan sedikit mengenai gejala anehku, ah sebelum itu kenalkan aku Septy Ahra Wijaya. Tahun ini aku baru akan masuk ke kelas 1 SMK dan berharap tahun ini adalah tahun terbaik.


   Oke sekarang aku akan memberitahu sedikit mengenai gejala aneh ku.


   Sejak umurku 5 tahun mungkin, aku baru merasakan gejala ini, gejala aneh, gejala yang hanya dialami olehku, gejala yang cara penyembuhan nya bodoh kurasa, entahlah harus menyumpah serapahi apalagi untuk penyakit ini.

__ADS_1


   Pertama kali saat aku merasakan nya, satu rumah gempar, why? Pada saat aku masih tidur Bunda menghampiri kamar tidur ku, Bunda langsung berteriak keras memanggil ayahku sambil menghampus air mata yang jatuh membasahi pipinya. Bagaimana tidak menangis, sprei dan tanganku penuh dengan lumuran darah merah yang kental dan yang mulai mengering.


    Saat itu juga aku dibawa kerumah sakit. Bunda, ayah dan kak Raffi mengira bahwa aku sudah tiada, padahal aku hanya belum bangun dari tidurku.


   Dokter mengatakan bahwa ini penyakit aneh dan dia baru menemukan penyakit gila ini? mungkin. Sekujur tubuhku masih mengeluarkan darah walaupun Bunda sudah memandikan ku, dan aku hanya bisa menangis ketika aku bangun tidur karna rasanya memang perih, sangat perih.

__ADS_1


    Ketika itu aku langsung meneriaki nama Bunda dari dalam bangsal. Bunda dan Ayah datang dengan terbirit birit bersama dengan seorang dokter. Aku menyunggingkan sedikit senyuman ketika Bunda datang, dan aku langsung menceritakan apa yang aku lakukan sampai 1 luka dibagian lenganku bisa sembuh. Saat itu juga aku mencium semua luka yang ada ditanganku  sampai tak ada sisa sedikitpun.


   Tapi pada saat aku dirumah aku merasakan gatal dibagian sikut tanganku dan aku mengaruk nya pelan agar tidak meninggalkan bercak merah disana, tapi boom tidak ada bercak merah tapi darah yang keluar. Aku langsung menangis karna perih. Bunda berlari kearah ku dan melihat sikutku sudah mengeluarkan banyak darah, saat itu juga bunda mencium sikut ku agar darahnya berhenti, tapi nihil luka disikutku malah semakin banyak mengeluarkan darah. Bunda menyuruhku menciumnya dan boom itu berhasil kembali, luka itu hilang.


    Dan saat aku bermain bersama kak Raffi, Kak Raffi tidak sengaja menyengol ku pada bagian lengan atas dengan mainan mobil mobilanya. Karna aku diberitahu bunda agar mencium setiap luka yang mengeluarkan darah, maka aku memilih mencium lukanya dari pada menangis, tapi hal aneh terulang lagi, what? Tangan ku tidak kunjung sembuh walaupun aku sudah beberapa kali menciumnya dan saat itu aku menangis kembali dan kak Raffi memanggil Bunda agar menghampiriku. Bunda datang dan menyuruhku melakukanya lagi tapi hasilnya tetap sama, tetap mengeluarkan darah. Bunda bertanya siapa yang melakukan goresan nya dan aku menjawab kalau itu kak Raffi yang melakukanya, Bunda langsung menyuruh kak Raffi untuk mencium lukaku, walaupun sedikit tidak masuk akal tapi inilah yang terjadi, lukaku sembuh setelah itu.

__ADS_1


   Bunda menyimpulkan kalau aku yang membuat goresan itu maka aku yang harus mencium nya dan jika orang lain yang mengoresnya maka orang itu yang harus menciumnya.


   Bukan fakta itu saja yang aneh, tapi ada satu hal lagi yang menurutku lebih aneh dari gejala ku, what? Bara King Evan lelaki kelas sebelah bisa menyembuhkan lukaku walaupun bukan dia yang menyebabkan nya, aneh? Sangat.


__ADS_2